Sunday, February 19, 2012

Bijak Dalam Memberi Kritik


Mengkritik sesuatu adalah hal yang paling gampang, murah, dan asyik. Tapi di sisi yang lain, memberi kritik juga bisa menjadi sesuatu yang susahnya minta ampun, mahal, dan tidak mengenakkan. Lho, apa iya? Ya iyalah! Tidak sedikit karena kritikannya tersebut, seseorang itu kemudian diberangus, harus membayar dengan mahal, dan dicela kiri-kanan. Itulah kenyataannya dalam dunia kritik mengkritik. Kadang bagaikan bola salju yang jatuh dari ketinggian, ia menghajar semua yang dilaluinya sampai berantakan, tapi akhirnya ia juga hancur lebur berantakan tak karu-karuan.

Kritik memang diperlukan, tapi terkadang ia juga begitu dibenci. Walau kita mengatakan kita menerima kritik dengan tangan terbuka dan lapang dada, tapi hati nurani yang jujur pasti akan berontak dan merasa tidak nyaman dengan segala kritikan itu. Betul tidak? Andaikan jawabannya tidak, maka berbahagialah saudara. Tapi satu hal yang pasti, sadar atau tidak, suka atau tidak, kita sebenarnya adalah tukang kritik abadi itu. 

Kalau pun kita tidak mengkritik orang lain, kita sebenarnya adalah pengkritik diri sendiri. Wah, kenapa saya bikin yang ini padahal harusnya yang itu! Aduh, gobloknya aku ini, aku semestinya pergi ke sana bukannya hanya tinggal diam di sini! Eh, ini betul-betul keliru, aku tidak harus membelinya, kenapa aku malah membeli BB termaknyus itu dua sekaligus? Setiap inci dan setiap detik dalam hidup ini terbuka untuk sebuah kritikan. Kita selalu mengkritisi diri, dan prilaku kita sendiri. Supaya apa? Tentu dengan harapan, akan menjadi lebih baik lagi, lebih bijak lagi, lebih sabar lagi kedepannya. Apakah segampang itu? Tentu tidak. Kenapa tidak? Karena sifat dasar manusia adalah “membenarkan diri” dan selalu mencari kebenaran sendiri dalam rangka menutupi kesalahan serta kekeliruan.
Criticism is when someone offers you their opinion or judgement about you or a characteristic that you have. But what if you stopped to evaluate the criticism without any emotional involvement? I know, easier said than done. But it can be done. Instead of thinking of it as criticism think of as constructive feedback.(CoachKalpna)

Thursday, February 16, 2012

Menghapus Lembaga Perkawinan Demi Sebuah Persatuan?

Adalah seorang filsuf bernama Plato yang mengangkat isu tentang penghapusan lembaga perkawinan. Filsuf tersebut mengemukakan idenya, berangkat dari pemahamannya tentang “kepentingan bangsa dan negara.” Ia memiliki alasan bahwa:

Pertama, penghapusan lembaga perkawinan adalah untuk meningkatkan loyalitas dan dedikasi setiap warga negara kepada negara. Karena apa? Karena kalau lembaga tersebut dihapuskan maka tidak seorang pun yang akan disibukkan lagi oleh urusan keluarga , cinta kepada istri dan anak-anak, yang bagi Plato merupakan satu-satunya bentuk egoisme yang perlu (dan harus) dikikis habis. Jika seseorang telah dibebaskan dari ikatan perkawinan dan urusan keluarga, maka loyalitas dan pengabdiannya akan sepenuhnya adalah bagi negaranya.

Kedua, penghapusan lembaga perkawinan dan keluarga akan memudahkan pengendalian jumlah penduduk. Menurut Plato negara yang ideal adalah tidak terlalu kecil, dan jangan terlalu besar. Nah, cara pengendalian penduduk yang harus ditempuh pemerintah menurutnya adalah dengan mengatur waktu yang digunakan oleh pria dan wanita untuk berhubungan seksual. Lalu bagaimana? Ya itu tadi, dengan membatasi jumlah pasangan agar jumlah kelahiran dapat disesuaikan dengan kebutuhan negara sambil memperhitungkan jumlah orang-orang yang mati karena peperangan, karena penyakit dan lainnya. Mencari win-win solution atau jalan tengah supaya angka yang lahir dan mati menjadi berimbang.

Ketiga, penghapusan lembaga perkawinan dan keluarga dapat meningkatkan kualitas manusia. Negara ideal menurutnya haruslah memiliki pemimpin yang istimewa, yang memiliki kemampuan intelektual tinggi dan karakter mengagumkan, serta moral yang amat terpuji. Untuk memperbaiki kualitas manusia tersebut, maka pemerintah harus mengatur agar pria yang terbaik di dalam negara melakukan hubungan badan dengan wanita yang terbaik, sehingga mereka akan menghasilkan keturunan yang terbaik pula. Anak dari pria dan wanita yang tak berkualitas harus disingkirkan oleh negara, dan hanya anak dari pria dan wanita berkualitas yang harus dipelihara serta dirawat oleh negara.

Friday, January 27, 2012

Wedding Day


"Happy marriages begin when we marry the one we love, and they blossom when we love the one we married."



I know you probably wonder from time to time what you mean to me.
So I’d like to share this thought with you, to tell you that you mean the world to me.
Think of something you couldn’t live without…and multiply it by hundred.
Think of what happiness means to you…and add it to the feeling you get
On the best days you’ve ever had.

Add all up your best feelings and take away all the rest
…and what you’re left with is exactly how I feel about you
You matter more to me than you can ever imagine
And much more than I’ll ever be able to explain.

You are so important to my days
And so essential to the smile within me.
You’re like the answer to a special prayer
And I think God knew that my world needed you.
My world really need someone exactly like you.

Having someone like you in my life is like having a wish come true.
You are blessing and a miracle, such guiding light to shine my ways.
I can’t even begin to count all the times that special thoughts of you
Have brightened up the day, made me count my blessings.

There is a “thanks” I quietly say from time to time in my heart
Because you’re so important to me…really important.
I can’t live without you. I just can’t !
That’s how important you are to me. (Micheidy)

Monday, December 19, 2011

Media Sosial Sebagai Nabi Baru

Saat ini perkembangan media sosial (Social Media) semakin pesat dan bertumbuh kembang laiknya tanaman-tanaman bibit unggul yang bertumbuh sangat cepat, dan sangat pasti di tanah yang subur dan selalu dipupuki. Pesatnya media sosial tentu akan membawa dampak menguntungkan sekaligus merugikan, tergantung siapa dan dari sudut pandang mana ia melihatnya. Cotoh kecil saja, media sosial akan sangat mungkin merugikan dan mengambil alih peran promosi lewat media cetak, melangkahi fungsi salesman atau salesgirl, walau tentu saja ini belum sepenuhnya benar dan diakui banyak pihak. Belum lagi dampaf negatif bagi para pengguna belia, yang banyak memanfaatkan media sosial secara serampangan dan asal-salan. Untuk banyak tujuan tidak berfaedah.

Tapi perkembangan pesat media sosial juga pada sisi lain akan sangat menguntungkan para pegiat di bidang ini, termasuk mereka yang menjadikan sarana ini sebagai “alat untuk mencari keuntungan sebanyak mungkin”, katakanlah para online marketer, baik secara perusahan maupun individually. Juga yang kerjaan sehari-hari adalah penggerak media sosial. Semakin besar lahan ini, semakin menguntungkan mereka.

Nah, lalu apakah peran ini bisa disikapi secara bijaksana dan serius oleh para pelakunya? Itu juga tentu saja akan menjadi pertanyaan setiap kita. Terkadang kepesatan pertumbuhan media sosial tidak diiringi kesiapan mental dan wawasan para pelakunya, oleh karena itu jangan heran kalau banyak juga menuai hal-hal negatif di balik euphoria social media ini. Secara signifikan ia kadang terlalu meroket sampai-sampai menawarkan sesuatu yang utopis, terlalu tinggi untuk digapai dan dipraktikkan. Tapi juga ada kalanya ia begitu membumi, sampai-sampai tukang bakso dan tukang ojek pun merasakan manfaatnya dengan sangat.

Hati-hati Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris

Bahasa bukan hanya serentetan kata yang membentuk sebuah kalimat yang dimengerti. Bahasa ternyata juga adalah alat representasi sebuah adat, sebuah budaya, sebuah negara atau komunitas tertentu. Cara berpikir, dan kebiasaan-kebiasaan dapat juga terlihat dari bahasa (language) dan the way people talk. Dengan kata lain juga, bahwa menerjemahkan suatu bahasa tidaklah segampang yang kita kira. Sebaliknya juga, betapa bahasa sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi di atas tadi. Karena itu saya yakin bahwa it’s not that easy to master one language.

