EnGLiSh


INTRODUCTION
Tulisan ini muncul karena terinspirasi dari berbagai kejadian baik yang menimpa saya, teman saya, atau orang-orang yang tidak saya kenal sekalipun. Kejadian yang terjadi entah di kampung halaman saya, di kota besar – sebesar Jakarta- pun ketika melanglang buana selama lebih dari sepuluh tahun ke negeri orang, tepatnya di Amerika Serikat.

Seperti yang pernah, dan bahkan mungkin masih kita pelajari sampai saat ini di sekolah-sekolah maupun universitas-universitas (yang terkenal maupun tidak terkenal sama sekali) bahwa belajar Bahasa Inggris memiliki metode-metode baku dan tentu saja (katanya) you have to follow that rule in order to become good English speaker. Itu perlu diakui ada benarnya. Walau saya juga tidak akan sepenuhnya membenarkan semua metode-metode tersebut. Tidak salah memang kita belajar English secara konvensional (dan baku!), tapi apa salahnya juga kalau kita belajar secara kreatif dan lepas dari metode-metode baku tersebut. Ketika belanja di sebuah pusat perbelanjaan di Rahway (sebuah desa di New Jersey Amerika) saya sempat diketawain para penjual di sana ketika membeli dan menawar sesuatu dengan memakai bahasa buku dan bahasa baku. Tentu saya harus menyesuaikan dengan memakai Inggris “pasar” dong yah, biar berbaur dan terlihat “orang dalam” di pasar tersebut. J

Nah, apa jadinya ketika saya hendak membeli satu liter bawang di pasar lalu kemudian saya pun berucap “ Ibu Budi, adakah engkau menjual bawang? Sebab bahwasanya saya hendak membelinya sebanyak satu liter, dan bolehkah engkau juga memberitahukan kepada saya berapa harganya wahai Ibu Budi yang terhormat” Wk..wk..wk….jangan-jangan sang penjual langsung kabur dikiranya saya ini gila. Atau ia merasa terganggu karena harus melayani pembeli lainnya yang sepintas lalu terlihat lebih normal dari saya, heeemmmm.

Hal-hal kecil dan sepele seperti itu sering luput dari perhatian kita, dan bagi para English native speaker berlaku hukum yang sama pula. Ada kalanya kita harus berbicara sebagaimana adanya, sopan, halus, teratur, no grammatical error, with politness, dan sebagainya. Tapi di sisi yang lain kita harus menyesuaikan dengan situasi dan lingkungan sekitar, kita harus bersikap fleksibel dan bertindak adaptive. Kalau itu kita lakukan, percayalah…niscaya kita bisa masuk dan diterima di semua ‘level’ atau kalangan pergaulan dan strata masyarakat (society).

BAHASA INGGRIS UNTUK UMUM & PELAUT

NOTE: Untuk membeli buku ini silahkan hubungi Indie Publishing.

Website: www.Indie-Publishing.com
FB: indiepublishing |Twitter: @IndiPublishing
Email: admin@indie-publishing.com
Tlp.: 021-77880581 | PIN BB 29EB65ED


Penulis : Michael E. Sendow
Layout & Cover : Eka Pinsi Dintha
Diterbitkan pertama kali oleh : Indie Publishing.
Perum. Depok Maharaja Blok P14 No.4
Pancoran Mas, Depok - Jawa Barat.

 Telp. 77880581
 admin@indie-publishing.com
 www.Indie-Publishing.com

Cetakan Pertama, Juli 2013
ISBN : 978-602-281-022-3
Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Bahasa Inggris Untuk Umum & Pelaut; Penyunting : -
Depok : Indie Publishing, 2013
xii + 105 hal; 14x21 cm
I. Judul, II. Michael E. Sendow
_________________________



Dalam mempelajari bahasa Inggris sudah sangat sering kita mendengar bahwa untuk belajar bahasa Inggris kita harus berbicara (speaking) sesering mungkin. Akan tetapi ada permasalahan yang menyeruak muncul. Apa lagi itu haa? Masalah yang akan muncul adalah apabila kita mendapatkan input-input English yang keliru dari sekitar kita. Atau orang menyebutnya sebagai bad sufficient inputs of English, atau bahkan lebih gawat lagi kalau ternyata tidak ada input sama sekali yang kita terima. 

Lantas apa yang akan terjadi kemudian? Bila Anda tidak memiliki masukan-masukan yang ‘layak’ mengenai kata-kata bahasa Inggris, maka otomatis kalimat-kalimat yang hendak Anda bangun pun akan menjadi keliru dan tak karu-karuan. Lebih parah lagi, jika kemudian kalimat-kalimat keliru yang sudah Anda bentuk itu tidak ada yang mengoreksinya, alhasil Anda akan menganggapnya sebagai sesuatu yang benar, tak perlu diperbaiki lagi. Nah selanjutnya sudah jelas, bahwa Anda akan berpikir bahwa kalimat-kalimat yang sudah dihasilkan adalah benar, dan akhirnya pikiran Anda akan dipenuhi dengan kalimat-kalimat bahasa Inggris yang salah.
So, if you want to practice talking in English, you “must” make sure that the people around you will be in a position to correct you as soon as you make the mistake. You got that, mates? If you want to practice speaking in English, you have to speak English correctly. If you speak incorrectly you “must know” that you have spoken incorrectly.

Sayangnya kebanyakan kita memang belajar bahasa Inggris di lingkungan yang bukan penutur asli bahasa Inggris, bahkan kebanyakan adalah mereka-mereka yang tidak mengerti satu kata apapun dalam bahasa Inggris. Yah, mau bilang apa lagi? You have to find a way, bro! Kalau memang masih susah menemukan lingkungan yang sesuai, maka Anda bolehlah perbanyak mendapatkan input dari acara-acara bahasa Inggris di televise, radio, baca koran dan majalah serta buku berbahasa Inggris, serta perbanyaklah berteman dengan orang-orang bule (native speaker) di luar sana melalui FB kek, Twitter kek, LinkedIn, atau jejaring sosial apapun.

Waktu Anda masih bayi sekalipun, bukankah Anda sudah belajar berbahasa dengan mendengar apa yang terjadi di sekitarmu pun ketika mendengar mommy and daddy berbicara? Begitulah faktanya, bahwa kita sebenarnya belajar mengucap dari apa yang kita lihat dan dengar, lebih tepatnya kita mengadaptasi dan mengadopsi apa yang terjadi di sekitar kita. Yup, exactly! Itu betul sekali: Learning is done by imitation! Semakin banyak input yang kita terima, maka akan semakin banyak kalimat yang tersedia untuk diadopsi dan diimitasikan oleh otak kita. Anda percaya tidak? Tentu harus percaya dong ya? Kalau tidak? Cobalah Anda praktekkan, pasti hasilnya sama. Anda pergi tinggal sendirian di tengah hutan Amazone atau hutan Kalimantan, sekali lagi sendirian, maka lihatlah saudara-saudaraku, mana bisa Anda akan mendapatkan input tentang correct English dibanding dengan ketika Anda tinggal di ‘hutan Newyork’ yang penuh manusia-manusia yang berbahasa Inggris.

