Monday, May 9, 2016

Ahok dan Korupsi


Ahok (Pic Source: Kompas.com)


Corruption is the enemy of development, and of good governance. It must be got rid of. Both the government and the people at large must come together to achieve this national objective.---- Pratibha Patil

Korupsi memang sudah menjadi common enemy bagi banyak orang, baik dia seorang warga biasa, ataupun dia seorang pejabat yang duduk di lembaga pemerintahan. Korupsi adalah musuh pembangunan, dan musuh abadi sebuah pemerintahan yang bersih. Korupsi itu penyakit. Ia harus benar-benar dihilangkan dan diberantas habis. Menurut Patil, korupsi ini harus diberantas baik oleh orang banyak pun oleh pemerintah yang baik, keduanya mestinya bekerja secara bersama-sama untuk tujuan itu. Gotong royong. Ini adalah ‘national objectice’, yang mesti dicapai secara bersama pula.

Makanya saya heran ketika ada begitu banyak pihak yang seakan-akan pro koruptor dan malah begitu amat mencintai korupsi. Mereka adalah orang-orang atau pejabat-pejabat yang tidak tau diri dan tak punya malu lagi. Sampah negara! Apalagi belum lama ini saya baca ada yang mengibaratkan korupsi sebagai oli pembangunan, atau oli (minyak pelumas) dalam perpolitikan di sebuah negara? Bagi saya yang bicara itu manusia sakit jiwa. Korupsi tetaplah korupsi apapun alasan dibalik tindakan itu.

Di sisi yang lain, saat ini di Jakarta, Ahok dengan segala sikat tegas dan terlihat selalu mengumbar amarah karena ia sudah begitu muak terhadap korupsi, suap, kemalasan, eeh ternyata justru dituduh dan dicecar dengan berbagai tuduhan melakukan tindak pidana korupsi. Dan ternyata, toh sampai detik ini tidak terbukti sama sekali. Bahkan yang menuduh dan mencecar Ahok, satu demi satu sudah mulai memakai rompi orange. Ini artinya senjata makan tuan, air comberan terpecik ke muka sendiri. Satu tangan menunjuk ke depan, ada empat jari menuding diri sendiri. Inilah sebetulnya para ‘tikus-tikus got', dalam istilah lagu Iwan Fals, yang semestinya justru harus dibasmi habis. Mereka berteriak-teriak lantang dengan tujuan tak jelas tetapi malah memakan uang rakyat dan korupsi secara berjemaah. Sampah negara!

We are made wise not by the recollection of our past, but by the responsibility for our future, demikianlah kata George Bernard Shaw. Kita menjadi bijaksana tidak oleh karena kumpulan masa lalu yang tak jelas juntrungannya, akan tetapi oleh tanggung jawab kita terhadap masa depan. Ya, masa depan negeri ini. Masa depan anak cucu kita. Masa depan bangsa yang bebas dari korupsi dan suap.

Hanya nuranilah yang dapat memastikan secara hitam putih mana pejabat yang benar-benar berjuang dan berkorban demi tugas dan tanggungjawabnya, dan mana yang tidak sama sekali. Mana yang benar-benar demi pengabdian, dan mana yang nggak. Mana yang jujur, bersih, transparan serta profesional dan mana yang nggak. Hanya hati nurani yang bersihlah yang dapat benar-benar mengatakan hitam itu hitam dan putih itu putih.

Kalau hati kita sudah dibutakan oleh kebencian dan rasa ketidaksukaan, maka percayalah makanan enak pun akan terasa kotoran hewan di mulut kita. Bau sedap ayam panggang pun akan tercium kotoran kuda di hidung kita. Indahnya bunga justru akan terlihat layaknya rumput penuh onak dan duri di mata kita. Ya, itulah kita, manusia biasa yang gampang terbuai namun gampang juga terhasut. Manusia yang acap lalai memaknai arti perubahan. Manusia yang kerap memutlakkan yang nisbi serempak menisbikan yang mutlak.

Ahok lagi berusaha membenahi Jakarta sekuat yang dia mampu. Masakkan tidak ada sedikit saja rasa terima kasih dan penghargaan kita bagi dia? Semoga Jakarta akan semakin maju dan menjadi kota yang benar-benar disegani kota besar lainnya. ---Michael Sendow----

The way you see people is the way you treat them, and the way you treat them is what they become (Johann Wolfgang von Goethe)

Wednesday, March 30, 2016

Ahok Semakin Dibabat Semakin Merambat


Ada begitu banyak orang berusaha menjegal Ahok, entah apa ada alasan yang tepat dan pantas. Banyak yang hanya berusaha memuaskan dahaga kebencian, iri, dan kerakusan semata. Menagapa tidak?

