INTERMEZZO
(Refleksi ketika aku berada di kotaku beberapa tahun lalu)
Aku adalah aku, sosok yang akan mengisi alur cerita saat ini, sekalipun aku punya nama tapi adalah lebih baik kalau aku dikenal sebagai sosok “AKU” saja, agar tidak terkesan sombong. (Dan tidak terkesan sumbing).
Nah, aku ini adalah seorang manusia yang berjenis kelamin pria, usia(…..) tahun, belum beristri dan yang paling keren adalah karena dibelakang namaku ada embel-embel yang bikin orang mengenalku sebagai seorang sarjana, tapi sayangnya aku ini masih nganggur bersama teman-temanku pengangguran lainnya sayangnya kata nganggur yang dipakai disini lebih condong kearah tidak mempunyai pekerjaan dari pada artian menjual anggur.
Kala itu, pada suatu malam yang cerah, tepatnya tanggal 17 April (sehari setelah ulang tahunku) Tahun 2000, pukul 22.43, aku duduk sendirian di serambi rumahku, maksudku rumah kedua orang tuaku, sambil memandang bintang-bintang kecil dilangit aku menghayalkan seandainya aku adalah orang kaya, terlintas lagu yang dinyanyikan temanku Oppie Andriesta, andai a a a a a aku jadi orang kaya….
Aku melamunkan seandainya aku punya uang banyak misalnya 1.3 Triliun sejumlah yang konon pernah dipinjam tapi lupa dikembaliin oleh bung eddie tansil (namanya huruf kecil aja), atau mendekati jumlah yang disimpan tetanggaku si Adrian itu!
Setelah uang yang lumayan banyak itu ada, rencananya aku akan membuat hal-hal besar seperti proyek2 yang nantinya harus diresmikan oleh at least Wapres.
Kemudian sebagian dari uang itu akan kupakai untuk membangun rumah pribadiku yang rencananya harus ada dimana-mana dengan jumlah total kamar 2033 kamar (sebagian buat disewakan buat anak2 pelajar dikotaku.).
Membeli 16 mobil pribadi berbagai merk yang keren-keren dan yahud punya, tentunya.
Memperkerjakan paling sedikit 30 orang TK untuk mengurus rumahku yang sederhana itu berikut mobil-mobilnya, dan tentunya mereka akan aku gaji dengan baik yaitu diatas upah minimum regional (Minimum Wage Standard).
Setelah itu aku akan mendirikan berbagai panti asuhan dan aku juga akan menyumbang kepanti asuhanku itu sehingga namaku semakin terkenal, padahal uangku akan kembali karena panti-panti itukan miliku juga.
Selanjutnya aku akan mencoba jadwal makanku yang baru, pagi sarapan diSingapura bersama PMnya juga dengan si Sultan Brunei (yg sudah ku telpon sehari sebelumnya), siangnya makan siang di Paris bersama mitra bisnisku yang baru…itu lho si Donald Trump, dan makan malam di Las Vegas dengan beberapa Menteri kolegaku yang baru juga. Di Las Vegas kusempatkan untuk nonton pertandingan tinju-nya Mike Tyson yang sudah di atur si Trump dan habis nonton si Trump pun cerita bahwa dia dapat banyak dari hasil tinju itu, dan aku diberinya sebagai oleh-oleh segepok dollar yang kalau dirupiahkan yaaah, sekitar 2 kali APBD daerah Nyiur Melambaiku.
Sekembalinya ketanah air dengan pesawat pribadiku, aku dikejutkan dengan berita bahwa sebentar lagi akan ada kerusuhan ….eeeh maksudku sebentar lagi pesta demokrasi PEMILU akan segera tiba waktunya, ternyata aku lumayan lama bercokol dinegeri orang (lupa ya?), aku jadi malu sendiri, karena sampai lupa kalau aku masih punya negeri sendiri.
My home country always gonna be the best for me. Indeed! Menurut Etymologynya Home Country adalah :The country in which a person was born and usually raised, regardless of the present country of residence and citizenship.
Mendengar berita itu akupun semakin mempersiapkan diri sebaik mungkin, siapa tahu aku nantinya bisa dipercayakan oleh rakyat (bukankah uangku banyak) untuk menyuarakan suara mereka karena biasanya mereka kurang begitu baik menyuarakan suara sendiri yang kadang terdengar fals ditelinga sendiri (saya siap menjadi wakil mereka!).
Sebelumnya aku mampir ke bank yang menyimpan banyak hartaku dan setelah dicek kembali sisa uangku tinggal 987M, wah uang segitu cukup buat apaan pikirku, kata ponakanku kalau dibeliin krupuk bisa dibuat lingkaran yang mengelilingi Indonesia!
Sambil berpikir-pikir tindakan-tindakan apa yang harus aku ambil, tiba-tiba pintu diketok yang ternyata si pak ErTe kita, ngobrol sana-sini, sampailah beliau pada pesan-pesan yang sebenarnya intinya mengatakan bahwa “…..PEMILU semakin dekat, Pakailah HAK PILIH anda sebaik-baiknya…”
Koran terbitan pagi, besoknya telah menantiku dimeja sarapan, aku melirik sekilas terdapat topik dengan cetakan besar “PEMILU SEMAKIN DEKAT, PAKAILAH HAK PILIH ANDA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA”
Sekalipun aku orang kaya, aku tidak pernah melupakan untuk melihat perkembangan yang terjadi di daerah-daerah lewat berita Televisi, Koran, Internet,dll. Dimalam itu aku agak terlambat menyalakan TV sehingga hanya “…..PEMILU tinggal (……..) hari lagi, pergunakanlah hak pilih anda dengan baik…”Yang sempat kudengar.
Keesokann harinya aku menyempatkan diri jalan-jalan melihat-lihat daerahku ini agar jangan kulupa bahwa aku ini asli orang Manado sekalipun lebih suka bergaya Amerikana, dan alangkah terkejutnya aku ketika melewati Boulevard, yang selama ini dijadikan tempat santai para remaja maupun yang tua-tua menikmati indahnya senja hari dan eloknya pemandangan sekitar, serta panorama sunset, tapi kini yang kulihat dan terlihat hanyalah tembok-tembok tak beraturan dan gedung-gedung sebagai pemisah antara hakku untuk menikmati alam ini dengan alam itu sendiri, aku bahkan sempat berpikir mungkin juga lautan dan pemandangan itu juga sedih karena tak bisa melihatku lagi, dan ketika aku bertanya mengapa, aku mendapat jawaban yang sangat memuasakan serta simple bahwa : “Demi Kepentingan bersama”, oooh itu toh jawabannya…..For our own good..? Really….??
Sembari berjalan kembali ke mobil BMWku akupun berpikir seberapa banyak tempat yang bisa kubeli dengan sisa uangku agar nantinya dapat kunikmati sendiri keindahan alam itu dan yang lain kalau mau ikut menikmati harus bayar padaku dan aku akan menjadi semakin kaya saja.