Makanya sekali lagi guys, saya hanya ingin kembali mengulang dan mengatakan bahwasanya cara terbaik menjadi fluent dalam berbahasa Inggris adalah ketika Anda speak up the words, the whole sentences rather than be so silent! Well, that’s the way it is friends. Tapi hal lain yang teramat penting untuk tidak diabaikan setelahnya adalah memperoleh INPUT yang tepat pula. That’s all.
Ingat kutipan ini “You must try to get ‘as much as possible’ input of correct English. The more input you get the more sentences you will be able to form correctly. The more sentences you can form correctly the more your confidence of speaking English will increase and the more you will learn!” Paham? Mudah-mudahan!

***

“Lingkungan yang keliru akan mengajarkan kita hal-hal yang keliru pula”---Michael Sendow.

 
Aduh, Saya Sakit Apa sih?

Pernah suatu ketika teman saya terkena serangan penyakit yang untuk orang Manado disebut sebagai ’mata pete’. Penyakit yang sering menyerang orang pada usia apapun. Mata sang penderita menjadi berwarna merah jambu dar berair. Lengket. Kadang susah dibuka. Penyakit yang dalam bahasa umumnya dikenal dengan sebutan mata merah itu bahasa Inggrisnya ternyata disebut sebagai pink-eye.

Ada lagi penyakit unik yang sering menyerang kulit kita. Ia dikenal dengan sebutan panu. Kalau ia menginap di punggung kita, maka sudah pasti di permukaan kulit kita akan terlihat bintik-bintik putih yang menyebar di sebagian pun di seantero kulit. Lalu apa kira-kira nama penyakit ini dalam bahasa Inggris? Mau tahu? Bener-bener mau tahu toh…sini saya bisikin, nama penyakit itu kalau di Amerika sering disebut dengan ringworm. Udah tahu sekarang kan? Mandi yang bersih, dan jangan mandi sewaktu badan lagi berkeringat untuk mencegah penyakit ini. Hehehe supaya lebih maknyus tentu saja Anda harus berkonsultasi dengan dokter di sekitar Anda, bukan ke saya, saya kan hanya menulis mengenai bahasanya.

Waktu saya masih berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pernah dihinggapi jenis penyakit yang bikin saya malu minta ampun. Penyakit yang oleh sebagian orang dikenal dengan sebutan cacar air, ada pula sebagian daerah yang menyebutnya sebagai ’luti air’. Nah, penyakit yang satu ini sering menjangkiti anak-anak dna katanya setiap mereka yang sudah terjangkiti tidak akan lagi menderita untuk kali kedua. Tapi tahukah Anda apa nama penyakit ini dalam bahasa Inggris? Yup! Seratus untuk Anda-anda yang menjawab dengar benar, jawabannya tidak lain tidak bukan chicken-pox.

Lalu ada pula penyakit yang menyebabkan gusi berdarah, yang kata sebagian orang bahwa penyakit itu sering menyerang orang-orang tua, tapi tunggu dulu, ternyata penyakit itu juga dapat dialami olah anak-anak dan remaja, ponakan saya saja pernah mengalaminya. Lalu sebuah pertanyaan lagi menyeruak untuk sesegera mungkin dijawab oleh anda, apa sih nama penyakit ini dalam bahasa Inggris? Penyakit yang sering membuat mulut seseorang tidak nyaman dan ketika buang ludah ada darah yang ikut keluar? Namanya so pasti adalah Gum Disease. Entah kenapa mereka menyebutnya demikian, tapi tentu saja pasti ada alasannya kenapa demikian adanya sebutan tersebut. Oke? Ya okelah…kita lanjutkan saja.

Penyakit berikut ini saya alami sendiri semasa di Amerika. Nah, sakit tidak suka dan takutnya saya memelihara penyakit, terpaksalah saya harus memeriksakan diri ke dokter. Tapi waktu ditanyai sakit apa, saya yang kebetulan belum begitu paham penyakit apa yang saya derita hanya melongo ketika ditanyai. Aduh, saya sakit apa sih ini? Jangankan bahasa Inggrisnya bahasa Indonesianya saja saya masih bingung apa namanya. Itu lho, sakit yang menyebabkan antara jari-jari kaki kita seperti luka-luka, perih, dan berdarah. Gatal untuk digaruk tapi juga perih sangat. Nanti setelah saya konsultasi dengan dokter baru saya tahu bahwa saya lagi kena athlete's foot disease. Bukan kaki saya menjadi seperti kaki atlit olahraga ya! Hahaha…tapi penyakit ini disebabkan oleh semacam fungus yang menginfeksi kaki saya. Nama penyakit ini juga dikenal dengan bahasa yang lucu yaitu tinea pedis, kalau kita di Indonesia mungkin menyebutnya sebagai kutu air? Oalah….air juga ada kutunya yah?



***



“Takut bertanya sesat di Jalan, demikianlah orang bijak bersabda. Takut menjawab menghantar kepada kebinasaan, demikian saya menimpali”-------Michael Sendow.


 
Mau Belajar Bahasa Inggris, Harus Bagaimana?
Anda tidak perlu dan tidak harus ke mana-mana jikalau mau belajar bahasa Inggris. Ya! Tidaklah menjadi soal kalau sekiranya Anda punya banyak duit dan bercita-cita mau belajar bahasa Inggris langsung di negeri yang English Speaking Country, sebut saja America, United Kingdom, New Zealand, Australia, Canada, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan Anda yang tidak memiliki dana? Stop mimpi di siang bolong deh. Belajar saja dari negeri tercinta ini, kenapa emang? Nggak usahlah repot-repot pengen ke luar negeri. You don't have to go anywhere to become a fluent English speaker, boys and girls! Anda-anda sekalian hanya butuh melingkupi diri kalian dengan English. Yup, hanya itu. Sekali lagi, lingkupi diri Anda, keseharian Anda, kehidupan Anda dengan yang namanya English. This is it.
Emangnya bisa? Ya bisalah, sobat. Bagaimana caranya? Begini. Anda mulailah membuat rule alias peraturan di antara sesama teman, keluarga, atau bahkan sama pacar bahwa ada hari-hari tertentu yang sepanjang harinya kalian hanya boleh berkomunikasi dengan memakai bahasa Inggris, tidak boleh tidak, seberat apapun harus dijalani githu lho. Selain itu pergunakan teknologi sekitarmu sebagai sarana dan alat untuk belajar, misalnya laptop, ipad, Black Berry, bahkan kalau perlu setel lah siaran-siaran berbahasa Inggris, nonton film-film berbahasa Inggris. Percaya atau tidak Anda akan melihat sendiri improvement yang berarti atas kemampuan Anda berbahasa Inggris. Telaten dan serius sudah harus tentunya menjadi harga mati. Masak sih? Ya iyalah itu sudah harga mati, titik. Sekali lagi titik! Tanpa itu, nggak usah refot-refot belajar bahasa Inggris, belajar saja sana bahasa isyarat, jauh lebih gampang barangkali ya? He he he…

Mungkin Anda bertanya, masihkah ada cara lain untuk belajarnya? Oh tenang saja, tentu saja ada. Tapi bukan berarti dengan demikian Anda boleh mengabaikan apa yang tertulis dan termaktub di atas sana. Sama sekali tidak. Semua cara adalah saling melengkapi (mengikuti hukum dilengkapi dan melengkapi---hukum ciptaan saya sih kalau yang ini).  Nah, cara yang lain adalah dengan belajar lebih keras lagi tentang phrases. Aduh, makanan apa pula yang kau sebutkan itu sobat, mungkin demikianlah Anda ngedumel dalam hati, isn’t it?