Ooh lihat saja ada berapa banyak pejabat korup di lingkup Pemprof yang sudah dilengserkan oleh Ahok. Ada berapa banyak PNS di DKI ini yang coba-coba menerima suap dan bermain uang 'haram' yang sudah dirumahkan oleh Ahok. Ada banyak, dan itulah sebabnya juga mengapa ia begitu amat sangat dibenci. Para pembenci Ahok itu tidak usah munafik lah. Mereka yang koruptor dan suka makan duit rakyat pasti akan amat sangat membenci Ahok. Ini keniscayaan.

Namun coba lihat, betapa banyaknya masyarakat yang mendukung Ahok oleh karena ia berusaha menyelamatkan banyak sekali duit rakyat yang coba-coba dirampok pejabat negeri yang tidak tahu malu, atau yang urat malunya sudah putus. Tak tanggung-tanggung, sekelas kepala dinas pun ia copot. Ini membuat kebencian terhadap dirinya menyeruak muncul, namun serempak kecintaan terhadap dirinya terus bertambah.

Begitu banyak masyarakat DKI yang memberikan dukungan positif kepada Ahok, tanpa pernah memandang ras dan agama. Mereka menilai dengan hati, bukan dengan otak picik dan tumpul ala para pembenci yang selalu saja membenci. menyebar fitnah, dan menuduh tanpa bukti. Orang-orang yang sebetulnya perlu dikasihani. Sungguh.

Ahok sementara berusaha membangun DKI Jakarta dengan sekuat tenaga dan pikiran yang ia punya. Mungkin kata-kata J.F Kennedy sudah terpatri dalam-dalam di dalam benak dan hatinya, jangan pernah tanya apa yang DKI Jakarta sudah berikan kepadamu, tapi bertanyalah selalu apa yang engkau dapat berikan untuk DKI Jakarta.

Orang-orang sekelas Yusril dan Ahmad Dhani dengan tingkah pola menyerang tak ada juntrungannya, rasa-rasanya tidak akan berbuah banyak. Justru mereka terus dihantam balik oleh para netizen. Jangan pikir para netizen dan masyarakat luas itu buta. Tidak bung! Jadi kalau Anda bicara tanpa dasar yang kuat, dan hanya tipu daya serta hasutan, hinaan, juga tuduhan tak jelas yang dilontarkan maka hati-hatilah. Jangan-jangan Anda sendirilah yang akan masuk ke dalam lobang yang Anda gali. Serius.

Saya yakin, tidak mengapa Ahok diserang dan dihantam kiri kanan. Tidak mengapa orang-orang itu, para politisi itu berusaha menjegal dia bahkan sebelum 'perang' pilgub dimulai. Mereka hanya melontarkan perang kata-kata dan mencari cara bagaimana mengalahkan Ahok, bukan justru mengembar gemborkan apa yang akan mereka lakukan untuk Jakarta kalau terpilih nanti.

Bahkan belum ada sedikitpun yang saya lihat punya program kerja sebrilian Ahok. Kalau baru 'akan' melakukan ini dan itu sih siapa saja bisa bicara begitu. Kalau hanya akan meneruskan apa yang sudah Ahok mulai, ya mendingan Ahok saja yang teruskan program dia sendiri.

Sungguh, kita mestinya malu melihat ada pemimpin yang begitu hebat berjuang membangun kota ini, namun kita hanya punya tenaga dan daya serang tinggi untuk menjatuhkan dan berusaha menisbikan semua hasil nyata yang sudah ia lakukan.

Kalau masih ada yang bilang Ahok tidak melakukan apa-apa di Jakarta ini, saya sarankan Anda segera periksa mata ke dokter mata terdekat, dan atau segera cabut hati Anda dan simpan dalam freezer, tidak usah dipakai dulu sampai Anda benar-benar punya hati yang tulus dalam menilai, sekali lagi, terlepas agama apapun yang Anda anut.

Tidak usah berpanjang lebar, bagi saya Ahok itu anomali yang fenomenal. Pemimpin yang tau bagaimana cara memimpin dan membangun. Meskipun ia dibabat ia akan tetap merambat, baik itu usaha kerja kerasnya maupun setiap perjuangan membangun Jakarta tercinta ini.

Begitu pula dengan semua yang mendukung dan bekerja bersama-sama dengan dia, semakin dibabat maka mereka akan semakin merambat. Bukankah orang akan selalu melihat hasil, bukan melihat mulut berbusa calon pemimpin yang hanya tau berjanji tetapi lupa mewujudkan janjinya ketika sudah terpilih! Semoga yang masih buta segera tercelikkan---Michael Sendow---