Braaakk…Ciiitttt….Bruuuuk….Buuuuuum.! Ternyata mobilku si BMW itu menyenggol sampai menabrak tembok pagar sekaligus dengan pohon kelapa dan tempat sampah yang memiliki sampah lebih banyak diluarnya daripada didalam. Aku sadar tidak baik mengendarai mobil sambil ngelamun apalagi tidur, tapi terlambat. Segerahlah ku dial melalui HP buatan Nokia Finland terbaru (yang paling canggih, kala itu belum ada Black Berry) nomor rumahku untuk minta dikirimin mobil lainnya.
Tak lama berselang mobil Jaguar Biruku telah sampai, dan yang BMW itu kutinggalkan saja sedemikian rupa yang akhirnya dikerumuni orang sambil melongo, mungkin mereka heran ada BMW teronggok begitu saja ditempat sampah, pikir mereka biasanya yang ada bayi malang kok sekarang ada mobil malang, aku sih cuek aja sambil ngeloyor pulang.
Suatu saat aku tiba di suatu pelosok daerah yang agak terpencil, kupelankan laju kendaraanku, samar-samar kulihat ada kerumunan orang, rupanya orang-orang kampung sedang berkumpul dan lambat-lambat kudengar kata-kata yang disampaikan lewat pengeras suara “….Saudara-saudara Pemilu semakin dekat, pergunakanlah hak pilih anda dengan sebaik-baiknya…”.You have to make the right choice no matter what.
Dan begitulah, ternyata dari desa terpencil sampai kantor-kantor pemerintah di kota agak besar hingga yang paling besar, disetiap media cetak dan elektronik, kata-kata mujarab sebelum pemilu selalu ada. Even though not so many people understand that well.
Sesampainya dirumah aku berpikir, mengapa hak kita untuk memilih selalu diperhatikan dengan seksama dan dengan sebaik-baiknya, sebaliknya derajat hak kita yang sama yaitu untuk dipilih kurang disinggung-singgung, seandainya yang dibicarakan bukan hanya hak memilih tapi juga hak dipilih maka akan samalah hak kita, artinya yah kalau bisa mbok ya sekali-kali kita yang dipilih dan merekalah yang memilih….jang talalu golojo kine! Tapi saya sadar sesadar-sadarnya bahwa semua ini hanyalah seandainya saja, bahkan keesokan harinya terdengar berita bahwa bankku dimana aku simpan uangku itu telah kebobolan, akibat kasus Comercial Paper yang menghebohkan itu dan semua uangku itu ikut lenyap, tak tahu kemana rimbanya. Aku marah-marah, sempat maki-maki, herannya aku benar-benar lupa kalau semua itu hanya sekali lagi ‘seandainya’, ‘seumpamanya’ ‘misalnya’, ‘andaikata’ belaka……………….
Dan memang….selama ini aku hanya dan terus, serta masih berada pada tempat dan posisi yang tetap yaitu duduk termenung didepan rumah orang tuaku itu sampai tak menyadari diriku telah dipindahkan nyamuk yang mungkin marah tempat mereka aku ambil alih tanpa izin resmi…kupakai berjam-jam lagi….sekali lagi tanpa izin! ! Dari sudut kamar depan sayup-sayup ku dengar berita TV tentang Gayus, tentang RIM BB yang lagi dihajar si Bapak Mentri, juga berita tentang lelucon korupsi di negeri ini yang semakin menggila dan mengganas…In Indonesia corruption is a big problem, and corruption is not unique to Indonesia, therefore only Indonesians can overcome corruption in Indonesia..!
Beruntunglah saya, karena semuanya ini hanya lamunan belaka. Atau sayang sekali karena ternyata ini hanya lamunan dan khayalan , dan bahwa aku tidak benar-benar kaya raya ?..........Aaaagghh aku perhaps harus lebih memilih kenyataan yang sekarang. Then I have to have a guts to accept this reality.
Bukan main kalau ini benar terjadi…………..Andai..aaa..aaaa.aaaa.a.a.a.a.a!!!
Leahcim 3 Wodnes
USA-MDO, 2010/2011
Blog ini berisikan, cerita-cerita Michael, baik berupa catatan perjalanan, opini-opini maupun bentuk-bentuk tulisan lainnya. Juga dalam Blog ini tidak lupa disertakan tampilan-tampilan foto, dimana melalui foto tersebut tertuang maksud si tukang foto. Sebab kadang kala melalui foto, isi cerita lebih nyata untuk dimengerti dan dihayati.As long as you are still alive, you are capable of changing and growing. You can do anything you want to do, be anything you want to be. Cheers...
Sunday, January 30, 2011
Friday, January 21, 2011
KKN Berbagi Kasih..
“Ketika kita berbagi kasih dengan mereka……”
Pada bulan Desember di Tahun 2005 yang lalu tepat di tanggal 25, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, ketika untuk kali kedua saya berkesempatan kembali untuk merayakan “Natal Bersama” dengan para orang tua/jompo di suatu ‘Panti Jompo’ di Rahway, New Jersey. Panti itu bernama ‘TreeManor’. Natal tahun 2005 membawa kesan yang mendalam bagi saya dan kami semua yang hadir karena bisa merayakan Kelahiran Dia. Sang Penebus. Yesus kristus, bersama dengan orang-orang tua tersebut. Memasuki ruangan dimana perayaan akan dilaksanakan hal pertama yang saya dan kami lihat adalah hampir semua mereka lagi duduk menatap keluar melalui jendela yang ada di ruangan itu. Apa yang ada dalam pikiran mereka dikala keluarga-keluarga lain lagi bergembira merayakan NATAL.
Beberapa diantara mereka menjawab dengan jawaban yang sama : “……..mereka menanti, menunggu sekiranya ada dari keluarga mereka, anak, kakak, adik atau keluarga dekat lainnya yang akan mengunjungi mereka ! Mereka sangat berharap supaya dapat bergembira di tengah-tengah keluarga, selayaknya yang sering kita lakukan dengan keluarga kita pada tiap NATAL”.
Menunggu dan menunggu sampai akhirnya mereka menjadi jenuh, karena ternyata tidak ada siapa-siapa yang datang. Hal mana memaksa saya dan beberapa kawan saya harus menahan air mata. Betapa pedih memang, ketika di hari yang berbahagia, dimana kegembiraan seharusnya menjadi milik semua, dan kita harus merayakannya sendirian.
Untuk itulah pada kesempatan yang sangat berbahagia tersebut Kerukunan Keluarga Nusantara/ Indonesian American Christian Association kembali menlakukan hal yang sama seperti tahun lalu. Dikomandani oleh Bp.Ronald Setlight sebagai Ketua KKN, kami melaksanakan pelayanan kepada orang-orang tua tersebut, kita adakan ibadah singkat dipimpin Pendeta yang kebetulan anggota panti tersebut yang tahun ini sudah akan menginjak usianya yang ke 90, Pdt. Parson. Dengan lantangnya beliau walau dengan tangan yang sudah gemetar, dan dengan menggunakan tongkat berkata : “Ada yang tidak dapat dibatasi oleh siapapun dan apapun untuk dilakukan diseluruh dunia di sepanjang segala abad, yaitu KASIH”. Ketika semua pintu akan tertutup, pintu kasih masih dan mesti terbuka. Yohanes 3 ayat 16 adalah puncak pernyataan KASIH tersebut.