  Ada begitu banyak mereka yang baru belajar bahasa Inggris membuat sebuah kalimat dengan mencantumkan begitu banyak kata (Anda akan ternganga-nganga melihat betapa banyak kata yang mereka ketahui), tapi ujung-ujungnya mereka tak sanggup membuat sebuah kalimat yang bagus dan baik. Mereka mengetahui banyak kata dalam bahasa Inggris, tapi kurang mampu membuat sebuah kalimat yang bagus dan baik (baca: proper). Anda mau tahu kenapa? Karena mereka tidak belajar tentang phrases. That’s all. Coba tengoklah anak-anak kecil yang lagi belajar bicara, mereka tidak hanya belajar mengenal kata demi kata, tapi mereka juga belajar menyusunnya menjadi suatu kalimat yang baik dan benar, “mama adek hausssss…minta minumnya dong, sedikit aja mamaaaa…”, yah seperti itulah ponakan saya tempo hari ketika meminta minum ke mamanya.

Ingat baik-baik pendapat ini: “If you know 1000 words, you might not be able to say one correct sentence. But if you know 1 phrase, you can make hundreds of correct sentences. If you know 100 phrases, you will be surprised at how many correct sentences you will be able to say. Finally, when you know only a 1000 phrases, you will be almost a fluent English speaker.” Anda percaya? Saya sih sangat percaya itu. Mudah-mudahan Anda juga deh.

Kita memang harus akui bahwa bahasa Inggris adalah bahasa paling common di seantero jagad raya ini (terkecuali ada alien dari planet lain yang datang mengajar bahasa mereka dan pada akhirnya menjadi bahasa semua umat manusia.) Dan saudara-saudara sekalian, oleh karenanya maka sudah barang tentu bahasa Inggris akan menjadi sangat krusial bagi kita untuk mengetahui seberapa jauh dan seberapa berkembang bahasa Inggris kita. Kita juga harus memastikan bahwa kita sendiri tahu langkah-langkah mengembangkan kemampuan kita dalam berbahasa Inggris. Masalahnya, tidak semua pelajaran pengembangan berbahasa Inggris dapat diperoleh dari ruang kelas, atau dengan kata lain kita tidak bisa menjadi fluent dalam berbahasa inggris hanya dengan karena kita pergi ke sekolah yang mengajarkan English. Is not that simple my friends!

Tentu contoh-contoh yang sudah saya paparkan di atas sedikitnya bolehlah membantu membuka cakrawala berpikir Anda tentang bagaimana mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris Anda. Sebagai tambahan, seperti yang sudah pernah saya tulis berkali-kali adalah juga tentunya dengan banyak membaca, serta banyak menulis.
Read Books (jangan cuman beli lalu simpan di lemari), jelas-jelas ini adalah sarana dan alat yang begitu mudah bagi Anda, tidak mengerti yang dibaca? Kembali buka kamus, dan seterusnya. Dengan banyak membaca Anda akan semakin mengetahui banyak hal menyangkut bahasa Inggris. Anda juga akan melihat banyak contoh bagaimana para penulis itu membuat dan menempatkan kalimat-kalimat mereka menjadi enak dibaca. Seperti tulisan saya ini barangkali? He he he...nggak segitunya lagi, becanda doang.

Banyak menulis juga so pasti akan sangat membantu Anda. Writing must be a good learning process. Menulislah yang gampang-gampang dulu, misalnya surat cinta ke sang pacar, toh kalau sekalipun banyak salahnya hanya akan diketawain pacar Anda bukan khalayak ramai (itupun kalau ia paham tentang English), lalu mulailah menulis yang lebih serius misalnya membuat laporan, catatan harian, dan sebagainya.

Setelah itu semua, maka tidaklah mengapa kalau Anda akhirnya berniat menulis artikel dalam bahasa Inggris, jurnal, dan tulisan ilmiah lainnya, malah sangat disarankan. Pokoknya semuanya pasti akan membuat Anda semakin fluent dan perkembangan signifikan akan Anda nikmati. After all, you’ll be surprised with your ability speaking English.

How else would you know how good or bad your work is unless you show it to others?

***


"What makes me happy is rewriting. . . . It's like cleaning house, getting rid of all the junk, getting things in the right order, tightening things up. I like the process of making writing neat." (Ellen Goodman)


 
“Cintailah pendengaranmu, hargailah matamu, tapi pergunakanlah mulutmu. Apa gunanya engkau mendengar sejuta kata tapi mulutmu bungkam seribu bahasa?”---Michael Sendow.


“Wow, Thanks God”?


Sering benar kita menggunakan ungkapan-ungkapan ekspresi dalam bahasa Inggris. Bahkan tidak jarang banyak anak-anak muda dengan pede (percaya diri) yang sangat tinggi saling berbalas-balasan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Apakah semuanya itu salah? Tentu tidak. Tapi mari kita sedikit maju lebih jauh lagi untuk melihat berbagai keganjilan dan kekeliruan yang terjadi.

Ada teman saya, saking gembiranya dikasih naik gaji lumayan gede sama bossnya, teriak kayak orang kesurupan “Oh yeah…Thanks God!”. Jadi rupa-rupanya ia mau mengganti ungkapan ‘syukurlah’ dengan memakai Bahasa Inggris. English bo! English coy!. Nah, tapi coba Anda tebak di mana letak kesalahan ungkapan teman saya tadi? Apa…? Seratus....! Anda ternyata lebih jeli dari teman saya itu. Jadi penggunaan “Thanks God” tersebut kurang tepat. Harusnya ekspresi rasa syukur tersebut harus berbunyi “Thank God” tanpa memakai huruf “S”. Sebab dengan menempatkan huruf S, ungkapan tersebut akan jadi berubah makna dan arti. Sama saja dengan ketika kita mau mengatakan “Thank You” dan bukannya “Thanks You”. Betul tidak? Ya iyalah pasti betul!