Thursday, September 3, 2015

Gianluigi Aponte Boss MSC

 Aponte, MSC, dan Bisnis Perkapalan
Gianluigi Aponte adalah seorang mantan kapten kapal ferry yang punya visi bisnis amat mengagumkan dan tajam. Gianluigi lahir di Sant'Agnello, Italy, namun kini ia sudah berwarga negara Swiss. Gianluigi ini mulai terjun ke dunia pelayaran sejak tahun 1970-an, bersama-sama dengan istri tercintanya, Rafaela. Ketika itu mereka bermaksud mendirikan perusahaan pelayarannya sendiri daripada harus terus menerus jadi kapten kapal, dan bekerja untuk orang lain. Nah, pada saat memulai bisnis pelayarannya, ia bersama dengan istrinya, mereka itu lalu kemudian secara resmi membuat satu perusahaan baru dengan jumlah kapal ‘hanya’ 1 kapal kargo saja, yangkala itu berlayar melayani Eropa dan Afrika semata. Kapal pertama yang dibelinya bernama Patricia, yang lantas kemudian disusul dengan membeli kapal ke dua diberi nama Rafaela, sesuai nama istrinya. Kapal yang dimilikinya mula-mula hanya beroperasi di antara laut Mediterranean dan Somalia, tempat yang termasuk sangat rawan dengan bajak lautnya. Perlahan namun pasti usahanya mulai berkembang, dan hasilnya mulai terlihat. Lalu usahanya itu bertumbuh dengan amat pesatnya. Jalur operasinya setelah tahun 1977 mulai meluas dan memasuki daerah northern Eropa, Africa dan selanjutnya ke lautan Indian, bahkan di era tahun 1980-an operasinya sudah menjangkau Amerika Utara dan Australia.

Dengan kepiawaian dan keahliannya di industri kepelayaran ia lalu membuat gebrakan hebat pada tahun 1988 yaitu masuk ke industri kapal pesiar. Perusahaan pribadi yang didirikan Gianluigi Aponte diberi nama Mediterranean Shipping, yang kemudian berganti nama dan dikenal saat ini dengan sebutan MSC (Mediterranean Shipping Company). Singkat cerita, semenjak tahun 2014 yang lalu ia pensiun dari posisinya sebagai CEO dan President MSC. Jabatan tersebut kemudian dipegang oleh anaknya, Diego Aponte. Setidaknya ada hal luar biasa menarik dan dapat memotivasi kita, yang lalu dapat kita pelajari dari Gianluigi ini. Perusahaan yang dibangunnya dengan hanya memiliki 1 kapal saja, kini sudah menjadi perusahaan container nomor dua terbesar di dunia setelah Maersk, yaitu dengan jumlah kapal container dan cargo yang dioperasikan tak kurang dari 470-an kapal. Gianluigi bahkan masuk dalam daftar Majalah Forbes di jajaran 200 orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih per bulan Agustus 2015 sebanyak $7.9 Billion. Bahwa ternyata, dalam hal apapun tidak ada yang mustahil asal saja kita bertekun dan bersungguh-sungguh di dalamnya. Ada seorang nelayan yang kemudian menjadi pengusaha kapal ikan yang kaya raya. Ada seorang insinyur kapal kargo yang menjadi pemilik perusahaan perkapalan. Ada seorang kapten kapal ferry yang kemudian menjadi billioner dan salah satu pemilik kapal terkaya di dunia. Kita boleh bermimpi, dan bahkan harus terus bermimpi serta punya mimpi-mimpi besar. Namun serempak kita juga harus bekerja keras dan bekerja besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar yang kita miliki tersebut.

Thursday, August 27, 2015

Rambut Rontok Salah Siapa?



Bagi seorang lelaki sejati maka “penyakit” rambut rontok adalah musibah amat dahsyat dalam kehidupannya. Kerontokan rambut dapat melahirkan rasa kurang percaya diri dan minder yang bertubi-tubi datangnya. Jikalau kepala kita mulai membotak, Kemanapun kita pergi dan bersosialisasi maka bisa jadi kepala kita akan menjadi pusat perhatian dan sorotan banyak pasang mata. Kita lantas kemudian mulai merasa salah tingkah dan juga rasa kurang percaya diri mulai menampak. Ini jugalah salah satu alasan utama kenapa ada banyak pria berusaha sekuat mungkin memelihara rambut mereka tetap sehat dan tertata rapi, dan bila perlu maka ketika rambut mulai rontok mereka akan cepat-cepat bergegas membenahinya dengan berbagai cara maupun pengobatan. Meskipun tentu saja tak sedikit yang masih kurang peduli dan bersikap masa bodoh. Ingatlah selalu, bahaya mengancam di depan pintu, bahaya itu adalah rambut rontok. Kalau itu sampai terjadi, musibah mengancam rasa percaya diri Anda sudah tiba.