Para ibu-ibupun tak kalah gesitnya, mulai dari sang Sekretaris Meity Peleh, Ibu Jenny, Ibu Ansye dan lainnya sibuk melayani para ‘eldery’ tersebut dengan makanan-makanan seperti Ham, Turkey, Spaghetti, kue-kue, buah-buahan dan lainnya. Sungguh pada saat itu keceriaan sangat terlihat dari wajah orang-orang tua tersebut, tak jarang terlontar kalimat “..you are so nice “....”Oh Great, thank you very much”. Disini terlihat jelas, ketika KASIH dijalankan maka setiap sekat terpinggirkan, tidak ada lagi yang melihat saya dari sini kamu dari sana. Todak ada lagi yang memandang saya ras ini kamu ras lain. Pokoknya yang ada Cuma kebahagiaan dan ucapan syukur. Oma-oma itu pun mengajak semua yang hadir untuk bernyanyi bersama dan bersuka ria bersama mereka.
Setelah itu diadakan acara foto bersama, dan pembagian kado kepada semua eldery yang hadir saat itu. Kemudian Ketua juga memberikan sambutan singkat, mengajak supaya acara-acara seperti ini tidak menjadi simbolisasi semata melainkan karena ketulusan membagi kasih dan tidak hanya sampai disini saja.
Ketika perpisahan pun harus terjadi, mereka iringi dengan tangisan. Tangisan bahagia karena mereka merasa sungguh terhibur, mendapat arti dalam perayaan ini, sekaligus tengisan sedih karena harus berpisah.
Kegiatan lainnya yang sementara dilakukan “NUSANTARA” adalah menyekolahkan beberapa anak asuh di Indonesia, yang kebetulan adalah anak-anak putus sekolah di Irian Jaya. Kemudian dalam waktu dekat ini juga akanmengadakan acara ‘Semalam Bersama Nusantara dimana program-program sosial yang ada akan di presentasikan.
Akhirnya, semoga acara-acara yang menunjang apa yang selalu disebutkan orang “memanusiakan manusia” akan terus berlanjut. Kita diajak untuk tidak menjadi ‘Homo Homini Lupus’ (menjadi serigala bagi sesama manusia), agar kita tidak menindas sesama kita dan bukan supaya menjadi ‘Homo Homini Angelus’ (menjadi malaikat bagi sesama manusia) , agar kita tidak menghakimi sesama kita, tapi agar kita bisa menjadi ‘Homo Homini Homo’ (menjadi manusia bagi sesama kita manusia). Cukup dengan HOMO HOMINI HOMO. Menjunjung tinggi kemanusiaan dan dengan mengasihi sesama kita manusia. Sekali lagi sesama kita Manusia. Bukan hanya untuk sesama kita orang kristen.
Pada bulan Desember di Tahun 2005 yang lalu tepat di tanggal 25, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, ketika untuk kali kedua saya berkesempatan kembali untuk merayakan “Natal Bersama” dengan para orang tua/jompo di suatu ‘Panti Jompo’ di Rahway, New Jersey. Panti itu bernama ‘TreeManor’. Natal tahun 2005 membawa kesan yang mendalam bagi saya dan kami semua yang hadir karena bisa merayakan Kelahiran Dia. Sang Penebus. Yesus kristus, bersama dengan orang-orang tua tersebut. Memasuki ruangan dimana perayaan akan dilaksanakan hal pertama yang saya dan kami lihat adalah hampir semua mereka lagi duduk menatap keluar melalui jendela yang ada di ruangan itu. Apa yang ada dalam pikiran mereka dikala keluarga-keluarga lain lagi bergembira merayakan NATAL.
Beberapa diantara mereka menjawab dengan jawaban yang sama : “……..mereka menanti, menunggu sekiranya ada dari keluarga mereka, anak, kakak, adik atau keluarga dekat lainnya yang akan mengunjungi mereka ! Mereka sangat berharap supaya dapat bergembira di tengah-tengah keluarga, selayaknya yang sering kita lakukan dengan keluarga kita pada tiap NATAL”.
Menunggu dan menunggu sampai akhirnya mereka menjadi jenuh, karena ternyata tidak ada siapa-siapa yang datang. Hal mana memaksa saya dan beberapa kawan saya harus menahan air mata. Betapa pedih memang, ketika di hari yang berbahagia, dimana kegembiraan seharusnya menjadi milik semua, dan kita harus merayakannya sendirian.
Untuk itulah pada kesempatan yang sangat berbahagia tersebut Kerukunan Keluarga Nusantara/ Indonesian American Christian Association kembali menlakukan hal yang sama seperti tahun lalu. Dikomandani oleh Bp.Ronald Setlight sebagai Ketua KKN, kami melaksanakan pelayanan kepada orang-orang tua tersebut, kita adakan ibadah singkat dipimpin Pendeta yang kebetulan anggota panti tersebut yang tahun ini sudah akan menginjak usianya yang ke 90, Pdt. Parson. Dengan lantangnya beliau walau dengan tangan yang sudah gemetar, dan dengan menggunakan tongkat berkata : “Ada yang tidak dapat dibatasi oleh siapapun dan apapun untuk dilakukan diseluruh dunia di sepanjang segala abad, yaitu KASIH”. Ketika semua pintu akan tertutup, pintu kasih masih dan mesti terbuka. Yohanes 3 ayat 16 adalah puncak pernyataan KASIH tersebut.
Para ibu-ibupun tak kalah gesitnya, mulai dari sang Sekretaris Meity Peleh, Ibu Jenny, Ibu Ansye dan lainnya sibuk melayani para ‘eldery’ tersebut dengan makanan-makanan seperti Ham, Turkey, Spaghetti, kue-kue, buah-buahan dan lainnya. Sungguh pada saat itu keceriaan sangat terlihat dari wajah orang-orang tua tersebut, tak jarang terlontar kalimat “..you are so nice “....”Oh Great, thank you very much”. Disini terlihat jelas, ketika KASIH dijalankan maka setiap sekat terpinggirkan, tidak ada lagi yang melihat saya dari sini kamu dari sana. Todak ada lagi yang memandang saya ras ini kamu ras lain. Pokoknya yang ada Cuma kebahagiaan dan ucapan syukur. Oma-oma itu pun mengajak semua yang hadir untuk bernyanyi bersama dan bersuka ria bersama mereka.
Setelah itu diadakan acara foto bersama, dan pembagian kado kepada semua eldery yang hadir saat itu. Kemudian Ketua juga memberikan sambutan singkat, mengajak supaya acara-acara seperti ini tidak menjadi simbolisasi semata melainkan karena ketulusan membagi kasih dan tidak hanya sampai disini saja.
Ketika perpisahan pun harus terjadi, mereka iringi dengan tangisan. Tangisan bahagia karena mereka merasa sungguh terhibur, mendapat arti dalam perayaan ini, sekaligus tengisan sedih karena harus berpisah.