Lain lagi kisah teman semasa kuliah satu ini. Sebut saja namanya Tole. Setiap kali saya meminjaminya sesuatu selalu saja ia berujar “thank you Mike”. Bagus. Sudah betul. Tapi tak jarang  ketika lagi berkoar-koar dalam rangka meminjam sesuatu ke saya (dan belum saya penuhi) ia pun nyeletuk “…aku tunggu ya buddy, thanks before, okay”. Nah lho? Apa maksudnya itu? Kalimat yang ia ucapkan dalam Bahasa Inggris itu akhirnya menjadi kalimat menggantung. Thanks before what? Karena kata ‘before’ tersebut adalah preposisi atau sebuah kata depan yang harus diikuti dengan kata lainnya. Misalnya saja before eat, before sleep, before noon, dan seabrek-abrek contoh lainnya. Kalau yang ia maksudkan adalah untuk mengucapkan “terima kasih sebelumnya” maka sangat tidak tepat memakai kalimat “thanks before”, yang lebih cocok dan pas tentu saja dengan memakai ungkapan “thanks in advance”. Atau kalau di Amerika pada umumnya kawan-kawan saya lebih sering menggunakan “thanks anyway”.

Sekali lagi saya ingin bertanya, Anda setuju tidak? Kalau iya, bagus sekali. Tapi tunggu dulu jangan kabur duluan, jawab dulu pertanyaan berikut ini. Bagaimana dengan peletakan preposition pada beberapa kalimat berikut ini, dibolehkan, wajar, masuk akal atau tidak? What are you talking about? Atau How much you going to pay me start with? Atau juga pada kalimat the book has not been paid for. Gimana? Aah…nanti tanyakan saja kepada guru-guru atau mantan guru Bahasa Inggris senior di sekolah dan kampus kalian. Psssst…kalau bagi saya semua kalimat itu benar dan masuk akal. Hanyalah guru-guru ketinggalan jaman yang akan mengatakan bahwka kalimat-kalimat tersebut keliru.

Kemudian ada juga ekspresi dalam English yang kira-kira padanannya dalam Bahasa Indonesia sama dengan “Halah, cuma segitu aja elonya udah pada repot kayak mau kiamat aja!” Hehehehe ini ekspresi orang yang cuek bebek alias nggak mau ambil pusing. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai “What a big deal!” Kalimat tersebut adalah sebuah pernyataan bahwa sesuatu tersebut tidak seserius yang beredar luas, atau tidak seserius yang digembar-gemborkan githu lho…Ada juga istilah lain yang hampir sama dengan itu yaitu “It could’ve been worse.”
Sewaktu di Amerika teman-teman saya yang rada-rada sableng juga sering sekali nggak pedulian, masa bodoh banget githu. Nah, apa ungkapan ekspresi mereka menyatakan kemasabodohan mereka tersebut? Cukup dengan mengatakan “Who cares..!”

Sekarang jawab pertanyaan saya ini: Pernahkan Anda terjebak dalam satu kata? Anda sedang berbicara dengan penutur asli bahasa Inggris, mengatakan suatu kata dan orang tersebut tidak mengerti? Saat mereka akhirnya memahaminya, mereka mengulangi kata tersebut tapi Anda justru jadi balik berpikir, "Lho, itu kan yang gue omongin tadi!" Pernah mengalamai hal seperti itu? Kalau iya, berarti kita memang masihlah hidup di dunia yang sama dan normal.

Bahasa Inggris dikenal dengan banyaknya kata-kata yang pengucapannya hampir sama, tapi artinya sangat jauh berbeda. Gunakan daftar kata yang seringkali diucapkan dengan salah berikut ini untuk menghindari kesalah-pahaman! Ada banyak contoh, tapi untuk lebih gampanya saya kasih saja satu contoh kecil. Berhati-hatilah sekiranya Anda ingin memasukkan kata-kata ini ke dalam ungkapan ekspresi Anda. Apa itu? Ini nih...Quite / Quiet / Quit: Ketiga kata ini sebenarnya tidak sesulit yang terlihat! Perhatikan saja bunyi vokalnya. Quite bisa berarti 'sangat', 'benar-benar'. Contoh “I’m quite understand” Nah, kata Quiet lain lagi, itu artinya bisa  'sunyi'. Misalnya saja, It is so quiet down here.  Lalu bagaimana dengan kata  Quit? Ya tentu saja lain lagi dong…kok pake nanya segala sih! Itu kan artinya berhenti, keluar, atau juga menyerah. Mau contoh lagi? Ah sudahlah, buat saja contohnya sendiri ya biar jadi lebih mahir. 



***

“Kemampuan datang dari kebiasaan, kebiasaan muncul dari kerelaan untuk mengatakan pada diri sendiri, saya belum sempurna karenanya saya perlu belajar lagi.”----- Michael Sendow



Is Your English Perfect Enough?



“Melakukan kekeliruan itu manusiawi.”
“Menunjukkan kepada seseorang bahwa ia keliru adalah hal biasa, namun menyadarkannya akan kebenaran itu adalah luar biasa.”---John Locke.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki saya di Amerika, saya benar-benar terhenyak dan tersadar. Ternyata apa yang selama ini saya kuasai dan yang saya yakini yaitu bahwa kemampuan berbahasa Inggris saya sudah lebih dari cukup, paling tidak di atas rata-rata. Excellent dan mendekati ‘perfect’, ternyata nothing. Semakin saya merasa bahwa saya mengerti dan tahu banyak, semakin sadar saya bahwa lebih banyak yang saya tidak (belum) tahu dan paham.

Pertanyaan pertama yang pernah diajukan teman saya orang Amerika adalah: “Coba kamu sebutkan kalimat pendek dalam Bahasa Inggris yang di dalamnya terkandung semua abjad, A—Z.” Jelas saya bingung. Tak bisa dan tak siap ditodong seperti itu. Tiga hari berlalu, belum sanggup saya membuat kalimat pendek berisi semua abjad. Ia pun memberi tahu saya satu contoh sederhana yang di dalamnya terkandung semua abjad misalnya A quick brown fox jumps over the lazy dog.” Seekor musang cokelat yang gesit melompat di atas anjing yang malas.

Pengertian, penguasaan dan pendalaman kita akan suatu bahasa ternyata sangat penting. Penting bagi pengucap maupun pendengar. Bahkan orang Amerika sendiri banyak yang tidak mengetahui istilah-istilah dalam Bahasa Inggris. Ada kata-kata yang mungkin bagi kita sederhana tapi belum sekali pun pernah mereka dengar. Misalnya teman white people saya yang bingung mengartikan atau memahami kata Coup, Xenophobia dan Wormwood. Adakah yang tahu kata apa yang paling panjang dalam bahasa Inggris? Nah, di bawah ini adalah beberapa kata yang menurut catatan masih merupakan kata terpanjang yang pernah ada sampai saat ini. Honorificabilititudinity, yang ditemukan dalam “Love’s Labor Lost” karya William Shakespeare, babak 5 adegan 1, baris ke-44. Dokter Benson diakui jasanya karena menemukan antidisestablishmentarianism. Pada tulisan kimia maka kita menemukan kata ini Paraoxymentamethoxyallylbenzene. Kata tersebut mengandung 31 huruf!