Kerontokan rambut dapat berujung pada kebotakan. Ini adalah sebuah keniscayaan bilamana rambut yang mulai rontok tidak sesegera mungkin ditangani. Penyebab kerontokan memang ada banyak, namun apabila kerontokan tersebut dicegah sedini mungkin maka paling tidak kepala kita akan terhindar dari kebotakan menyeluruh yang sungguh menyebalkan itu. Jangan tunggu sampai rambut botak baru mulai memikirkan cara bagaimana menumbuhkan kembali rambut yang sudah tidak ada lagi di kepala kita itu. Bukankah ada ujar-ujar kuno namun tetap abadi yang berkata bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati? Jadi, tunggu apa lagi? Jangan tunggu kepala botak dulu, tetapi bersegeralah menjaga dan memelihara rambutmu mulai sekarang juga. Ingat, tampil percaya diri dengan rambut sehat dan bebas kebotakan adalah sebuah kemestian bagi pria masa kini dalam bekerja dan berkarya. Siapapun dan sebagai apapun Anda bekerja, maka tampil percaya diri akan selalu dibutuhkan dan menjadi yang utama. Obat penumbuh rambut pun jadi pilihan tepat.

Nah, ada begitu banyak pertanyaan yang mengemuka yang sangat sering saya dengar mengenai kondisi rambut dan kepala. Umpamanya saja pertanyaan tentang bagaimana sih cara merawat rambut supaya tetap lebat dan sehat? Ini pertanyaan klasik turun temurun. Selama belasan tahun tinggal di Amerika, pertanyaan serupa sudah sering saya dengar. Begitu juga di Indonesia ini, dan di kampong halaman saya. Jadi dimana pun dan oleh bangsa apapun, maka masalah rambut selalu menjadi perhatian dan buah bibir. Ini kenyataan yang tidak dapat kita tepis dan singkirkan hanya oleh karena kita merasa bahwa rambut kita sudah bagus. Siapapun dapat terkena “penyakit” rambut rontok dan kepala botak, itu akan terjadi cepat atau lambat tentu saja bila kita tidak rajin merawat dan memelihara rambut kita. Benda mati saja kita rawat dengan baik dan sangat hati-hati, apalagi rambut yang notabene “hidup” alias bertumbuh dan berkembang, serta bertambah panjang. Jadi, rawatlah rambut Anda selagi masih ada waktu. Kalau Anda pernah dengar istilah yang sudah menasional bahwa “Rambut adalah mahkota perempuan,” maka kita juga dapat berkata saat ini bahwa “Rambut adalah mahkota pria masa kini!”

Sekarang kita coba masuk ke hal yang lebih teknis lagi, yaitu kira-kira bagaimana cara mengatasi rambut rontok dan apakah ada obat penumbuh rambut? Maksudnya tentu bukan sembarang obat penumbuh rambut namun obat yang dapat dibilang memang memiliki khasiat tersebut secara nyata dan alami. Seperti yang dapat dibaca pada alinea-alinea sebelumnya di atas tadi, tentulah mencegah kerontokan akan selalu lebih baik daripada mengobati. Akan tetapi acap kali kita terlanjur melupakan pencegahan tersebut sampai kemudian rambut di kepala kita benar-benar mulai menghilang, barulah kita seakan tersadar. Nah, kalau sudah demikian adanya ‘nasib’ rambut di kepala kita maka mau tidak mau tindakan mengatasi rambut rontok dan penggunaan obat penumbuh rambutlah yang mesti kita lakukan serta gunakan.

Bukan mau berpromosi, namun saya bermaksud mengabarkan sebuah “kabar baik” bagi para pria modern masa kini. Bagi para pria sejati dimana pun Anda berada. Dan tentu saja bagi mereka yang sementara mengalami masalah kerontokan rambut. Bahwa sejak tahun 2014 kemarin sebetulnya sudah beredar di pasaran apa yang namanya HG Shampoo & Hair Tonic. Bahkan sejak April 2015, barang yang sama juga yang diperuntukkan bagi para wanita sudah beredar di pasaran. Kaum perempuan tentu tidak mau kalah dari kaum pria dalam hal menjaga dan merawat rambutnya, sebab justru merekalah yang punya rambut indah nan berseri. Apa sebab saya menganjurkan untuk menggunakan HG Shampoo & Hair Tonic ini, itu adalah oleh karena saya sudah mencobanya, dan juga banyak rekan-rekan saya yang sudah menggunakan dan memperoleh manfaatnya secara signifikan. It is my choice of confidence. How about you? Jangan biarkan rambut rontok membatasi ruang gerak dan aktivitas kita.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa HG Shampoo & Hair Tonic adalah semacam seri perawatan rambut untuk pria yang berasal dari bahan alami, aman digunakan dan tidak memiliki efek samping, dan lalu kemudian bahan alami tersebut diformulasikan secara khusus untuk antara lain menumbuhkan rambut, menebalkan rambut, mengurangi kerontokan rambut, serta menghambat proses pertumbuhan uban. Sangat lengkap bukan? Lantas ada lagi yang bertanya bagaimana sih sebetulnya cara kerjanya? HG Shampoo & Hair Tonic bekerja dengan cara pertama-tama ia melancarkan peredaran darah di kulit kepala, lalu ia menutrisi dan menyehatkan akar rambut, kemudian ia akan menumbuhkan rambut dan serempak menebalkan rambut di kepala. (Sumber informasi: website HG Shampoo & hair Tonic). 

