Blog ini berisikan, cerita-cerita Michael, baik berupa catatan perjalanan, opini-opini maupun bentuk-bentuk tulisan lainnya. Juga dalam Blog ini tidak lupa disertakan tampilan-tampilan foto, dimana melalui foto tersebut tertuang maksud si tukang foto. Sebab kadang kala melalui foto, isi cerita lebih nyata untuk dimengerti dan dihayati.As long as you are still alive, you are capable of changing and growing. You can do anything you want to do, be anything you want to be. Cheers...
Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Wednesday, June 10, 2015
Bahasa (dialek) Manado
Pernahkah Anda mendengar orang Manado bicara? Kalau diperhatikan secara seksama, maka ada banyak kata yang diulang dua kali namun bermakna sama. Umpamanya kata-kata ini: raba-raba, rabu-rabu, tengo-tengo, sapu-sapu, hela-hela, ruju-ruju, kile-kile, poco-poco, pala-pala, lao-lao, poki-poki, gepe-gepe, gidi-gidi, fui-fui, gata-gata, tola-tola, tole-tole, bela-bela, polo-polo, poco-poco, pica-pica, para-para, pele-pele, dan masih banyak lagi. Semuanya punya arti tersendiri. Memang terdengar lucu, namun kalau mendengar dilaek Manado (logat) diucapkan, pastilah akan ada salah satu atau bahkan lebih dari kata-kata di atas itu hadir dalam pembicaraan.
Nah, ada juga yang menarik, yaitu ‘penghargaan’ orang Manado dan Minahasa terhadap huruf ‘D’. Kenapa disebut mereka itu sangat menghargai huruf ‘D’. Oleh karena, ada banyak sekali kata yang dimulai dengan huruf D, dalam dialek Manado dan diucapkan secara unik, dan bunyinyapun terdengar lucu. Ini ada beberapa di antaranya yang sempat saya catat.
Diki-diki, doti-doti, dabu-dabu, dubo-dubo, dego-dego, doi-doi, dulu-dulu, dusu-dusu, dola, dotu, dobol, dodeso, dodika, dodutu, daki, domatu, daong, donci, deng, dang, dan sebagainya. Penggunaan dalam kalimat umpamanya, “Ambe akang itu dodika dang” (Tolong ambilkan tempat tungku api itu dong). Ada juga kalimat seperti, “Kiapa masih muda kong ngana so pake diki-diki dang?”, artinya: Kenapa masih usia muda dan Anda sudah menggunakan tongkat?
Dialek Manado memang lucu dan unik. Ada beberapa kata juga yang ternyata merupakan serapan atau hasil pengadopsian dari Bahasa Belanda, dan juga Bahasa Spanyol (Spanish). Umpamanya kata-kata ini, kadera (kursi), engku (guru laki-laki), enci (guru perempuan), mener (dosen), kawayo (kuda), blanket (selimut), dan sebagainya.
Contoh lainnya adalah untuk ucapan “kiapa soh?” (yang artinya ‘kenapa sih’ atau bisa juga what’s up?) dalam Bahasa Spanish dikenal dengan ungkapan ‘que paso’ (bacanya kepaso), artinya sama dengan kiapa soh (kiapaso)nya Manado. Atau juga sebutan ‘nada’ dalam Bahasa Spanish yang artinya ‘nothing’ (tidak ada apa-apa sama sekali), maka orang Manado menyebutnya dengan ‘ndak ada’ (nothing). Papi deng mami, dalam bahasa Spanish dikenal juga sebagai sebutan untuk bapak dan ibu, seperti yang dipakai di Manado.
Beberapa kata-kata lainnya yang dapat Anda pelajari antara lain: aer = air, alus = halus, ancor = hancur, angka = angkat, angus = hangus, anyor = hanyut, asang = asam, ator = atur, badiri = berdiri, bakalae = berkelahi, bataria = berteriak, bakusedu = bercanda, bale = balik, bangka = bengkak, bauni = nonton, begal = nakal, besae = jelek, bingo = bingung, bise = bisik, bli = beli, bobira = jerawat, bobou = bau, bodok = bodoh, bogo-bogo = bego, cambok = cambuk, cilaka = celaka, ciri = jatuh, colo = celup, cucu = tusuk/coblos, cumu = sebut, daong = daun, doi = uang, dorang = mereka, dusu = kejar, ewe/gidi-gidi = ludah, falo-falo = gayung, fol = penuh, forok = garpu, foya = lama frei = gratis, fulungku = tinju/kepalan tangan, gale = gali, gantong = gantung, gargantang = kerongkongan, garo = garuk, gepe = jepit, gode = gemuk, gogohia = panu, gonofu = sabut kelapa, goraka = jahe, goro = karet....dan masih banyak lagi (mungkin akan diulas pada tulisan berikutnya).