Mari kita melihat dan terbang sedikit ke kampung halaman saya Manado. Di tempat saya dibesarkan itu ternyata banyak juga kata-kata atau ucapan-ucapan yang paradoksal dan tentu saja menjebak serta membingungkan dalam mengartikannya. Kalau di Minahasa dan Manado ada istilah “Kong kacili jo” artinya, Besar sekali atau gede banget atau sangat besar. “Kong gagah jo” artinya, jelek sekali. “Kong pende jo” artinya, panjang sekali. “Kong sadiki jo” artinya, banyak sekali/sangat banyak. Itu adalah ungkapan-ungkapan paradoksal. Kalau di Amerika ada ungkapan sejenis itu, misalnya mereka mengatakan “bagus” tapi sebenarnya lawan dari kata itulah yang hendak mereka sampaikan. Maksud tersirat dari ungkapan mereka jelas terdengar lewat intonasi dan atau artikulasi pengucapannya.  Ini banyak dijumpai seandainya misalnya Anda berbicara kasar atau kotor terhadap seseorang, lalu ada yang mengomentari Anda seperti ini “Nice!” itu artinya justru sebaliknya. Ia lagi menyindir Anda. Atau suatu ketika Anda berbuat kesalahan lalu boss Anda mengatakan “How Wonderful!” Jangan langsung tersenyum bangga dan puas, karena itu artinya ia sementara menyindir Anda, atau menegur dengan keras, dengar tekanan suaranya, pastilah mengandung intimidasi berupa teguran! Atau ketika ia berseru dengan lantangnya “Great!” pada saat kopi hitam Anda tuang ke kemeja putihnya. Hati-hati, “great”nya boss Anda kemungkinan berujung pada termination, bukannya lagi memuji. Saya pernah mendengar karyawan yang dipecat mengucapkan “Thank You” Tapi lafal dan intonasi serta artikulasi pengucapannya langsung di pahami sang Boss. Ia mengerti bahwa anak buahnya sementara mengucapkan “F*** You”. Atasannya itu pun berkata “Hey, it sounds like you f*** me up ha?”

Kalau di Jawa konon apabila dalam kereta api yang penuh jejal penumpang, lalu ada penumpang yang lagi duduk di lantai. Namun tanpa sengaja tiba-tiba ada kaki penumpang lain yang kebetulan lewat dan mengenai wajah yang lagi duduk tersebut. Apa yang dilakukan oleh orang yang mulutnya kena sepatu itu? Bukannya berdiri dan berteriak “Hei! Mata elo kemana sih?” Tapi menurut cerita ia cuma ngedumel sendiri, “E, lha kok sial banget. Dalan sambel kok dadi tumpakan sikil.” Biasanya jadi jalan sambel kok sekarang jadi pijakan kaki. Kalau di Amerika lain, apalagi kalau lagi di daerah Bronx dan Brooklyn, yang ada justru wajah orang yang nginjak itu babak-belur sembari menerima kalimat “Yo’re F****** A** H***!” Di New York telinga saya sampai bosan mendengar kata-kata makian seperti itu. Usia belasan tahun pun fasih lidahnya mengucapkan segala macam jenis makian. Yang bagi kita tabu, bagi mereka lumrah dan biasa. Yang bagi kita terlalu kasar, bagi mereka masih halus. Memang karakter budaya turut membentuk cara kita berbicara dan berbahasa. Tak kelirulah kata-kata saya berikut ini: Bahasamu adalah cerminan dirimu dan hatimu. Mulutmu adalah cerminan karaktermu.

Sekarang mari kita menerobos lebih dalam melihat berbagai keunikan dan “keliru”nya bahasa tersebut. Ketika orang Amerika menyebut Blind Worm itu bukan menunjukkan pada cacing yang buta, atau ada hubungannya dengan kebutaan, tapi artinya adalah seekor cicak dengan dua mata yang menonjol. Atau Glass Snake, itu juga bukan ular yang terbuat dari kaca tapi merupakan seekor jenis lain dari cicak. Lalu apakah jenis binatang bernama Prairie Dog itu? Apakah seekor anjing? Ternyata bukan. Itu adalah binatang pengerat. Bagaimana dengan Titmouse? Ooh, jangan bilang kalau itu tikus, sebab binatang tersebut adalah burung kecil. Anda pernah dengar Lady Bird? Binatang itu bukanlah burung melainkan kumbang. Cuttle Fish juga bukan ikan tapi gurita. Flying Fox bukan musang yang bisa terbang, ia sesungguhnya adalah kelelawar besar.


Suatu hari saya pernah ditawarin Beef Tea lewat HP oleh seorang teman, saya pikir-pikir kok belum pernah rasanya saya mencicipi teh dari sapi atau teh rasa daging sapi? Ooh ternyata kembali keliru, maksudnya Beef Tea adalah ekstrak daging sapi. Bukan teh manis rasa sapi!

Kalau Anda kebetulan belanja di berbagai toko atau supermarket di New York dan New Jersey seperti Shoprite, Wallmart, Target, Macy’s, Wallgreens, Pathmark, Home Depot, dan masih banyak lagi, jangan bingung kalau Anda melihat beberapa item seperti ini: Kid Gloves, itu bukan berarti sarung tangannya lagi beranak atau mempunyai anak. Kid Gloves adalah sarung tangan yang terbuat dari kulit anak domba. Ada juga barang yang dijual bernama Panama Pat, ternyata topi itu bukan dibuat di Panama melainkan di Ekuador. French Beans? Bukan dari Perancis tapi dari India. Pickaxe bukan kapak melainkan beliung. Camel Hair Brush ternyata tidak terbuat dari rambut onta tapi dari rambut tupai. Coffee Berry bukanlah buah Berry tapi suatu bibit tanaman. Steel Yard bukanlah halaman dan bukan juga baja melainkan sebuah regulator atau timbangan

Cara dan kemampuan kita menangkap dan memahami suatu bahasa akan menentukan langkah berikut, atau apa yang akan terjadi berikutnya. Dalam suatu meeting, atasan saya pernah mengatakan “How many percent of scrap is our goal?” Ada seorang kawan dari Afrika mengartikannya salah, ia mendengar kalimat itu sebagai “How many percent of crap is our gold?” Lucu dan menggeletik. Kalimat itu menjadi tidak masuk akal, tapi ia memang mengira kalimat itu berbunyi demikian. Sampai keringetan kawan saya dipelototin big boss.

Seperi juga kisah nyata di tahun 1851, ketika kudeta Napoleon III, salah seorang ajudannya melaporkan bahwa orang banyak sedang menyerang. Nah, sang Pengawal Kerajaan, Count de St. Arnauld, yang baru saja terserang batuk dan mengalami batuk-batuk berseru “ma sacree toux!” artinya batuk sialan!. Rupa-rupanya sang ajudan keliru menangkapnya sebagai “massacrez tous” artinya bantai semua orang! Maka diberikanlah perintah untuk menembak hingga ribuan nyawa pun melayang. Memahami betul dan memaknai secara benar suatu bahasa ternyata sangat penting. Lebih baik untuk tidak cepat-cepat merespon sesuatu yang kita belum pahami atau mengerti benar.