Rambut rontok itu sebenarnya bukan salah siapa-siapa yang lain selain diri kita sendiri. Bukan salah orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan. Bila kita mengalami rambut rontok maka itu sesungguhnya adalah salah kita sendiri. Kesalahan utama kita adalah oleh karena kerap kali kita tidak memperhatikan kesehatan rambut kita dengan baik, kita juga tidak merawat rambut kita dengan baik dan secara rutin. Kita juga tak jarang mengabaikan berita-berita baik dan kabar-kabar positif tentang berbagai petunjuk tentang cara dan obat perawatan rambut yang terjamin dan berkualitas. Kita lupa dan tak sadar bahwa kesehatan dan perawatan rambut itu amat sangat penting.

Akhirnya, kalau saat ini dunia sementara berjuang memberantas kemiskinan dan kemelaratan, juga ada sejumlah negara yang mati-matian melawan kerusakan hutan serta menyelamatkan hutan dari kegundulan alias kebotakan, maka kaum pria sejati sementara berjuang juga dan berpromosi dalam melawan kerontokan dan kebotakan rambut. Ayo, mari kita bebaskan dunia ini dari “penyakit” kebotakan akibat rambut rontok. Mulailah dari diri sendiri dulu. Semboyan jenaka kita dalah ini, “Dunia bebas dari kebotakan, pria sejati bebas dari kerontokan”. Semoga.






Banner HG Shampoo Blog Contest


#MencegahKebotakan







Sunday, August 9, 2015

Polisi Tidur

Polisi tidur tentu sudah sangat sering kita dengar. Tulisan kali ini, saya ingin menulis tentang polisi tidur. Bukan bercerita tentang banyaknya polisi yang tidur kala bekerja loh. Sama sekali bukan itu. Tulisan ringan kali ini hanyalah tentang “Polisi Tidur” alias pengurang kecepatan kendaraan bermotor. Sleeping policeman. Namanya polisi tidur, pada banyak kesempatan ia sering berfungsi membangunkan penumpang yang lagi tidur atau ketiduran di mobil.

Nah, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan, maka secara jelas tertulis di situ bahwa fungsinya adalah sebagai alat pengendali dan pengaman pemakai jalan. Misalnya ini, sudah tertuang dalam KEPMEN tersebut adalah bahwa:
Alat pengendali pemakai jalan digunakan untuk pengendalian atau pembatasan terhadap kecepatan, ukuran muatan kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu, terdiri dari :

(1) Alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatannya. Dengan cara peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan, dengan ketentuan sebagai berikut :
(a) Bentuk penampang melintang menyerupai trapesium.
(b) Dan bagian menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm dan penampang kedua sisinya mempunyai kelandaian 15 %.
(c) Dengan lebar mendatar bagian atas proporsional dengan bagian menonjol diatas badan jalan dan minimum 15 cm.
(d) Ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal III C dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.
(e) Penempatannya didahului dengan dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu lalu lintas.
(f) Diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih (Pasal 4)

Wednesday, July 8, 2015

Bitung Sulawesi Utara Berbenah Diri

Di Tangerang Banten ada kota Bitung, nah di Sulawesi Utara juga ternyata ada kota bernama Bitung. Kota pinggir pantai inilah yang akan menjadi objek penulisan saya kali ini, dan tentu saja objek perjalanan Anda. Anggap saja, Anda berjalan-jalan ke Bitung lewat tulisan ini. Harapan saya semoga saja perjalanan Anda menyenangkan, dan tidak mabok perjalanan.

Menurut catatan sejarah, maka dapat kita temui bahwa konon ‘Bitung’ itu sebetulnya diambil dari nama sebuah pohon yang kala itu banyak tumbuh di daerah Utara Jazirah Pulau Sulawesi. Pohon itu adalah pohon Witung yang lantas disebut Bitung. Kemudian penduduk di situ yang pertama kali memberikan nama Bitung adalah Dotu (tua-tua / orang yang dituakan) Hermanus Sompotan, jangan heran kalau kini Hermanus dan Sompotan adalah termasuk marga (fam) yang cukup dominan terutama di Minahasa Utara (Minut) dan daerah sekitar Bitung juga. Dotu Hermanus Sompotan ini waktu itu ditemani juga beberapa dotu lainnya, antara lain seperti Dotu Rotti, Dotu Wullur, Dotu Ganda, Dotu Katuuk, serta Dotu Lengkong. Marga-marga tersebut itu juga sekarang banyak dijumpai dan tersebar di Minahasa dan Manado. Kalau leluhur saya, ini katanya sih, adalah Dotu Sendow yang berkuasa di sekitar sungai yang akhirnya sungai itu sampai saat ini dinamai Sungai Sendowan. Ada Bukit Lengkoan yang sangat jelas terlihat dari Desa Sonder, yang bisa jadi dulu dikuasai oleh Dotu Lengkong, siapa tahu. Sejarah tanah leluhur dan kampung halaman kita memang harus terus kita gali dan pelajari, supaya kelak tidak hilang tergerus zaman.

