Tuesday, June 2, 2015

KOPI

Minuman bernama kopi adalah salah satu minuman kesayangan saya. Di manapun saya bepergian, maka saya akan mencari kopi, dengan segala macam citarasa yang dijual di tempat yang saya kunjungi itu. Amerika, Eropa, Canada, bahkan di banyak pelosok daerah di Indonesia yang saya kunjungi selalu saja saya dapat menemukan kopi dengan berbagai citarasa yang berbeda-beda. 

Bagi para pencinta kopi sejati, minuman yang satu ini memang tak boleh terlewatkan begitu saja. Ketika saya mengunjungi Kawangkoan umpamanya, saya menemukan kopi yang luarbiasa. Bagi saya pribadi, di sinilah saya dapat menemukan kopi dengan citarasa yang sangat berbeda dan seakan tidak ada duanya. Dari kabar yang saya peroleh, pembuatan Kopi Kawangkoan itu bergaya sangat tradisional. Mulai dari tungku tempat air dimasak, sampai kepada bubuk kopi yang dipakai sangatlah unik dan spesial. Bahkan kopi yang digunakan ada yang sudah disimpan selama 10 tahun demi menciptakan aroma dan rasa yang semakin menggugah selera. Tulisan saya tentang Kopi Kawangkoan itu pernah juga dimuat di Kompas cetak beberapa waktu yang lalu.

Setelah melewati rutinitas kerja di kota metropolitan yang super sibuk dan super macet serta hectic seperti Jakarta ini, maka memang terasa amatlah diperlukan waktu rehat barang sebentar saja, waktu rileks untuk tentunya menikmati nikmatnya kopi di pagi hari ataupun di sore hari. Banyak kedai kota dapat Anda jumpai di Jakarta ini. Salah satu yang pernah saya kunjungi dan tak ragu saya sarankan Anda untuk juga mengunjunginya adalah Crematology Café di Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Nah, di situ dapat dijumpai suasana yang amat sangat klasik. Interiornya didominasi material kayu dan banyak ornamen lampu gantung tanduk-tanduk rusa. Pilihan kopinya? Banyak. Ada Americano, Espresso yang sangat kental dan pahit itu, Cappucino (salah satu favorit saya), dan masih banyak lagi. Tinggal pilih. Masalah harga? Masih terjangkau kok.


Pernah suatu ketika, sewaktu mengantar rekan kerja saya, bule dari Jerman yang ditugasi berkunjung ke Indonesia, ketika itu kita mengunjungi Semarang, ternyata dia juga adalah pencinta kopi sejati, maka atas ajakan saya masuklah kita di kedai Kopi Luwak. Dia rupanya sudah sejak lama ingin sekali menikmati keluarbiasaan Kopi Luwak Indonesia yang katanya sudah sangat terkenal sampai di tempat dia itu. 

Meskipun secangkir cukup mahal, namun bagi dia dan saya isi cangkir itu worth enough. Kami pun memesannya, untuk sementara dua cangkir dulu. Pelayan di kedai itu lantas membuka bungkusan Kopi Luwaknya tepat di depan mata kita, mungkin supaya jelas bahwa tidak ada yang dicurangi dan bubuk kopinya memang benar-benar dituang sampai habis dari sachetnya. Diseduh dan kemudian kopi panas itu siap disajikan. Wah, rekan saya itu menciumi dulu aroma segar dari cangkir kopi itu dalam-dalam, baru kemudian menikmatinya sedikit demi sedikit. Nikmat. Sebelum kembali ke Jakarta, ia membeli bungkusan gede kopi tersebut sampai 5 bungkus. Katanya buat stok dia di rumah nantinya. When talking about taste, then the price doesn’t matter anymore hahahaha……

Kopi luwak ini memang sangat eksotik. Punya sensasi tersendiri. Sensasi yang terasa langsung di hidung, mulut, dan bahkan kantong kita tentunya. Rupanya kopi yang sangat mahal ini hanya dihasilkan di Indonesia dan Filipina. Biji kopinya diambil dari kotoran binatang luwak (sejenis musang) yang nama latinnya kayak nama dewa-dewi Yunani, Paradoxurus hermaphroditus. Hewan ini terkenal suka memakan buah kopi matang di pohon kopi. Namun jangan khawatir, biji kopi yang keras itu tidak tercemari oleh kotoran luwak oleh karena perut mereka tidak sanggup mencerna biji kopi yang keras itu. Justru dengan proses fermentasi singkat dalam pencernaan luwak itulah yang memberikan tambahan citarasa unik. Biji-biji kopi yang dikeluarkan lagi bersama kotoran luwak itulah yang kemudian dikumpulkan oleh para petani kopi. Dan alhasil terciptalah salah satu kopi dengan harga tertinggi di dunia itu. The Original Luwak Coffee.

1 comment:

Oldamsterdam Antiques said...

Our company made furniture good in Indonesia by pine wood from New Zealand. So, We need information and want the cooperation to make some business from Indonesia furniture who pine wood raw material of New Zealand and made in Indonesia into Australia market. During these monthly shipments of about 10 Container for the European market. If there is an opportunity to open new markets in Australia, absolutely we would be receive.

J.Hamdani
+6282138743737
http://www.world-wide-furniture.com