Mengakhiri tulisan ini, saya paling doyan makan di berbagai restoran yang ada di state. Banyak jenis dan ragamnya. Saya sudah pernah mencoba restoran dari banyak negara. Korea, Vietnam, China, Perancis, Thailand, Malaysia, Jepang, Italy, Meksiko, Pakistan, India, Indonesia dan banyak lagi. Semuanya berbeda. Tapi mereka semua memiliki satu kesamaan. Setiap habis makan kita harus memberikan TIP. Beda dengan di Indonesia. Di New York (Amerika) TIP adalah keharusan. Anda makan tidak memberi TIP siap-siap untuk diteriakin. Bahkan ada restoran yang sudah menentukan berapa yang harus Anda berikan. Tapi saya ragu para pelayan rumah-rumah makan tersebut mengerti benar apa artinya TIP. Saya pernah bilang, kalian jangan hanya mau enaknya doang nerima TIP tapi pelayanan nggak becus. Di salah satu rumah makan Vietnam, saya memesan air putih, sampai makanan sudah mau habis tapi air putihnya tidak datang-datang, padahal rumah makannya waktu itu lagi sepi banget (jadi tidak ada alasan untuk memberi alasan lagi sibuk!). Mungkin mereka belum tahu bahwa TIP ternyata berasal dari singkatan To Insure Promptness. (Untuk memastikan pelayanan yang segera). Bukannya kita sudah ngasih TIP, eeh besoknya pelayanan tambah jelek dan lamban!

***
“Masalah sebagian besar orang bukanlah ketidaktahuan mereka, melainkan kecenderungan mereka untuk mengetahui demikian banyak hal yang tidak benar.”-Josh Billings.


“Rasa ingin tahu adalah permulaan menuju penyempurnaan memusnahkan ketidaktahuan. Gagal menghargai rasa ingin tahu, sama artinya dengan menutup pintu terhadap pengetahuan yang sudah di depan mata”--- Michael Sendow.




Anda Suka Makanan Bernama  “American Slang”?



Kalau jawabannya “Ya” maka simak dan telusuri lebih lanjut tulisan ini. Apabila kebetulan Anda lagi berjalan-jalan ria entah untuk tujuan apapun di daerah Brooklyn dan Bronx, tempat masa remajanya Mike Tyson, berhati-hatilah dengan cara mereka berbicara. Banyak yang aneh bin ajaib bahkan untuk para penutur bahasa Inggris sekalipun. Keragaman orang-orang yang tinggal di daerah Brooklyn semakin “mempercantik” khasanah berbahasa Inggris di sana.

Misalnya suatu ketika Anda mendengar kata “Wallear” (Wah LEE ah) artinya ternyata adalah ketika ketika memiliki sesuatu yang tidak bisa dikontrol. Biasa juga disebut sebagai “woo-lee”.

Kemudian ada kata menarik lainnya “Chips”. Itu ternyata bukanlah snack, tidak juga tentang polisi yang selalu memakai motor dalam tugas-tugar mereka. Seperti yang pernah diperankan oleh si Erick.E. dalam film serial CHIPS. Orang Brooklyn mengenal Chips sebagai You break it, you bought it. Anda rusaki itu, Anda harus bayar itu. Contoh dalam kalimat: “Hey Mike, can I borrow your laptop?” “Sure, but chips!”

Kalau Anda diteriaki dengan kalimat “Duh-ta-duh”, jangan langsung mengira bahwa itu adalah sapaan akrab. Unik dan asyik kedengarannya memang. Tapi artinya sesungguhnya bikin naik darah. “Duh-ta-duh” adalah arti lain dari an idiot. Jadi kalau orang Brooklyn memakai phrase itu, artinya merekai lagi mengata-ngatai Anda sebagai orang idiot.

Kata menarik lainnya adalah “Skel”. Kata ini tidak bakalan kita temui arti sesungguhnya dalam kamus manapun. Ini adalah kata slengean yang sering dipakai oleh polisi NY (NYPD) yang betugas di Brooklyn. Pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1960, dan dipakai secara umum pada tahun tahun 80-an. Skel berarti sebutan untuk a junkie, street-person atau orang-orang yang lowlife. Anak jalanan dan para gelandangan termasuk di dalamnya.

Kemudian di suatu hari Anda kebetulan belanja di sebuah toko di Brooklyn. Lalu ada penjual di toko kecil itu menyapa Anda dengan sebutan “boss” atau bahkan lebih asyik lagi dengan “big boss”, jangan heran. Itu adalah sebutan yang lazim bagi pembeli yang tidak dikenal atau tidak diketahui namanya. Itu adalah sapaan yang bernuansa positif dan bersahabat. Justru kalau mereka memanggil Anda dengan sebutan “pal” atau “buddy” yang artinya kawan atau sobat, berhati-hatilah, karena mereka sering menggunaannya dengan sarcastic overtones. Cenderung berkonotasi negatif dan tidak bersahabat. Nah, kalau Anda sudah dipanggil dengan sebutan “Chief”, alamatnya Anda dalam bahaya besar. Mungkin sekali mereka akan cari gara-gara dengan Anda yang belum mereka kenal. Berusahalah menghindar percakapan lebih lanjut sebisa mungkin.

Weasel Deal”? Makanan apa pula itu. Orang Brooklyn seperti kebanyakan kita sangat suka belanja barang murah. Tapi ada yang sangat keterlaluan, contohnya senang sekali dengan barang-barang yang sudah sangat bekas bahkan untuk radio butut yang barusan jatuh dari truk pun diembat bagaikan mendapatkan sebongkah mutiara, atau berusaha untuk mendapatkan discount dari sebuah kabel butut yang bahkan sudah sangat murah harganya. Contohnya mereka akan bilang: “Why can’t you ever buy anything in a store? It’s always some weasel deal with you.”

Jangan kabur dulu, masih ada nih kata yang unik, keren dan “macho” terdengar ditelinga. Ini dia “Schmeboygah”. Juga tidak bakalan ditemui dalam kamus bahasa Inggris manapun. Ini sering mereka pakai untuk A slob of a guy.

Pernah dengar kalimat umum orang Amerika kalau lagi benar-benar kesal dan marah, lalu mereka bilang “pain in the ass” atau “pain in the neck”? Orang Brooklyn punya tingkatan dalam menyebutkan rasa kesal dan marah mereka. Tingkatan paling tinggi untuk sebutan bagi sesuatu yang benar-benar amat sangat pain in the ass itu adalah “Scootch” atau “Scutch”. Luar biasa mengesalkan dan amat sangat menjengkelkan! Rasa kesal dan jengkel stadium akhir.