Kegiatan lainnya yang sementara dilakukan “NUSANTARA” adalah menyekolahkan beberapa anak asuh di Indonesia, yang kebetulan adalah anak-anak putus sekolah di Irian Jaya. Kemudian dalam waktu dekat ini juga akanmengadakan acara ‘Semalam Bersama Nusantara dimana program-program sosial yang ada akan di presentasikan.
Akhirnya, semoga acara-acara yang menunjang apa yang selalu disebutkan orang “memanusiakan manusia” akan terus berlanjut. Kita diajak untuk tidak menjadi ‘Homo Homini Lupus’ (menjadi serigala bagi sesama manusia), agar kita tidak menindas sesama kita dan bukan supaya menjadi ‘Homo Homini Angelus’ (menjadi malaikat bagi sesama manusia) , agar kita tidak menghakimi sesama kita, tapi agar kita bisa menjadi ‘Homo Homini Homo’ (menjadi manusia bagi sesama kita manusia). Cukup dengan HOMO HOMINI HOMO. Menjunjung tinggi kemanusiaan dan dengan mengasihi sesama kita manusia. Sekali lagi sesama kita Manusia. Bukan hanya untuk sesama kita orang kristen.
Kerukunan Keluarga Nusantara
Membagi Kasih di NUSANTARA
Perayaan bertajuk “Semalam Bersama Kerukunan Keluarga Nusantara” telah berlangsung dengan meriah di gedung Night of Colombus, Iselin New Jersey. Acara yang digelar dalam rangka tutup tahun sekaligus perayaan ulang tahun ke 2 Kerukunan Keluarga Nusantara pada Bulan Januari ini ternyata di banjiri hadirin dari berbagai kalangan dan gereja serta etnik.
Acara yang dikemas dengan sangat apik ini dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Ibu Thilda Wungkar,Mth dan keseluruhan rangkaian ibadah tersebut mengangkat tema yang merupakan motto KK.Nusantara yaitu “Love is Identity of Christianity”. Liturgis dibawakan oleh Bpk Youke Setlight dan Ibu Meity Peleh.
Dalam renungannya Pdt.Thilda menegaskan bahwa Kasih yang seharusnya di terapkan manusia adalah tidak semudah dengan ketika kita mengucapkannya, tidak segampang apa yang ada di pikiran kita. Pdt.Thilda mengatakan bahwa kita harus mencontoh Kristus dalam menjalankan Kasih yang sesungguhnya, yang rela berkorban dan tulus. Kasih yang tidak menuntut balas.
Setelah ibadah maka KK.Nusantara menyajikan berbagai pertunjukkan kesenian daerah berupa taria-tarian yang di bawakan secara baik oleh anak-anak PERMIAS dan oleh ibu-ibu KK.Nusantara (Lina, Ivonne, Meity) yang tampil membawakan “Sajojo”, permainan angklung oleh anak-anak gereja Advent (FISDA), lagu daerah oleh KKN, dll. Ketua Panitia, Bapak Tommy Lintang dalam sambutannya menegaskan bahwa, acara ini tidak semata-mata diadakan untuk bersenang-senang, tapi diantaranya yang paling penting adalah untuk lebih memperkenalkan kebudayaan kita di Nusantara sesuai tujuan dasar pelaksanaan acara ini dan upaya penggalangan dana untuk membantu anak-anak asuh/putus sekolah KK.Nusantara di Irian Jaya dan Kalimantan.
Turut memberikan sambutan Ketua KK.Nusantara Bapak Ronald Setlight yang menjelaskan secara historis awal mula berdirinya KK.Nusantara yang telah di daftarkan di State of New Jersey tanggal 2 Desember 2003 yang lalu dan utk sementara berlokasi di 35 Sunrise Edison NJ. Beliau mengatakan bahwa diusiannya yang ke 2 ini, kiranya KK.Nusantara bisa semakin menjadi berkat bagi banyak orang, menjadi sarana pemersatu antar denominasi yang ada dan dengan demikian juga semakin menipiskan berbagai bentuk kesenjangan yang ada. Bapak Ronald menjelaskan juga berbagai tujuan dan program kerja kedepan sesuai dengan AD/ART yang ada. Beliau tampil dengan memakai pakaian adat daerah Bali.
Pada acara tersebut sebagian pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Nusantara yang berjumlah sekitar 80-an anggota sebagian mengenakan pakaian biru sebagai lambannya organisasi ini dan sebagiannya lagi mengenakan pakaian daerah, para ibu-ibu mengenakan kebaya tradisional dan modern.
Acara ini turut dihadiri Gembala/Pendeta dan pimpinan Gereja antara lain; Gereja Advent “Liberty” Staten Island pimpinan Pendeta Hengky Hermanus, Presbyterian Metuchen Indonesian Fellowship dengan pendetanya Olga Assa Rumengan, GPDI “Beth Eden” dengan gembalanya Pdt.Awuy serta GPI NY dengan pendetanya Pdt, Thilda Wungkar. Sedangkan dari organisasi sosial-kemasyarakatan terlihat turut hadir, Ketua Rukun Tondano Bpk.Eddy Mingkid, Pengurus Kawanua, Ketua Maesa NY, Ibu Maya Manusama, Pengurus Perwakrin serta wakil Konjen RI di NY.
Sebelum acara makan bersama, Mich yang menjadi MC pada saat itu membawakan puisi berjudul “Kasih di Nusantara” dan menjelaskan sedikit tentang dana yang terkumpul saat itu adalah sepenuhnnya untuk keperluan anak-anak asuh KK.Nusantara. Karena seperti telah diketahui bahwa 2 program social-kemanusiaan yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh organisasi ini adalah 1. Anjangsana.Natal Bersama/ Memberi makan para orang tua di Panti Jompo yang kali ini mengambil tempat di Panti Jompo “Tree Manor Ingerman” Rahway, NJ. 2. Menyantuni anak-anak putus sekolah di Indonesia. Melalui WVI (Wahana Visi Indonesia)/ World Vision-nya Indonesia, KKN berupaya membantu usaha-usaha yang sedang dilaksanakan melalui program pengembangan masyarakat ADP Pantai Kasuari dan ADP Maro serta diKalimantan Barat melalui ADP Singkawang.
Akhirnya, alangkah baiknya dan alangkah indahnya bila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Di akhir acara ada ajakan yang terlontar bagi para hadirin, sudahkan kita mambagi kasih bagi sesame kita ? Sebab bukan dengan berteriak lantang maka Kasih itu akan mewujud, tapi manakala Kasih itu dinyatakan lewat tindakan, ketika perbuatan Kasih itu dirasakan dan dialami oleh sesama kita !
Bagi yang ingin mengetahui lebih jelas program-program kemanusiaan tersebut dan atau hendak memberikan sumbangan silahkan menghubungi pengurus melalui e-mail : kknusantara@yahoo.com atau arviman2000@yahoo.com dan michusa2000@yahoo.com
Sie.acara/red.