Kini mari kita mulai perjalanan singkat kita. Kita start dari Manado saja biar gampang. Kalau berkunjung ke Bitung tentu jangan lupa untuk ke kota Manado terlebih dahulu, itulah yang selalu saya lakukan, oleh karena memang mesti dari Manado baru perjalanan ke Bitung menjadi berkesan hehehe. Jaraknya juga kan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 45 KM, kalau tidak macet bisa saja ditempuh dalam 30-45 menit, kalau macet bisa sampai 1.5 jam atau lebih tergantung tingkat kemacetan. Kalau jalan kaki tentu lebih lama lagi, bisa satu hari, sudah termasuk istirahat makan minum. Mudahan-mudahan rencana pembangun jalan tol dari dan ke Bitung akan segera terealisasi.

Sebelum memasuki kota Bitung, kita melewati banyak desa dan perkebunan kelapa. Di beberapa desa tersebut ternyata halaman-halaman rumah para penduduknya banyak ditumbuhi pohon rambutan dan langsat, serta juga pohon mangga. Mungkin daerah lain buah-buahnya adalah papaya, mangga, pisang, jamu…..Ciri khas desa-desa menuju Bitung tersebut adalah mangga, rambutan, langsat – typical tropical fruits. Kalau lagi musim buah maka paling asyik lewat situ, warna hijaunya mangga, merah rambutan, dan kuning langsat bakalan rame menghiasi halaman rumah penduduk, membuat mata seolah tak berkedip menatapnya, ingin segera mengunyahnya. Pada saat itu jadi kayak musim kampanye saja, jalanan dikuasai tiga warna monopoli partai, merah, kuning dan hijau. Itu dulu, kalau sekarang warnanya sudah bertambah banyak kan seiring bertambahnya jumlah partai. Bagaimana kira-kira ya kalau musim buah berbarengan dengan musim kampanye? Bisa jadi buah dan bendera tak bisa dibedain lagi, karena banyak bendera sering nancap di pohon kan? Hehehe….

Thursday, June 18, 2015

Kita Semakin Kehabisan Air Bersih




Selama ini kita semua tahu bahwa bumi kita diliputi air. Bahkan ketika dipotret dari satelit bumi nampaknya dipenuhi lautan biru. Air begitu melimpah. Jangan heran pula terjadi banjir di mana-mana, sepertinya laut tidak lagi dapat menampung air yang mengalir ke laut itu. Tapi benarkah demikian? Benarkah bahwa air begitu melimpah di bumi ini? Tidak terlalu tepat. USGS (United States Geological Survey) memberikan kita sebuah ilustrasi sederhana untuk membandingkan seperti apa sesungguhnya jumlah air di bumi yang kita diami ini.

Menurut USGS, sekalipun seluruh air di Bumi dikumpulkan dan kemudian dibentuk menjadi seperti bola, sebagaimana bumi juga berbentuk seperti bola, maka akan nampak jelas betapa ‘bola air’ tersebut begitu kecil dan imut. Bola air itu hanya memiliki ukuran diameter sepanjang 860 mil (1.385 km), sangat mungkin hanya sepertiga dari ukuran Bulan.

Ilustrasi itu dibuat oleh seorang bernama Jack Masak di Woods Hole Oceanographic Institution. Menurut beberapa penelitian, jumlah air di Bumi yang kita tinggali ini sebenarnya mencapai 332.500.000 km kubik. Namun dengan memakai hipotesa bola di atas tadi, maka gambaran banyaknya jumlah air menjadi lebih dapat dipahami. Lantas tentu saja kita jadi berpikir-pikir mengapa bumi kita dikenal dengan sebutan dunia berair atau watery world?

Permukaan bumi memang banyak dipenuhi air, tapi dibanding diameter dan kedalam bumi maka jumlah air itu tidak seberapa alias terlalu dangkal. Air hanya nampak banyak dipermukaan bumi. Belum lagi kalau kita bicara tentang berapa persen dari jumlah air itu yang dapat kita konsumsi atau bersih untuk dipakai sebagai bahan kehidupan kita, atau banyak yang menyebutnya digunakan sebagai ‘air kehidupan’.

Sumber air minun kita hanyalah sungai, danau dan aquifer (lapisan batu karang atau pasir di bawah tanah yang menahan air). Sangatlah terbatas. Berapa banyak air yang bisa kita konsumsi? Tidak terlalu banyak. Memang kelihatannya sebagian besar bumi diisi oleh air, tapi ternyata jumlah atau komposisi air tawar yang bisa dikonsumsi manusia untuk minum tidak lebih dari 2,5 persen, sumber yang lain bahkan mengatakan bahwa jumlah air tawar di bumi ini adalah 2.5 persen saja, dan hanya 1 persen yang dapat diminum. Sangat sedikit.