Beberapa hari yang lalu saya menonton acara TVRI tentang menggunakan Bahasa Indonesia. Acara yang bagus, mengajak kita untuk menggunakan dan mencintai Bahasa Indonesia. Acara itu dipandu oleh 3 wanita cantik (termasuk Mbak Maudy Koesnadi) dan seorang bapak sebagai nara sumbernya. Mereka membahas dan mengkritisi tentang berbagai penggunaan bahasa asing di beberapa restaurant di Indonesia. Bahwasanya, alangkah lebih eloknya kalau semua kata-kata bahasa asing itu disebutkan saja dengan padanan kata Bahasa Indonesianya. Seperti dinning room seharusnya ruang makan. Atau welcoming drink yang seharusnya ada padanan bahasa Indonesianya, misalnya saja dengan menyebutnya sebagai minuman penyambutan. Appetizer mestinya disebut saja sebagai pemancing selera. Main menu (atau kalau di Amerika main course) padanannya juga ada, yaitu menu makanan utama. Nah, lucunya ada seorang pembawa acara wanita keliru menyebut makanan penutup atau hidangan akhir sebagai desert bukannya dessert (baca: disert). Padahal desert itu artinya gurun. Pelafalan itu penting, sebab banyak kekeliruan terjadi karena salah eja, salah tulis, salah kutip, ataupun salah mengartikan.

White House for Protest?

Banyak pilihan untuk berwisata. Apapun dan kemanapun pilihan kita, tentu saja ada alasan masing-masing kenapa pilihan tersebut kita ambil. Kali ini saya ingin mengajak Anda untuk mengunjungi Gedung Putih (White House), yang merupakan tempat nomor satu di Amerika. Ia menjadi nomor satu, karena di tempat inilah semua presiden Amerika ‘bekerja’ dan tinggal secara bergantian. Di bawah atap gedung inilah orang nomor satu itu berteduh.

Gedung ini menjadi menarik bukan hanya karena arsitekturnya yang bergaya Georgia Neoklasik, tapi juga kejadian-keadian di seputaran gedung ini. Gedung yang sudah berdiri selama tidak kurang dari 200 tahun ini tepatnya berada di Pennsylvania Avenue. Washington DC. Menurut catatan, bahwa yang menjadi arsitek pembangunan gedung ini adalah seorang warga Amerika keturunan Irlandia bernama James Hoban.


Nah, di dalam gedung putih ini ada ruangan yang dinamakan Blue Room. Ruangan ini dikenal juga sebagai pusat dari Lantai Negara. Selama bertahun-tahun, bentuk oval dari ‘Ruang Biru’ selalu saja menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Secara turun temurun Blue Room ini telah  menjadi tempat spesial bagi presiden untuk secara resmi menerima tamu. Atau juga kunjungan resmi dari kepala-kepala negara dan pemerintahan negara lain.

Lalu di ruang mana orang nomor satu di Amerika itu bekerja? Ada sebuah ruang bernama Oval Office, di situlah tempat yang menjadi kantor pribadinya. Ruang ini terletak di tengah West Wing, dari sini juga presiden bisa langsung masuk ke Ruang Kabinet. Kalau ada pidato khusus yang sering ditayangkan TV, hampir selalu mengambil tempat di ruangan kerjanya itu. Icon keseluruhan gedung putih sebenarnya ada di Oval Office ini.
Semenjak beberapa tahun terkahir, jarak kunjungan wisatawan semakin dibatasi. Tapi bagi para wisatan mungkin saja itu bukan soal, sebab masih banyak tempat wisata lainnya di seputaran DC yang tak kalah menarik. Bahkan bagi saya, mengunjungi gedung putih tidak melulu adalah untuk melihat gedungnya. Yang lebih menarik adalah apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Sunday, October 30, 2011

Little Story About Love

You Are The One and Only! 

I love that about you. I cherish the fact that you understand me so well and that I know you just about as well as I could ever know anyone.
It seems like I’m always searching for a way to tell you how wonderful I think you are!
And I thought that maybe this letter could help me….

I write this just for you, for being someone whose soul is so inspiring. This is a “thank you” for having a heart that’s so big and a mind that is open. And a spirit that I really love. You know well that every step in my life here in America or back home in Indonesia, always and always getting better because of you. Because of the ‘togetherness’ of us. Because of the understanding of you. And because the chance you gave me.
There will never be a day when I won’t wish the world for you. And I hope you always keep planting the seeds of your dreams, because if you keep believing in them, they’re sure to blossom for someone who’s as marvelous as you.
Honey, one of the most special places in my heart will always be saved for you. Everyone needs someone who is always there and always caring. Everyone needs someone to encourage them, to believe in them, and to share with them. Lucky me, I have you. It’s really a blessing to have you in my life. You are the one and only. You are “my everything”.
Thanks honey bunny ‘buchu-buchu” for bringing me happiness when I’m so tired and so frustrated here in a hectic environment. In a work place though in the city. Thanks for listening to the words I want to say. I appreciate you and love you more than I can write that down here. In this limited piece of paper (or laptop). Thanks for being everything you are to me, and for doing it so beautifully.
The more often I think about you, the more wonderful I realize you are! Whether I’m alone, or we’re talking on the phone, or we’re talking a long walk. I know how much we both care. And I cherish knowing that it will always that way.