Demikianlah bahasa kita yang semakin kaya dan diperkaya dengan perpaduan campuran bahasa dari berbagai tempat. Seperti dialek Manado yang terus berkembang, dengan tentu saja tidak menisbikan akar bahasa sendiri. Di sisi lain, dialek Manado (yang dikenal sebagai Manado Pasar) pastilah akan terus digunakan oleh warga Manado (Kawanua) di manapun mereka berada. Jangan sampai kita melupakan bahasa asal kita hanya oleh karena kita sudah tinggal di luar kota, pun di luar negeri. Salam hangat. Semoga jo ngoni ada dalam keadaan bae-bae salalu.MES.
Sunday, January 26, 2014
Bahasa Manado yang Unik
Pernahkah
Anda mendengar orang Manado bicara? Kalau diperhatikan secara seksama,
maka ada banyak kata yang diulang dua kali namun bermakna sama.
Umpamanya kata-kata ini: raba-raba, rabu-rabu, tengo-tengo,
sapu-sapu, hela-hela, ruju-ruju, kile-kile, poco-poco, pala-pala,
lao-lao, poki-poki, gepe-gepe, gidi-gidi, fui-fui, gata-gata, tola-tola,
tole-tole, bela-bela, polo-polo, poco-poco, pica-pica, para-para,
pele-pele, dan masih banyak lagi. Semuanya punya
arti tersendiri. Memang terdengar lucu, namun kalau mendengar dilaek
Manado (logat) diucapkan, pastilah akan ada salah satu atau bahkan lebih
dari kata-kata di atas itu hadir dalam pembicaraan.
Nah, ada juga yang
menarik, yaitu ‘penghargaan’ orang Manado dan Minahasa terhadap huruf
‘D’. Kenapa disebut mereka itu sangat menghargai huruf ‘D’. Oleh karena,
ada banyak sekali kata yang dimulai dengan huruf D, dalam dialek Manado
dan diucapkan secara unik, dan bunyinyapun terdengar lucu. Ini ada
beberapa di antaranya yang sempat saya catat.
Diki-diki,
doti-doti, dabu-dabu, dubo-dubo, dego-dego, doi-doi, dulu-dulu,
dusu-dusu, dola, dotu, dobol, dodeso, dodika, dodutu, daki, domatu,
daong, donci, deng, dang, dan sebagainya. Penggunaan dalam kalimat umpamanya, “Ambe akang itu dodika dang” (Tolong ambilkan tempat tungku api itu dong). Ada juga kalimat seperti, “Kiapa masih muda kong ngana so pake diki-diki dang?”, artinya: Kenapa masih usia muda dan Anda sudah menggunakan tongkat?
Dialek Manado memang
lucu dan unik. Ada beberapa kata juga yang ternyata merupakan serapan
atau hasil pengadopsian dari Bahasa Belanda, dan juga Bahasa Spanyol (Spanish). Umpamanya kata-kata ini, kadera (kursi), engku (guru laki-laki), enci (guru perempuan), mener (dosen), kawayo (kuda), blanket (selimut), dan sebagainya.
Wednesday, July 31, 2013
BAHASA INGGRIS UNTUK UMUM & PELAUT
Personally, I don’t think any language is easy, not if you wish to master it. As languages embody entire cultures, they are highly complex things and require years of learning for most.
Dalam buku sederhana ini, penulis mencoba menampilkancara belajar Bahasa Inggris secara kreatif, tidak membosankan, tapi dengan metode menyenangkan serta tidak berupaya menggurui. Buku ini ‘wajib’ dibaca oleh mereka yang baru pertama kali bersentuhan dengan English, yang sudah mulai menyukai English, maupun yang sudah mahir ber-English-ria sekalipun.
Tidak lupa juga penulis menyajikan pelajaran Bahasa Inggris untuk para pelaut (seafarer), karena kebetulan penulis juga adalah training coordinator untuk para pelaut, dan para cadet (calon perwira laut.) di sebuah perusahaan pelayaran. Seperti yang kita ketahui, ada sedikit perbedaan Bahasa Inggris umum dan ‘Bahasa Inggris Pelaut’.