Wednesday, June 10, 2015

Hidup Nyaman?

Bagi yang punya mobil, tentu akan sangat peham dan tahu betul dengan apa yang disebutkan sebagai sertifikat kepemilikan? Di Amerika, sertikat tersebut dibilang atau diistilahkan sebagai Certificate of Entitlement (COE). Nah, biasanya tanpa sertifikat ini, perusahaan Asuransi di sana tidak akan mau mengasuransikan mobil tersebut. Dan tanpa asuransi, selain driver license (SIM) tentunya, maka jangan coba-coba mengemudikan mobil Anda. Sebab bukan hanya akan ditilang, mobil Anda pun bakalan ditahan dan di-towing.

Sebagian besar orang-orang kaya di Amerika, dan bahkan juga yang belum kaya sekalipun, pernah mengatakan kepada saya bahwa mereka memang terlahir untuk mengecapi nikmatnya hidup di dunia ini, termasuk merasakan bagaimana hidup dengan punya banyak uang. Orang-orang di negara maju lainnya juga, saya rasa banyak yang memiliki pemahaman yang sama seperti itu. Jadi, seperti seorang pemilik mobil memiliki COE, maka mereka merasa bahwa mereka itu punya COE of life. Tidak bisa tidak. Apalagi kalau bapaknya seorang kaya kaya raya. Atau keluarganya ada yang pejabat tinggi negara. Lebih tepatnya, mereka merasa punya hak untuk menikmati hidup penuh kenyamanan dan kesenangan, apapun alasannya dan bagaimanapun cara memperolehnya. Tidak sedikit yang menolak bila tidak menjadi kaya. Orang pintar akan menuntut supaya ia mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus (karena ia pintar), dan mencetak banyak dollar. Orang ternama serta terkenal menginginkan peran lebih lagi, supaya pundi-pundi dollarnya semakin menumpuk.

Jangan heran bila banyak orang kaya merasa bahwa seakan-akan hanya merekalah penguasa jalan raya dengan mobil mewahnya, yang lain silahkan minggir ke selokan. Bahwa merekalah yang menguasai airport dengan jet pribadinya, yang lain silahkan antri di pinggiran. Merekalah pemilik rumah-rumah mewah, yang lain boleh numpang dulu di bawah jembatan. Pokoknya comfortable life sudah menjadi kartu mati buat mereka. Bahkan, lebih aneh lagi, yang belum kaya pun memiliki pemahaman yang sama: Bahwa mereka juga harus memiliki Certificate of Entitlement of good life. Apapun alasannya. Nah, jangan heran juga jika para pejabat negara kita sekarang terjangkiti dengan polah hidup orang-orang yang merasa sok menguasai kemanisan dan kenyamanan hidup. Gaji PNS tidak cukup, merekapun getol korupsi. Tunjangan jabatan dirasa tidak cukup, korupsi pun jadi alternatif.

Banyak orang merasa bahwa mereka punya segala hak untuk umpamanya, liburan ke luar negeri minimal setahun sekali, harus punya mobil, harus mendapat pekerjaan yang mantap, harus diperhatikan pemerintah dan dibantu terus menerus, harus memakai baju paling baru setiap minggu, dan masih banyak lagi keinginan-keinginan (yang lalu dianggap sebagai ‘hak’ mereka).


Film Captain Phillips


13823509301647540264

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kesempatan nonton sebuah film yang sangat apik dan mendebarkan. Memang film tersebut sudah lama diputar di bioskop-bioskop di Indonesia, namun masih sangat layak untuk kembali ditonton. Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata (based on true story) ini benar-benar luar biasa, menceritakan tentang sebuah kapal container yang dibajak oleh empat orang bajak laut (pirates) asal Somalia. Film ini menjadi sangat menggugah dan terasa begitu mengesankan karena akting menawan dari seorang aktor kawakan pemenang dua kali piala Oscar, Tom Hanks. Saya juga begitu menyukai film ini karena saya memang bekerja di lingkungan pelayaran, di mana salah satu tugas saya adalah memberikan briefing mengenai piracy dan the danger of piracy attack.

Kapal kontainer Maersk Alabama yang bermuatan 17 ribu metrik ton kargo, dengan jumlah awak 20 orang kala itu sedang berlayar menuju Mombasa, Kenya. Dalam perjalanan menuju Mombasa itulah kapal ini kemudian diserang oleh empat orang pembajak bersenjata asal Somalia. Dari situlah, adegan demi adegan penuh drama dapat kita saksikan pada film yang di sutradaraiPaul Greengrass ini. Sutradara kenamaan yang juga menangani dua film pemenang Oscar, The Bourne Ultimatum dan The Bourne Supremacy. 