Kalau phrase ini mungkin kita sudah pernah dengar ya? "You Got a Lotta Shit Wichoo" itu artinya kurang lebih adalah Hey, you have some nerve. Tapi usahakan untuk menghindari atau menjauhi pemakaian phrase yang ada kata-kata joroknya. Memang kebanyakan orang Brooklyn bahkan yang remaja sekalipun sudah terbiasa mengucapkan maupun mendengarkan kalimat-kalimat seperti itu. Tapi banyak oma-oma dan opa-opa yang akan merasa sangat resah dan gelisah kalau mendengarkan kata-kata “tidak sedap” itu. Reaksi mereka kadang langsung komplain, atau ada yang memelototi si penutur dengan garangnya dan berlalu, ada juga yang menasehati secara baik-baik. Malahan ada yang semaput di tempat.

Kalau ada yang mengatakan ini pada Anda: “You’re giving me agita Jangan panik lalu beranggapan bahwa mereka sementara mengatakan bahwa Anda memberikan mereka perempuan bernama Agita. Yang mereka maksudkan dengan kata “agita” adalah heartburn atau sakit yang disebabkan oleh stress. Jadi mereka hendak mengatakan bahwa Andalah yang menyebabkan mereka stress dan terkena heartburn. Kata agita ini ternyata semakin dipopulerkan oleh kelompok penyanyi The Sopranos.

Menariknya ada kata yang mempunyai arti “menjebak”. Kata apa itu?  “Goomba” adalah kata yang diambil dari dua arti berbeda. Dari sononya sebenarnya arti kata goomba adalah untuk mengatakan bahwa mereka sungguh bagaikan bersaudara. Mungkin diadopsi dari kata bahasa Italy “compare”, yang artinya “old friend” dan bisa juga “godfather”. Jadi kalau ada yang bilang “We’re Goombare”, artinya adalah “We’re like family”. Tapi kata itu juga diserap menjadi arti yang sangat sarkastis dan negatif, orang-orang Italy di Brooklyn (Brooklyn Italian) inilah yang kemudian memperkenalkan versi kata “Bubba” (yang katanya pernah digunakan kawan Amerikanya seorang Kompasianer, Mbahwo, ketika mereka memanggilnya.) Nah, pada sebutan sarkastis itu goomba yang juga bubba adalah sebutan tidak mengenakan dan sangat jelek. Contoh kalau mereka menyebut “Oh, that guy’s a real goomba”, biasanya artinya bisa juga, orang itu persis badut, tapi jangan coba-coba cari masalah dengannya.

Pernakah Anda pergi ke pesta perkawinan, atau ulang tahun dan Anda makan dengan rakusnya, tiga piring masih kurang? Lalu Anda hantam juga buah-buahan, pudding dan aneka kue yang ada? Orang kita bilang “rakus amat!” Orang Minahasa bilang “Pe sorodo ngana eh!” Nah, orang Brooklyn akan menjuluki Anda sebagai “Gavoon”.

Nah kalau yang satu ini mesti dihafal dan dilafalkan dengan baik dan sempurna. Karena ini adalah ungkapan sapaan atau hormat. Apa itu? “Hiya”! Kok rasa-rasanya familiar banget yah? Kata itu ternyata adalah sebuah greeting. Kebanyakan dipakai oleh penduduk Brooklyn bagian selatan. Untuk penduduk New York kebanyakan menggunakan “hawarya”. Diambil dari ungkapan “How Are You”. Ungkapan yang mirip dengan itu adalah “Hey Hayadooin”, biasanya ini adalah respon ketika mereka disapa “hiya”. Ungkapan resminya adalah “How are you doing”.

Terakhir, saya sangat kesal memang kalau dipanggil atau dijuluki dengan goomba atau bubba atau juga gavoon. Tapi saya sangat senang kalau mereka memanggil atau menyebut saya dengan “weisenheimer” yang artinya “A wiseguy” (orang yang bijak) Hahahaha….

(Eh tunggu dulu, kenapa pelototin tulisan ini kayak itu? Whatsamattaferu? Bingung? “Whatsamattaferu” adalah pertanyaan orang Brooklyn yang artinya “What's the problem?”. Bisa jadi kata itu diadopsi dari “What’s a matter fellas?”)

Eeh, by the way ingat yah, nama saya sesungguhnya adalah Michael “Flatleaver” Sendow.

Ini ada tambahan bonus—Brooklyn Slang:

Go See Where You Gotta Go artinya: Sudah, cukuplah kau buang-buang waktumu!

Jeet? Artinya: Hey, elo udah makan belom?

"Who died and made YOU boss?" artinya: “Emangnya siapa yang angkat elo jadi boss gue?

Skinny Molink adalah sebutan untuk seseorang yang benar-benar kurus, yang udah pada mirip banget ama tengkorak.

"Your sister's got a head" adalah sebuah ungkapan ekspresi pengganti memaki atau mengutuki seseorang. Kutukan yang diperhalus githu lho…
 
"Hey, was your father a glazier? Adalah ungkapan yang boleh Anda tujukan ke seseorang yang sementara menghalangi pandangan Anda.

Hook you up artinya: Anda lagi mengatakan ke seseorang bahwa Anda akan menjadi mak comblang  alias siap menjodohkan seseorang secara baik, seksama, dan meyakinkan.

Off the hook artinya: Lepas kontrol.

Axeya artinya: Gue nanyain elo.

Stoolpigeon artinya apa hayoooo? Jawabannya: Tikus.

Crooklyn adalah sebuah sebutan yang hendak menunjukkan reputasi kota Brooklyn sebagai tempat yang benar-benar rawan dan berbahaya.

Bo-nasty adalah sebutan untuk seseorang yang berpakaian rapih, elok, manis, tapi kotor..

Shem adalah sebutan untuk orang yang benar-benar bodoh. Bodohnya nggak ketulungan.

Bacchousa artinya apa? Ada yang tau? Setiap hari semua kita pasti pernah ke tempat itu! Tidak lain tidak bukan, tempat itu adalah toilet, wc, kamar kecil, tempat buang hajat.

Fuggedaboudit artinya: Lupakan. Ndak masalah. Bukan apa-apa.

Stop it artinya: sudah…sudah…hentikan! Bonusnya kebanyakan tuh! Hahahaha….

***

“You’ll never master English but English will master you and makes you able to proclaime your self as agood English speaker”---Michael Sendow.


 
Benar Nggak sih Bahasa Inggris Gue?
 

Dalam berbahasa, entah bahasa apapun yang kita pakai, maka domisili, kebiasaan, kebudayaan setempat, dan lingkungan sekitar tentu sangat mempengaruhi gaya, pakem, dan kemampuan kita berbahasa. Bayangkan mereka yang tinggal puluhan tahun di pula Jawa misalnya, dan dalam kesehariannya hanya memakai bahasa Jawa, tentu akan sangat kaku ketika harus berbahasa Indonesia. Bagaimana pula dengan mereka yang kebiasaannya hanya menggunakan dialek “Manado pasar” dalam berkomunikasi? Tentu akan kesulitan ketika harus berhadapan dengan babe-babe dari Jakarta umpamanya.