Dalam buku kali ini juga, penulis hendak menyajikan sebuah katakanlah jurnal perjalanan berbahasa Inggris yang mengangkut serta menyangkut berbagai isu dalam berbahasa Inggris, baik yang formal dan normal, yang agakinsane dan kurang normal, yang unik dan tak terpikirkan, maupun yang lucu dan sekilas sangat tidak masuk akal. But well, penulis mengajak sidang pembaca untuk menelusuri halaman demi halaman dalam buku ini, sambil belajar English secara lain daripada yang lain, serempak juga menambah wawasan Anda tentang ‘English Culture’ itu sendiri, tentu sembari tertawa-tawa menghilangkan stress dengan berbagai hal lucu yang terkandung di dalamnya. Nah, itulah akibatnya kalau kita sering bersinggungan dengan apa yang namanya ENGLISH!
Dalam buku kali ini juga, penulis hendak menyajikan sebuah katakanlah jurnal perjalanan berbahasa Inggris yang mengangkut serta menyangkut berbagai isu dalam berbahasa Inggris, baik yang formal dan normal, yang agakinsane dan kurang normal, yang unik dan tak terpikirkan, maupun yang lucu dan sekilas sangat tidak masuk akal. But well, penulis mengajak sidang pembaca untuk menelusuri halaman demi halaman dalam buku ini, sambil belajar English secara lain daripada yang lain, serempak juga menambah wawasan Anda tentang ‘English Culture’ itu sendiri, tentu sembari tertawa-tawa menghilangkan stress dengan berbagai hal lucu yang terkandung di dalamnya. Nah, itulah akibatnya kalau kita sering bersinggungan dengan apa yang namanya ENGLISH!
![]() |
| Bahasa Inggris Untuk Umum & Pelaut |
NOTE: Untuk membeli buku ini silahkan hubungi Indie Publishing.
Website: www.Indie-Publishing.com
FB: indiepublishing |Twitter: @IndiPublishing
Email: admin@indie-publishing.com
Tlp.: 021-77880581 | PIN BB 29EB65ED
Harga: Rp. 30.000,-
[Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul Buku, Jumlah Pesanan]
Penulis : Michael E. Sendow
Layout & Cover : Eka Pinsi Dintha
Diterbitkan pertama kali oleh : Indie Publishing.
Perum. Depok Maharaja Blok P14 No.4
Pancoran Mas, Depok - Jawa Barat.
Telp. 77880581
admin@indie-publishing.com
www.Indie-Publishing.com
Cetakan Pertama, Juli 2013
ISBN : 978-602-281-022-3
Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Bahasa Inggris Untuk Umum & Pelaut; Penyunting : -
Depok : Indie Publishing, 2013
xii + 105 hal; 14x21 cm
I. Judul, II. Michael E. Sendow
_________________________
Website: www.Indie-Publishing.com
FB: indiepublishing |Twitter: @IndiPublishing
Email: admin@indie-publishing.com
Tlp.: 021-77880581 | PIN BB 29EB65ED
Harga: Rp. 30.000,-
[Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul Buku, Jumlah Pesanan]
Harga
: Rp 30,000 + ongkir dari Depok
Stok
: Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah
pesanan - See more at:
http://www.indie-publishing.com/archives/1843#sthash.hQBAor8H.dpuf
Harga
: Rp 30,000 + ongkir dari Depok
Stok
: Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah
pesanan - See more at:
http://www.indie-publishing.com/archives/1843#sthash.hQBAor8H.dpuf
Penulis : Michael E. Sendow
Layout & Cover : Eka Pinsi Dintha
Diterbitkan pertama kali oleh : Indie Publishing.
Perum. Depok Maharaja Blok P14 No.4
Pancoran Mas, Depok - Jawa Barat.
Telp. 77880581
admin@indie-publishing.com
www.Indie-Publishing.com
Cetakan Pertama, Juli 2013
ISBN : 978-602-281-022-3
Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Bahasa Inggris Untuk Umum & Pelaut; Penyunting : -
Depok : Indie Publishing, 2013
xii + 105 hal; 14x21 cm
I. Judul, II. Michael E. Sendow
_________________________
Thursday, May 10, 2012
Wow, Thanks God?
“Wow, Thanks God”?