Sebelum kapal tersebut dibajak, satu hari sebelumnya para awak kapal baru saja melakukan latihan tentang bagaimana menghadapi para bajak laut (anti-piracy training). Training tersebut mencakup juga anti-terror, basic safety, first aid, dan lain sebagainya. Nah, pada hari Rabu subuh, ketika alarm peringatan adanya serangan bajak laut berbunyi, tepatnya tanggal 8 April 2009, maka Mike Perry yang adalah Chief Engineer (C/E) di kapal itu kemudian membawa 14 orang awak kapal untuk disembunyikan di dalam "secure room" di lantai dasar ruang mesin.

Sepanjang film ini dipenuhi dengan adegan drama bagaimana Captain Phillips (master di atas kapal) berjuang untuk menang atas bajak laut, baik secara akal maupun secara mental. Sebelum empat bajak laut asa Somalia itu berhasil naik ke atas kapal, Captain Phillips dan awak kapal Maersk Alabama berhasil membuat satu boat milik para pembajak berbalik arah, lantas lari tunggang langgang karena diperdaya Captain dengan komunikasi rekayasa, seakan-akan sudah berhubungan dengan militer dan mereka akan segera di tolong oleh pasukan tempur Amerika.
Alur cerita film ini praktis hampir seluruhnya adalah di atas laut. Ditampilkan secara detail tentang bagaimana sikap seorang kapten kapal senior dan berpengalaman (Kapten Phillips diperankan oleh Tom Hanks) dalam menghadapi tekanan dan sikap tak sabar empat bajak laut Somalia yang berhasil naik ke atas kapal. Bagaimana hebatnya mereka bertahan untuk tidak membuat keselahan sekecil apapun, mengingat moncong senapan senantiasa terarah di depan wajah mereka. Dalam situasi seperti ini memang penting diingat untuk tidak berusaha menjadi pahlawan dengan cara melawan secara membabibuta.

Nasib Tukang Becak


1383380825969813467

Sudah lima kali saya mengunjungi kota Semarang. Tidak pernah bosan rasanya mata ini dimanjakan oleh keindahan Semarang. Menginap di seputaran Simpang Lima sebagai pusatnya keramaian Semarang, sangat tepat dan pas. Ini adalah betul-betul tempat yang cocok, dan jelas tidak mungkin saya salah pilih. Wisata kuliner di tempat ini pun sepertinya menjadi ciri khas tersendiri, apalagi bila malam telah tiba, maka tak pernah alpa saya berjalan menuju ke tenda-tenda yang banyak menjual jagung bakar. Nah, ini adalah salah satu makanan ringan kesukaan saya, oleh sebab itu selama di Semarang jagung bakar menjadi teman setia saya.

Kali ini ada yang menarik dari perjalanan saya yang ingin saya tuliskan. Keindahan Semarang memang sudah tidak diragukan lagi. Tapi yang hendak saya angkat kali ini adalah tentang becak, dan si tukang becak di Semarang. Mungkin ini hanyalah sepenggal pengalaman kecil yang entah kenapa secara spontan terbesit untuk saya tulis. Di balik semuanya itu, satu hal yang amat pasti adalah bahwa perjalanan dan pengalaman yang yang sangat dapatkan di Semarang, sungguhlah berarti, setidak-tidaknya bagi saya pribadi.

Ada apa sebenarnya dengan yang namanya becak, dan kenapa saya sepertinya begitu tertarik dengannya? Begini, sewaktu di Semarang selama tiga hari berturut-turut, saya tidak pernah melewatkan untuk menggunakan jasa angkutan yang masih menggunakan tenaga manusia ini. Saya memutari Simpang Lima, kemudian menyisir jalanan di kota tua, termasuk juga singgah untuk sekedar menguji nyali saya di Lawang Sewu (yang sangat terkenal dengan sebutan gedung seribu pintu dan begitu menyeramkan itu), sampai akhirnya berhenti sejenak untuk foto-foto di Sam Pho Khong, tempat di mana Laksamana Cheng Ho mendarat. Orang China yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Semarang. Seluruh perjalanan saya tersebut menggunakan becak. Tentu bukan saya yang mengayuh becaknya, tapi orang lain.

Nah, menurut catatan yang saya temukan, kata becak itu sendiri berasal dari sebuah kata yang diambil dari bahasa Hokkien “be chia” yang artinya kereta kuda. Lucunya atau uniknya, bahwa moda transportasi beroda tiga ini bukan ditarik oleh kuda namun oleh manusia, bahkan banyak yang sudah tua usianya. Tapi ya begitulah, menjadi pengemudi becak bisa jadi adalah salah satu dari banyak cara untuk mendapatkan nafkah yang paling mudah. Karenanya jangan heran bila jumlah pengemudi becak di beberapa daerah yang sulit mendapatkan pekerjaan, maka jumlahnya akan menjadi sangat banyak juga.