~Michael Sendow~2006
Perayaan bertajuk “Semalam Bersama Kerukunan Keluarga Nusantara” telah berlangsung dengan meriah di gedung Night of Colombus, Iselin New Jersey. Acara yang digelar dalam rangka tutup tahun sekaligus perayaan ulang tahun ke 2 Kerukunan Keluarga Nusantara pada Bulan Januari ini ternyata di banjiri hadirin dari berbagai kalangan dan gereja serta etnik.
Acara yang dikemas dengan sangat apik ini dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Ibu Thilda Wungkar,Mth dan keseluruhan rangkaian ibadah tersebut mengangkat tema yang merupakan motto KK.Nusantara yaitu “Love is Identity of Christianity”. Liturgis dibawakan oleh Bpk Youke Setlight dan Ibu Meity Peleh.
Dalam renungannya Pdt.Thilda menegaskan bahwa Kasih yang seharusnya di terapkan manusia adalah tidak semudah dengan ketika kita mengucapkannya, tidak segampang apa yang ada di pikiran kita. Pdt.Thilda mengatakan bahwa kita harus mencontoh Kristus dalam menjalankan Kasih yang sesungguhnya, yang rela berkorban dan tulus. Kasih yang tidak menuntut balas.
Setelah ibadah maka KK.Nusantara menyajikan berbagai pertunjukkan kesenian daerah berupa taria-tarian yang di bawakan secara baik oleh anak-anak PERMIAS dan oleh ibu-ibu KK.Nusantara (Lina, Ivonne, Meity) yang tampil membawakan “Sajojo”, permainan angklung oleh anak-anak gereja Advent (FISDA), lagu daerah oleh KKN, dll. Ketua Panitia, Bapak Tommy Lintang dalam sambutannya menegaskan bahwa, acara ini tidak semata-mata diadakan untuk bersenang-senang, tapi diantaranya yang paling penting adalah untuk lebih memperkenalkan kebudayaan kita di Nusantara sesuai tujuan dasar pelaksanaan acara ini dan upaya penggalangan dana untuk membantu anak-anak asuh/putus sekolah KK.Nusantara di Irian Jaya dan Kalimantan.
Turut memberikan sambutan Ketua KK.Nusantara Bapak Ronald Setlight yang menjelaskan secara historis awal mula berdirinya KK.Nusantara yang telah di daftarkan di State of New Jersey tanggal 2 Desember 2003 yang lalu dan utk sementara berlokasi di 35 Sunrise Edison NJ. Beliau mengatakan bahwa diusiannya yang ke 2 ini, kiranya KK.Nusantara bisa semakin menjadi berkat bagi banyak orang, menjadi sarana pemersatu antar denominasi yang ada dan dengan demikian juga semakin menipiskan berbagai bentuk kesenjangan yang ada. Bapak Ronald menjelaskan juga berbagai tujuan dan program kerja kedepan sesuai dengan AD/ART yang ada. Beliau tampil dengan memakai pakaian adat daerah Bali.
Pada acara tersebut sebagian pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Nusantara yang berjumlah sekitar 80-an anggota sebagian mengenakan pakaian biru sebagai lambannya organisasi ini dan sebagiannya lagi mengenakan pakaian daerah, para ibu-ibu mengenakan kebaya tradisional dan modern.
Acara ini turut dihadiri Gembala/Pendeta dan pimpinan Gereja antara lain; Gereja Advent “Liberty” Staten Island pimpinan Pendeta Hengky Hermanus, Presbyterian Metuchen Indonesian Fellowship dengan pendetanya Olga Assa Rumengan, GPDI “Beth Eden” dengan gembalanya Pdt.Awuy serta GPI NY dengan pendetanya Pdt, Thilda Wungkar. Sedangkan dari organisasi sosial-kemasyarakatan terlihat turut hadir, Ketua Rukun Tondano Bpk.Eddy Mingkid, Pengurus Kawanua, Ketua Maesa NY, Ibu Maya Manusama, Pengurus Perwakrin serta wakil Konjen RI di NY.
Sebelum acara makan bersama, Mich yang menjadi MC pada saat itu membawakan puisi berjudul “Kasih di Nusantara” dan menjelaskan sedikit tentang dana yang terkumpul saat itu adalah sepenuhnnya untuk keperluan anak-anak asuh KK.Nusantara. Karena seperti telah diketahui bahwa 2 program social-kemanusiaan yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh organisasi ini adalah 1. Anjangsana.Natal Bersama/ Memberi makan para orang tua di Panti Jompo yang kali ini mengambil tempat di Panti Jompo “Tree Manor Ingerman” Rahway, NJ. 2. Menyantuni anak-anak putus sekolah di Indonesia. Melalui WVI (Wahana Visi Indonesia)/ World Vision-nya Indonesia, KKN berupaya membantu usaha-usaha yang sedang dilaksanakan melalui program pengembangan masyarakat ADP Pantai Kasuari dan ADP Maro serta diKalimantan Barat melalui ADP Singkawang.
Akhirnya, alangkah baiknya dan alangkah indahnya bila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Di akhir acara ada ajakan yang terlontar bagi para hadirin, sudahkan kita mambagi kasih bagi sesame kita ? Sebab bukan dengan berteriak lantang maka Kasih itu akan mewujud, tapi manakala Kasih itu dinyatakan lewat tindakan, ketika perbuatan Kasih itu dirasakan dan dialami oleh sesama kita !
Bagi yang ingin mengetahui lebih jelas program-program kemanusiaan tersebut dan atau hendak memberikan sumbangan silahkan menghubungi pengurus melalui e-mail : kknusantara@yahoo.com atau arviman2000@yahoo.com dan michusa2000@yahoo.com
Sie.acara/red.
~Michael Sendow~2006
Pemasaran Kualitas Jasa
PEMASARAN KUALITAS JASA
Michael E Sendow
Marketing is satisfying needs profitably
(Philip Kotler)
Quality is all of which are defined by consumers
(Richard A.D Aveni)
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. (Philip Kotler)
Salah satu cara utama membedakan sebuah perusahaan jasa adalah memberikan jasa dengan kualitas lebih tinggi dan memuaskan dari pesaing secara konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi ekspektasi kualitas jasa pelanggan sasaran. Ekspektasi pelanggan dibentuk oleh pelanggan lalunya, pembicaraan dari mulut ke mulut dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan jasa. Pelanggan memilih penyedia jasa berdasarkan kriteria ini, dan setelah menerima jasa itu, mereka membandingkan jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan.
Pemasaran jasa tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal dan interaktif. Pemasran eksternal menggambarkan pemasaran normal yang dilakukan perusahaan untuk menyiapkan, menetapkan harga, mendistribusikan dan mempromosikan jasa itu kepelanggan.
Pemasaran Internal menggambarkan pekerjaan yang dilakukan perusahaan untuk melatih dan memotivasi karyawan agar melayani pelanggan dengan baik. Kontribusi yang paling berharga yang dapat dilakukan oleh departemen pemasaran adalah menjadi “luar biasa pandai dalam menggerakkan semua orang dalam organisasi untuk mempraktekkan pemasaran”.