Lalu apa yang terjadi kalau hal itu terus berlanjut? Miscommunication. Itu sudah pasti. Ambil contoh teman saya yang kebiasaannya menggunakan dialek Manado Pasar yang sungguh kental. Suatu waktu ia dibawa pamannya ke Jakarta, kota yang perama kali dilihatnya dan diinjaknya. Ia kagum bukan main. Ia bertekad untuk tinggal di kota megah ini katanya. Tapi mimpi tinggalah mimpi. Harapannya tak berlangsung lama, kenapa? Karena kendala berbahasa. Tak satupun tempat kerja yang mau mempekerjakan ia yang tak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Dibilangin “Apa pun yang terjadi kamu tetap harus membuat pembukuan itu secara runut dan tuntas” ia nggak ngerti. Apalagi gaya bicara orang Jakarta yang menurutnya “So talalu banya ba logat do’ce!” Padahal memang demikianlah orang Jakarta ngomong. Ia merasa orang Jakarta yang bicaranya aneh, padahal bisa saja sebaliknya, karena dialah yang pendatang. Hanya sekian minggu di Jakarta, nggak betah, maka pulanglah sobat kita yang satu itu ke kampung halamannya.

Tapi itulah sulitnya, sebab seorang penutur bahasa Indonesia yang baik pun belum tentu bisa bicara sempurna, atau tak pernah keliru. Lingkungan dimana ia tinggal, siapa teman-teman pergaulannya, apa yang ia tonton baca dengar sudah barang tentu akan turut mempengaruhinya dalam berbahasa.

Lalu bagaimana dengan bahasa Inggris? Ooh sama saja! Sering juga para penutur asli bahasa Inggris, artinya mereka yang memang menggunakan English sebagai bahasa sehari-hari mereka justru menggunakan kaidah yang menurut kita keliru. Jadi benar dan salah, keliru atau tidak dalam berbahasa Inggris sangat tipis batasannya. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Always depends on something.


Apa tanggapan Anda dengan kalimat ini? She don’t care atau He don’t wanna go. Bagi mereka yang mengerti English Grammar, saya yakin dan pasti Anda akan mengatakannya “Ooh itu keliru! Salah!”. Kenapa ya? Ya iyalah karena orang ketiga dalam bahasa Inggris, sebut saja He atau She (dia) tidak boleh menggunakan do atau don’t tapi does atau doesn’t. Jadi yang tepat adalah She doesn’t care dan He doesn’t wanna go.Tapi apa kenyataannya? Orang Amerika sendiri, dari 10 yang pernah bicara dengan saya, paling tidak 5 diantaranya menggunakan grammar yang kita anggap salah tersebut. Boss saya sendiri kalau bicara selalu “menyalahi” grammar yang selama ini kita pelajari di sekolah. Ia sering mengucapkan “She do a very good job”, atau “It don’t matter”, atau juga “I too like it”.

Bahkan penyanyi-penyanyi top sekelas Michael Jackson atau The Beattles dalam lagu-lagu mereka sering memakai grammar yang rancu. Tapi apa benar kata-kata itu salah dan keliru? Belum tentu. Sebab seperti yang saya bilang….keliru tidaknya itu selalu ‘tergantung dan bergantung pada sesuatu’. Ini kata-kata The Beatles dalam salah satu lagunya.
“She done me good…
Yes, she do me…”

Bagi beberapa penutur yang pernah saya tanyai sampai sejauh mana mereka memaknai dan menganggap bahwa bahasa itu penting? Sebagian besar menjawab sebagai alat komunikasi semata. Tidak lebih. That’s it! Sepanjang bahasa yang dipakai mampu mengkomunikasikan apa yang dipikirkan dan terucap lewat kata-kata, serta antara satu pihak dengan pihak yang lain bisa saling mengerti, itu sudah cukup. Mau seberapa baik grammar kita, mereka mengatakan it don’t matter! Eeeh maksudnya it doesn’t matter.

Bagaimana dengan singkatan ILU atau GBU? I Love U, God Bless U. Apakah maksudnya aku mencintai huruf U atau Tuhan memberkati huruf U? Entah sejak kapan kata “you” boleh tergantikan dengan huruf “u”. Tapi itulah dunia kebahasaan kita. Progressive dan tidak statis. Teman saya menyebutkan kosong, nihil, tidak ada apa-apa, atau nol dengan “MT”. Pertama-tama saya bingung, setelah dijelaskan barulah saya ngeh bahwa “mt” itu adalah “empty”. Pernah ada mantan karyawan yang meneriaki boss saya dengan kata “Yupid”, apa pula itu? Ternyata itu adalah singkatan slengekan dari kalimat “You’re stupid”. Wah..wah..wah..ada-ada saja!

Makanya tepatlah bahwa meskipun kita mengatakan itu salah atau ini salah, tapi karena sudah menjadi umum maka akhirnya diterima dan terbiasa sebagai sesuatu yang tidak keliru. Bahasa selalu berkembang, dan berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain, walaupun memakai bahasa yang sama.

British English dan American English sama-sama English, tapi tidak sedikit (baca: banyak sekali) juga perbedaan di dalamnya. Ada yang lucu nih, katanya seorang miliuner Inggris sangat jauh lebih kaya daripada miliuner Amerika. Karena apa? Karena satu Milliar di Inggris adalah sejuta juta (1.000.000.000.000), sedangkan di Amerika satu milliar dianggap seribu juta (1.000.000.000). Coba buka kamus mana pun. Tempat domisi ternyata juga mempengaruhi bahasa yang kita pakai. Wajar saja kalau beberapa buka bahasa Inggris menyebutkan bahwa tense itu ada 12, sedangkan buku yang lain mengatakan bahwa ada 16 tenses. Yang satu mengatakan Present Continuous Tense yang lainnya mengajarkan Present Progressive Tense. Makanya di awal saya mengatakan bahwa itu tergantung pada ‘sesuatu’. Depends on something.

Akhirnya, saya pengen mengundang Anda sekali-kali untuk berwisata ke Connecticut. Itu adalah salah satu state (negara bagian) di Amerika. Kalau dari New York naik mobil bisa ditempuh dalam 4 atau 5 jam. Nah, di sana (Connecticut) ada sebuah sungai yang bernama sangat aneh. Nama sungai itu dalah Chargoggagoggmanchaugagoggchaubunagungamaung. Nama yang sangat panjang dan aneh. Ternyata dalam bahasa Native Indian artinya adalah: “Engkau memancing di sisimu, aku memancing di sisiku; jangan ada yang memancing di tengah-tengah.”

Ah, apalah artinya sebuah nama. “Have a nice day friends!”


***


“Engkau boleh memijak bumi di mana saja, tapi jangan pernah berpikir untuk memajak bahasa lokal di tempat itu”-------Michael Sendow.






No comments: