Wednesday, June 10, 2015

Bahasa (dialek) Manado


Pernahkah Anda mendengar orang Manado bicara? Kalau diperhatikan secara seksama, maka ada banyak kata yang diulang dua kali namun bermakna sama. Umpamanya kata-kata ini: raba-raba, rabu-rabu, tengo-tengo, sapu-sapu, hela-hela, ruju-ruju, kile-kile, poco-poco, pala-pala, lao-lao, poki-poki, gepe-gepe, gidi-gidi, fui-fui, gata-gata, tola-tola, tole-tole, bela-bela, polo-polo, poco-poco, pica-pica, para-para, pele-pele, dan masih banyak lagi. Semuanya punya arti tersendiri. Memang terdengar lucu, namun kalau mendengar dilaek Manado (logat) diucapkan, pastilah akan ada salah satu atau bahkan lebih dari kata-kata di atas itu hadir dalam pembicaraan.

Nah, ada juga yang menarik, yaitu ‘penghargaan’ orang Manado dan Minahasa terhadap huruf ‘D’. Kenapa disebut mereka itu sangat menghargai huruf ‘D’. Oleh karena, ada banyak sekali kata yang dimulai dengan huruf D, dalam dialek Manado dan diucapkan secara unik, dan bunyinyapun terdengar lucu. Ini ada beberapa di antaranya yang sempat saya catat.

Diki-diki, doti-doti, dabu-dabu, dubo-dubo, dego-dego, doi-doi, dulu-dulu, dusu-dusu, dola, dotu, dobol, dodeso, dodika, dodutu, daki, domatu, daong, donci, deng, dang, dan sebagainya. Penggunaan dalam kalimat umpamanya, “Ambe akang itu dodika dang” (Tolong ambilkan tempat tungku api itu dong). Ada juga kalimat seperti, “Kiapa masih muda kong ngana so pake diki-diki dang?”, artinya: Kenapa masih usia muda dan Anda sudah menggunakan tongkat?

Dialek Manado memang lucu dan unik. Ada beberapa kata juga yang ternyata merupakan serapan atau hasil pengadopsian dari Bahasa Belanda, dan juga Bahasa Spanyol (Spanish). Umpamanya kata-kata ini, kadera (kursi), engku (guru laki-laki), enci (guru perempuan), mener (dosen), kawayo (kuda), blanket (selimut), dan sebagainya.
Contoh lainnya adalah untuk ucapan “kiapa soh?” (yang artinya ‘kenapa sih’ atau bisa juga what’s up?) dalam Bahasa Spanish dikenal dengan ungkapan ‘que paso’ (bacanya kepaso), artinya sama dengan kiapa soh (kiapaso)nya Manado. Atau juga sebutan ‘nada’ dalam Bahasa Spanish yang artinya ‘nothing’ (tidak ada apa-apa sama sekali), maka orang Manado menyebutnya dengan ‘ndak ada’ (nothing). Papi deng mami, dalam bahasa Spanish dikenal juga sebagai sebutan untuk bapak dan ibu, seperti yang dipakai di Manado.



Beberapa kata-kata lainnya yang dapat Anda pelajari antara lain: aer = air, alus = halus, ancor = hancur, angka = angkat, angus = hangus, anyor = hanyut, asang = asam, ator = atur, badiri = berdiri, bakalae = berkelahi, bataria = berteriak, bakusedu = bercanda, bale = balik, bangka = bengkak, bauni = nonton, begal = nakal, besae = jelek, bingo = bingung, bise = bisik, bli = beli, bobira = jerawat, bobou = bau, bodok = bodoh, bogo-bogo = bego, cambok = cambuk, cilaka = celaka, ciri = jatuh, colo = celup, cucu = tusuk/coblos, cumu = sebut, daong = daun, doi = uang, dorang = mereka, dusu = kejar, ewe/gidi-gidi = ludah, falo-falo = gayung, fol = penuh, forok = garpu, foya = lama frei = gratis, fulungku = tinju/kepalan tangan, gale = gali, gantong = gantung, gargantang = kerongkongan, garo = garuk, gepe = jepit, gode = gemuk, gogohia = panu, gonofu = sabut kelapa, goraka = jahe, goro = karet....dan masih banyak lagi (mungkin akan diulas pada tulisan berikutnya).


Demikianlah bahasa kita yang semakin kaya dan diperkaya dengan perpaduan campuran bahasa dari berbagai tempat. Seperti dialek Manado yang terus berkembang, dengan tentu saja tidak menisbikan akar bahasa sendiri. Di sisi lain, dialek Manado (yang dikenal sebagai Manado Pasar) pastilah akan terus digunakan oleh warga Manado (Kawanua) di manapun mereka berada. Jangan sampai kita melupakan bahasa asal kita hanya oleh karena kita sudah tinggal di luar kota, pun di luar negeri. Salam hangat. Semoga jo ngoni ada dalam keadaan bae-bae salalu.MES.

1 comment:

Oldamsterdam Antiques said...

Galeri Antik Indonesia, klasik menarik apik dan cantik juga asyik menggelitik. Cocok untuk design interior bernuansa lama, kuno tetapi lux eksklusif serta terkesan mewah dan glamour bangsawan tua yg trendy. Bagai Old Master (Seniman Senior) Pujangga sastra yang kaya tetapi hidup sederhana. Alamat galeri utama jalan padi raya 1A Semarang dan karya galeri kedua jalan pemuda 52 Jepara, Central Java. http://www.old-amsterdam-antiques.co.id