Learn English From Animal?


Belajar bahasa Inggris bisa dari mana saja. Bahkan kita bisa mulai belajar tentang apa sebutannya dalam bahasa Inggris untuk setiap suara yang keluar dari mulut binatang.
Contohnya begini, orang yang berbicara terlalu cepat dan tak jelas apa yang dibicarakan atau dikatakannya, maka orang itu sering dijuluki berbicara gibberish. Nah, kalau binatang, apa sih yang suaranya suka gibber (mericau)? Tentu saja monkey. Monyet itu mengeluarkan suara gibber atau juga chatter (mengoceh). Jadi sesama monyet juga sering chat lho.

Para burung hantu (owls) yang kalau di Minahasa dikenal sebagai burung Manguni mengeluarkan suara scream (memekik) sambil screech (menciut-ciut). Makanya hati-hati kalau di antara kita ada yang suka darah tinggi dan doyan ber-scream ria ketika lagi bertengkar dengan suami, istri, atau dengan siapa saja, periksa diri jangan-jangan masih punya kekerabatan sama burung hantu tuh.

Thursday, October 6, 2011

Bahasa Inggris yang Keliru

English: Gampang Keliru, Kelirunya Gampang.

Ketika kita berbicara dengan penutur asli atau English speaking people, kadang-kadang lidah kita mesti digesek-gesek atau digasak-gasak dulu. Kenapa ya? Karena meskipun katanya sudah benar kalau lafalnya keliru mereka bisa menangkapnya lain. Banyak kegagalan kita berkomunikasi dengan mereka justru disebabkan karena pronunciation yang keliru. 

Banyak sekali contoh kesalahan mengucap atau melafalkan kata dalam bahasa Inggris, sebut saja beberapa diantaranya: Ketika kita mengucapkan kata said maka pastikan untuk melafalkan huruf “d” dengan jelas, jangan sampai ketukar dengan huruf “t”, karena di telinga mereka kata yang kita ucapkan akan terdengar sebagai set. Arinya sudah pasti jauh berbeda. Atau ketika mengucapkan kata Loose dan Lose. Pastikan untuk mengucapkan huruf “s” pada kata Loose dengan bunyi yang halus. Nah, untuk kata Lose huruf “s”nya diucapkan dengan tekanan lebih berat, seakan-akan berbunyi “z”. Dua huruf “o” berurutan juga dibaca “u”.
Masih banyak kata-kata lainnya yang terkadang kalau salah ucap membuat yang menangkapnya bisa keliru juga. Memang lidah kita kadang kaku melafalkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Ada beberapa pembiasaan yang semestinya kita lakukan kalau memang ingin pengucapan kita tepat. Misalnya pengucapan kata yang ada “th”nya. North, South, Then, Fifth dan lainnya. Th pada kata-kata seperti itu harus jelas terdengar. Bukan hanya huruf “T”nya doang, atau juga kadang menjadi “zen” pada kata then.

Tuesday, October 4, 2011

Hati-hati Mengartikan Bahasa Asing.

“Melakukan kekeliruan itu manusiawi.”
“Menunjukkan kepada seseorang bahwa ia keliru adalah hal biasa, namun menyadarkannya akan kebenaran itu adalah luar biasa.”John Locke.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki saya di Amerika, saya benar-benar terhenyak dan tersadar. Ternyata apa yang selama ini saya kuasai dan yang saya yakini yaitu bahwa kemampuan berbahasa Inggris saya sudah lebih dari cukup, paling tidak di atas rata-rata. Excellent dan mendekati ‘perfect’, ternyata nothing. Semakin saya merasa bahwa saya mengerti dan tahu banyak, semakin sadar saya bahwa lebih banyak yang saya tidak (belum) tahu dan paham.

Pertanyaan pertama yang pernah diajukan teman saya orang Amerika adalah: “Coba kamu sebutkan kalimat pendek dalam Bahasa Inggris yang di dalamnya terkandung semua abjad, A—Z.” Jelas saya bingung. Tak bisa dan tak siap ditodong seperti itu. Tiga hari berlalu, belum sanggup saya membuat kalimat pendek berisi semua abjad. Ia pun memberi tahu saya satu contoh sederhana yang di dalamnya terkandung semua abjad misalnya A quick brown fox jumps over the lazy dog.” Seekor musang coklat yang gesit melompat di atas anjing yang malas.