Pemasaran Interaktif menggambarkan keahlian karyawan dalam melayani para klien. Klien menilai kualitas jasa tidak hanya dari kualitas teknis, tetapi kualitas fungsionalnya. Jadi penyedia jasa atau professional lainnya harus memberi sentuhan tinggi dan juga teknik yang tinggi.
Perusahaan yang memberikan nilai lewat kedekatan pelanggan selalu membangun ikatan dengan para pelanggan seperti ikatan yang terjadi diantara lingkungan tetangga yang baik.
Perubahan-perubahan yang dekat dengan pelanggan tidak memberikan apa yang dikehendaki oleh pelanggan tertentu. Perusahaan yang intim dengan pelanggan serta berusaha keras untuk mengenal orang-orang yang dilayani serta jasa-jasa yang dibutuhkan maka dia akan secara kontinyu menyesuaikan jasa-jasanya dan melakukan hal ini dengan harga-harga yang masuk akal. Proposisinya adalah “Kami memperhatikan anda dan semua kebutuhan anda”. “Kami memberi anda solusi terbaik” karenanya tidak mengherankan jika asset terbesar perusahaan yang intim dengan pelanggan adalah kesetiaan pelanggan
Menjual jasa dapat memakai formula yang saya (kami) simpulkan sebagai CHEAT ! (bukan terjemahan dari kata baruci yah)
C H E A T adalah Credibility, Honesty, Empathy, Around dan Tangibles.
* Credibility meliputi knowledge, skill, experience, expertise dan passion.
* Honesty erat hubungannya dengan rasa aman dan nyaman karena adanya ‘tingkat kejujuran yang tinggi’ kalau perlu above average !
* Empathy merupakan syarat untuk adanya kepedulian (peduli), memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan.
* Around mengartikan selalu berada dekat dengan pelanggan dan siap membantunya dengan sikap senang hati.
* Tangibles meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil dan media komunikasi.
Ada hal yang perlu diingat juga yaitu pendekatan costumer service pada prinsipnya dapat dilakukan melalui dua hal. Pertama, pemberdayaan pengalaman pelanggan, misalnya saja dengan meneliti “The moments of truth” pelanggan yang mengoptimalkan pengalaman positif pelanggan pada saat penting tersebut. Kedua, memberi keyakinan pada pelanggan tentang kelangsungan service yang pernah dirasakan melalui komitmen dan kerja kelompok karyawan didalam organisasi.
Perusahaan tidak boleh terlalu keras mendesak produktivitas sehingga mengurangi kualitas yang diinginkan. Beberapa langkah produktivitas adalah dengan standarisasi kualitas, meningkatkan kepuasan pelanggan. Langkah produktivitas lain membawa terlalu banyak standarisasi dan merampas pelanggan dengan pelayanan tersendiri.
PENUTUP
- Pemasaran kualitas jasa merupakan sinergi pemasaran internal dan eksternal secara konsisten untuk selalu memuaskan pelanggan dengan menguntungkan.
- Ancaman: “Pengetahuan yang berubah menjadi ketidaktahuan”
- Visi untuk memuaskan pelanggan dengan membangun peningkatan terhadap unsur-unsur CHEAT (Credibility, Honesty, Empathy, Around, Tangibles). Secara berkelanjutan dan berkesinambungan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. ***
MS ( Concentrate in HR Management & Marketing Management).
Michael E Sendow
Marketing is satisfying needs profitably
(Philip Kotler)
Quality is all of which are defined by consumers
(Richard A.D Aveni)
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. (Philip Kotler)
Salah satu cara utama membedakan sebuah perusahaan jasa adalah memberikan jasa dengan kualitas lebih tinggi dan memuaskan dari pesaing secara konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi ekspektasi kualitas jasa pelanggan sasaran. Ekspektasi pelanggan dibentuk oleh pelanggan lalunya, pembicaraan dari mulut ke mulut dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan jasa. Pelanggan memilih penyedia jasa berdasarkan kriteria ini, dan setelah menerima jasa itu, mereka membandingkan jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan.
Pemasaran jasa tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal dan interaktif. Pemasran eksternal menggambarkan pemasaran normal yang dilakukan perusahaan untuk menyiapkan, menetapkan harga, mendistribusikan dan mempromosikan jasa itu kepelanggan.
Pemasaran Internal menggambarkan pekerjaan yang dilakukan perusahaan untuk melatih dan memotivasi karyawan agar melayani pelanggan dengan baik. Kontribusi yang paling berharga yang dapat dilakukan oleh departemen pemasaran adalah menjadi “luar biasa pandai dalam menggerakkan semua orang dalam organisasi untuk mempraktekkan pemasaran”.
Pemasaran Interaktif menggambarkan keahlian karyawan dalam melayani para klien. Klien menilai kualitas jasa tidak hanya dari kualitas teknis, tetapi kualitas fungsionalnya. Jadi penyedia jasa atau professional lainnya harus memberi sentuhan tinggi dan juga teknik yang tinggi.
Perusahaan yang memberikan nilai lewat kedekatan pelanggan selalu membangun ikatan dengan para pelanggan seperti ikatan yang terjadi diantara lingkungan tetangga yang baik.
Perubahan-perubahan yang dekat dengan pelanggan tidak memberikan apa yang dikehendaki oleh pelanggan tertentu. Perusahaan yang intim dengan pelanggan serta berusaha keras untuk mengenal orang-orang yang dilayani serta jasa-jasa yang dibutuhkan maka dia akan secara kontinyu menyesuaikan jasa-jasanya dan melakukan hal ini dengan harga-harga yang masuk akal. Proposisinya adalah “Kami memperhatikan anda dan semua kebutuhan anda”. “Kami memberi anda solusi terbaik” karenanya tidak mengherankan jika asset terbesar perusahaan yang intim dengan pelanggan adalah kesetiaan pelanggan
Menjual jasa dapat memakai formula yang saya (kami) simpulkan sebagai CHEAT ! (bukan terjemahan dari kata baruci yah)
C H E A T adalah Credibility, Honesty, Empathy, Around dan Tangibles.
* Credibility meliputi knowledge, skill, experience, expertise dan passion.
* Honesty erat hubungannya dengan rasa aman dan nyaman karena adanya ‘tingkat kejujuran yang tinggi’ kalau perlu above average !
* Empathy merupakan syarat untuk adanya kepedulian (peduli), memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan.
* Around mengartikan selalu berada dekat dengan pelanggan dan siap membantunya dengan sikap senang hati.
* Tangibles meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil dan media komunikasi.
Ada hal yang perlu diingat juga yaitu pendekatan costumer service pada prinsipnya dapat dilakukan melalui dua hal. Pertama, pemberdayaan pengalaman pelanggan, misalnya saja dengan meneliti “The moments of truth” pelanggan yang mengoptimalkan pengalaman positif pelanggan pada saat penting tersebut. Kedua, memberi keyakinan pada pelanggan tentang kelangsungan service yang pernah dirasakan melalui komitmen dan kerja kelompok karyawan didalam organisasi.
Perusahaan tidak boleh terlalu keras mendesak produktivitas sehingga mengurangi kualitas yang diinginkan. Beberapa langkah produktivitas adalah dengan standarisasi kualitas, meningkatkan kepuasan pelanggan. Langkah produktivitas lain membawa terlalu banyak standarisasi dan merampas pelanggan dengan pelayanan tersendiri.
PENUTUP
- Pemasaran kualitas jasa merupakan sinergi pemasaran internal dan eksternal secara konsisten untuk selalu memuaskan pelanggan dengan menguntungkan.
- Ancaman: “Pengetahuan yang berubah menjadi ketidaktahuan”
- Visi untuk memuaskan pelanggan dengan membangun peningkatan terhadap unsur-unsur CHEAT (Credibility, Honesty, Empathy, Around, Tangibles). Secara berkelanjutan dan berkesinambungan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. ***
MS ( Concentrate in HR Management & Marketing Management).
Friday, October 22, 2010
If you love animation, arts ilustration, comics....Here it is!
Interests: Animation, Comics, Anime, and East Asian Mythology.
http://paperfiasco.deviantart.com/
http://paperfiasco.deviantart.com/
Wednesday, August 12, 2009
God's Way...
If you are a Christian, God has a specific and definite plan for your life. He works in a way that is different from what you may have been taught about the way He does things, and you must choose to carry out His plans rather than pursue your own. The choice is always up to you; He won't force you to obey Him. Be very choosy about the people with whom you become close friends; they can influence you for either good or bad.
The more you get to know God, the more you will see that He always has your best interest at heart in whatever He tells you to do. It may not be the plan you had in mind, but if you follow Him, you will look back and see how much better His path has been for your life than the path you might have chosen without His guidance.
The more you get to know God, the more you will see that He always has your best interest at heart in whatever He tells you to do. It may not be the plan you had in mind, but if you follow Him, you will look back and see how much better His path has been for your life than the path you might have chosen without His guidance.
Sunday, February 1, 2009
A Wild And Crazy Language...
English is the most widely used language in the history of our planet. One in every 7 humans can speak it. More than half of the world's books and 3 quarters of international mail is in English. Of all the languages,it has the largest vocabulary - perhaps as many as 2 MILLION words. Nonetheless, let's face it - English is a crazy language. There is no egg in eggplant nor ham in hamburger; neither apple nor pine in pineapple. English muffins weren't invented in England or French fries in France. Sweetmeats are candies while sweetbreads, which aren't sweet, are meat.
We take English for granted. But if we explore its paradoxes, we find that quicksand can work slowly, boxing rings are square and a guinea pig is neither from Guinea nor is it a pig.
And why is it that writers write but fingers don't fing, grocers don't groce and hammers don't ham? If the plural of tooth is teeth, why isn't the plural of booth beeth? One goose, 2 geese. So one moose, 2 meese? One index, 2 indices?
Doesn't it seem crazy that you can make amends but not one amend, that you comb thru annals of history but not a single annal? If you have a bunch of odds and ends and get rid of all but one of them, what do you call it?
If teachers taught, why didn't preacher praught? If a vegetarian eats vegetables, what does a humanitarian eat? If you wrote a letter, perhaps you bote your tongue?
Sometimes I think all the English speakers should be committed to an asylum for the verbally insane. In what language do people recite at a play and play at a recital? Ship by truck and send cargo by ship? Have noses that run and feet that smell?
How can a slim chance and a fat chance be the same, while a wise man and wise guy are opposites? How can overlook and oversee be opposites, while quite a lot and quite a few are alike? How can the weather be hot as hell one day and cold as hell another?
Have you noticed that we talk about certain things only when they are absent? Have you ever seen a horseful carriage or a strapful gown? Met a sung hero or experienced requited love? Have you ever run into someone who was combobulated, gruntled, ruly or peccable? And where are all those people who ARE spring chickens or who would ACTUALLY hurt a fly?
You have to marvel at the unique lunacy of a language in which your house can burn up as it burns down, in which you fill in a form by filling it out and in which an alarm clock goes off by going on.
English was invented by people, not computers, and it reflects the creativity of the human race (which, of course, isn't a race at all). That is why, when the stars are out, they are visible, but when the lights are out, they are invisible. And why, when I wind up my watch, I start it, but when I wind up this essay, I end it.
We take English for granted. But if we explore its paradoxes, we find that quicksand can work slowly, boxing rings are square and a guinea pig is neither from Guinea nor is it a pig.
And why is it that writers write but fingers don't fing, grocers don't groce and hammers don't ham? If the plural of tooth is teeth, why isn't the plural of booth beeth? One goose, 2 geese. So one moose, 2 meese? One index, 2 indices?
Doesn't it seem crazy that you can make amends but not one amend, that you comb thru annals of history but not a single annal? If you have a bunch of odds and ends and get rid of all but one of them, what do you call it?
If teachers taught, why didn't preacher praught? If a vegetarian eats vegetables, what does a humanitarian eat? If you wrote a letter, perhaps you bote your tongue?
Sometimes I think all the English speakers should be committed to an asylum for the verbally insane. In what language do people recite at a play and play at a recital? Ship by truck and send cargo by ship? Have noses that run and feet that smell?
How can a slim chance and a fat chance be the same, while a wise man and wise guy are opposites? How can overlook and oversee be opposites, while quite a lot and quite a few are alike? How can the weather be hot as hell one day and cold as hell another?
Have you noticed that we talk about certain things only when they are absent? Have you ever seen a horseful carriage or a strapful gown? Met a sung hero or experienced requited love? Have you ever run into someone who was combobulated, gruntled, ruly or peccable? And where are all those people who ARE spring chickens or who would ACTUALLY hurt a fly?
You have to marvel at the unique lunacy of a language in which your house can burn up as it burns down, in which you fill in a form by filling it out and in which an alarm clock goes off by going on.
English was invented by people, not computers, and it reflects the creativity of the human race (which, of course, isn't a race at all). That is why, when the stars are out, they are visible, but when the lights are out, they are invisible. And why, when I wind up my watch, I start it, but when I wind up this essay, I end it.
| Weblån |
Sunday, January 25, 2009
A Poem....
Today is the first day of tomorrow.
Gas is on the rise.
Bombs exploding; a soldier dies.
People screaming; crying a world of tears,
Sorrow stream of disastrous fears.
Could it be?
Their raging sound of victory,
Or their savage like thirst of vengeance?
Soldier will fight,
This poem I write,
The war rages on into the night.
With pride and the hope of freedom we fight.
For a better day and a graceful night,
Love thy enemy with all thy might.
Life full of emotion,
Heart full of pain,
The race for justice, freedom, and happiness
Is all we have to gain.
Look with the hope to the potential of each new day
For today is all we truly have.
Gas is on the rise.
Bombs exploding; a soldier dies.
People screaming; crying a world of tears,
Sorrow stream of disastrous fears.
Could it be?
Their raging sound of victory,
Or their savage like thirst of vengeance?
Soldier will fight,
This poem I write,
The war rages on into the night.
With pride and the hope of freedom we fight.
For a better day and a graceful night,
Love thy enemy with all thy might.
Life full of emotion,
Heart full of pain,
The race for justice, freedom, and happiness
Is all we have to gain.
Look with the hope to the potential of each new day
For today is all we truly have.
Sunday, December 14, 2008
~Kasih~

Cinta Kasih itu indah……
Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas.Dan inti pekerjaan nya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.
Para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: MEMBERI. Terus memberi dan memberi. Dan selamanya begitu!. Menerima? mungkin, atau bisa juga pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pecinta sejati dengan para pecinta palsu.
Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah ...........apa yang kamu berikan padanya untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik..............
Maka kamu adalah air...!
Maka kamu adalah matahari....!
Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahaya mu.
Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan KEPERCAYAAN. Bukan hanya itu. Rencana memberi terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung pada siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Di Minahasa terkenal dengan istilah " Sitou Timou Tumoutou" Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. Tiba- tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang yang hilang tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang...........!
Dengan memberi, berarti kita membagi KASIH dengan mereka. Dengan orang orang yang kita Kasihi.
Commonly, people make new resolutions for the upcoming year…
as for me, making new resolutions not always happened during those periods
new resolutions could come every day, every seconds, every time we wish
to make us a better person, just don't make new resolutions only at that moment above
just review your daily attitude, what you have done during the day, then make one to improve your sel to make a better person than the day before….....................
Salam KasihNya.
Tuesday, December 9, 2008
N A T A L

Ada semacam kecenderungan bahwa perayaan Natal seringkali dipandang oleh Gereja Kristen dan umatnya sebagai sebuah momen bagi keluarga. Perayaan Natal dibayangkan sebagai sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap anggota keluarga untuk berkumpul (kembali) dalam sebuah kesatuan yang mesra. Di Indonesia, momen demikian serupa dengan perayaan Idul Fitri. Pada hari bahagia itulah, semua anggota keluarga merasa dipersatukan (kembali) sebagai sebuah keluarga besar. Oleh Holywood, momen itu ditampilkan sedemikian indahnya dalam berbagai film yang mampu menguras air mata sehingga citra dari perayaan Natal selalu berhubungan dengan sebuah momen yang bertuah, sebuah momen yang selalu memiliki keajaibannya masing-masing, termasuk Santa Claus yang masuk ke dalam cerobong asap untuk mengirimkan sebuah boneka Teddy Bear untuk seorang gadis kecil.
Memang tidak dapat disangkal bila perayaan Natal dalam masyarakat modern ini dikaitkan dengan keluarga. Entah dari mana dan sejak kapan pemahaman ini bermula. Sejak tradisi kandang Natal diperkenalkan oleh Santo Fransiskus Asisi, misalnya, kehidupan keluarga sudah menjadi satu tema yang sangat favorit di kalangan umat. Meskipun tema ini sebenarnya boleh dikatakan melenceng dari maksud awal pendirian kandang Natal itu, tema mengenai keluarga inilah yang dapat diterima secara membumi oleh masyarakat pada waktu itu. Sementara itu, tema yang menyangkut kesederhanaan dan kemiskinan bayi Yesus sebagai tema yang digagas oleh Santo Fransiskus Asisi, dipandang terlalu tinggi secara teologis dan terlalu remeh secara sosial.

Namun, dalam Injil Lukas dan Matius, Keluarga Nazareth sebagai model dari keluarga Kristen justru digambarkan sebagai keluarga yang selalu berhadapan dengan keprihatinan dan kepahitan hidup. Kisah Yosep dan Maria yang harus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti sensus adalah gambaran dari keterasingan manusia. Mereka berdua ditolak dan bahkan diharamkan oleh masyarakat Israel karena Maria telah mengandung bayi sebelum mereka menikah secara resmi. Apakah pengalaman yang pahit demikian tetap mampu dipergunakan sebagai model dari perayaan Natal yang cenderung gegap-gempita? Apakah pengalaman getir yang dialami oleh keluarga Nazareth itu mampu membuat umat semakin memahami pesan Natal yang sesungguhnya? Bisa jadi, kita akan sangat kecewa karena Keluarga Kudus yang menjadi model perayaan Natal sepanjang abad sebenarnya adalah keluarga yang nelangsa, keluarga yang sangat prihatin. Namun, hal demikian sama sekali tidak dapat disalahkan. Konteks masyarakat dan lingkungan yang dihadapi oleh Yosep, Maria, dan bayi Yesus pada saat itu memang sangat tidak menguntungkan. Mereka terjepit di antara kemunafikan, penjajahan, dan kebiadaban. Habitat seperti ini mungkin dapat disandingkan dengan kondisi pertempuran yang terus-menerus memakan korban dalam sebuah negara. Di sinilah Yesus ditempatkan oleh BapaNya. Ia dilahirkan dalam masyarakat yang sakit parah.
Lalu, bagaimana dengan habitat yang sedang didiami oleh keluarga modern pada masa kini? Apakah proses pembentukan manusia selama berabad-abad telah menghasilkan berbagai keluarga yang tangguh dalam menghadapi segala halangan dan rintangan? Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan retoris itu karena kehidupan keluarga mengalami revolusi. Terjadi berbagai kompleksitas dalam perubahan itu. Salah satunya adalah tersebarnya kebudayaan Barat melalui media massa. Cinta romantik ideal gaya Barat, misalnya, telah menjadi gaya hidup masyarakat yang dahulu sangat tradisional. Faktor lain adalah perkembangan pemerintah yang semakin terpusat. Kehidupan orang mulai dipengaruhi oleh keterlibatan mereka dalam sistem politik nasional. Bahkan, pemerintah melakukan berbagai usaha aktif untuk mengubah cara berperilaku tradisional. Sebagai contoh, di beberapa negara Asia, karena masalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dengan cepat, pemerintah secara bertahap memperkenalkan program yang mempromosikan keluarga yang lebih kecil, penggunaan kontrasepsi, penyuluhan reproduksi, dan pembangunan berbagai klinik kesehatan di daerah-daerah terpencil. Itukah habitus baru yang dimaksud?
Pada masa ini, ada berbagai cara hidup altenatif yang mulai merebak dalam memaknai kehidupan keluarga dan pernikahan. Tidak dapat disangkal bahwa cara hidup alternatif seperti kumpul kebo (cohabitation), pernikahan gay, atau single parent sebenarnya bukanlah berita yang menggembirakan bagi kehidupan keluarga di masa depan. Kendati begitu, hal demikian dapat dipahami. Bahwa dalam keluarga tradisional berbagai peristiwa gelap dapat terjadi, telah diketahui dan dipahami bersama. Ada semacam sisi gelap dalam keluarga tradisional yang mulai ditentang dan dipertanyakan secara kritis seperti perceraian, pelecehan seksual terhadap anak, dan kekerasan dalam rumah tangga. Orang modern mengalami bahwa rumah (home) sama sekali sudah tidak lagi dimaknai sebagai tempat hati kita berada, home is where the heart in. Namun, orang bisa bilang, home is where the hurt in. Rumah adalah tempat rasa sakit berada. Adagium home sweet home telah runtuh, digantikan tomb sweet tomb. Akankah demikian? Selamat hari Natal!
Subscribe to:
Posts (Atom)