Sering benar kita menggunakan ungkapan-ungkapan ekspresi
dalam bahasa Inggris. Bahkan tidak jarang banyak anak-anak muda dengan pede
(percaya diri) yang sangat tinggi saling berbalas-balasan dengan menggunakan
Bahasa Inggris. Apakah semuanya itu salah? Tentu tidak. Tapi mari kita sedikit
maju lebih jauh lagi untuk melihat berbagai keganjilan dan kekeliruan yang
terjadi.
Ada
teman saya, saking gembiranya dikasih naik gaji lumayan gede sama bossnya,
teriak kayak orang kesurupan “Oh yeah…Thanks
God!”. Jadi rupa-rupanya ia mau mengganti ungkapan ‘syukurlah’ dengan
memakai Bahasa Inggris. English bo! English coy!. Nah, tapi coba Anda tebak
di mana letak kesalahan ungkapan teman saya tadi? Apa…? Seratus! Anda ternyata
lebih jeli dari teman saya itu. Jadi penggunaan “Thanks God” tersebut kurang tepat. Harusnya ekspresi rasa syukur
tersbut harus berbunyi “Thank God”
tanpa memakai huruf “S”. Sebab dengan menempatkan huruf S, ungkapan tersebut
akan jadi berubah makna dan arti. Sama saja dengan ketika kita mau mengatakan “Thank You” dan bukannya “Thanks You”. Betul tidak? Ya iyalah
pasti betul!
Monday, February 20, 2012
Bahasa Inggris, Salah atau Benar?
Kebiasaan Berbahasa Inggris.
Dalam berbahasa, entah bahasa apapun yang kita pakai, maka domisili, kebiasaan, kebudayaan setempat, dan lingkungan sekitar tentu sangat mempengaruhi gaya, pakem, dan kemampuan kita berbahasa. Bayangkan mereka yang tinggal puluhan tahun di pula Jawa misalnya, dan dalam kesehariannya hanya memakai bahasa Jawa, tentu akan sangat kaku ketika harus berbahasa Indonesia. Bagaimana pula dengan mereka yang kebiasaannya hanya menggunakan dialek “Manado pasar” dalam berkomunikasi? Tentu akan kesulitan ketika harus berhadapan dengan babe-babe dari Jakarta umpamanya.
Monday, December 19, 2011
Hati-hati Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris
Bahasa bukan hanya serentetan kata yang membentuk sebuah kalimat yang dimengerti. Bahasa ternyata juga adalah alat representasi sebuah adat, sebuah budaya, sebuah negara atau komunitas tertentu. Cara berpikir, dan kebiasaan-kebiasaan dapat juga terlihat dari bahasa (language) dan the way people talk. Dengan kata lain juga, bahwa menerjemahkan suatu bahasa tidaklah segampang yang kita kira. Sebaliknya juga, betapa bahasa sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi di atas tadi. Karena itu saya yakin bahwa it’s not that easy to master one language.Beberapa hari yang lalu saya menonton acara TVRI tentang menggunakan Bahasa Indonesia. Acara yang bagus, mengajak kita untuk menggunakan dan mencintai Bahasa Indonesia. Acara itu dipandu oleh 3 wanita cantik (termasuk Mbak Maudy Koesnadi) dan seorang bapak sebagai nara sumbernya. Mereka membahas dan mengkritisi tentang berbagai penggunaan bahasa asing di beberapa restaurant di Indonesia. Bahwasanya, alangkah lebih eloknya kalau semua kata-kata bahasa asing itu disebutkan saja dengan padanan kata Bahasa Indonesianya. Seperti dinning room seharusnya ruang makan. Atau welcoming drink yang seharusnya ada padanan bahasa Indonesianya, misalnya saja dengan menyebutnya sebagai minuman penyambutan. Appetizer mestinya disebut saja sebagai pemancing selera. Main menu (atau kalau di Amerika main course) padanannya juga ada, yaitu menu makanan utama. Nah, lucunya ada seorang pembawa acara wanita keliru menyebut makanan penutup atau hidangan akhir sebagai desert bukannya dessert (baca: disert). Padahal desert itu artinya gurun. Pelafalan itu penting, sebab banyak kekeliruan terjadi karena salah eja, salah tulis, salah kutip, ataupun salah mengartikan.
Sunday, October 30, 2011
Learn English From Animal?
Belajar bahasa Inggris bisa dari mana saja. Bahkan kita bisa mulai belajar tentang apa sebutannya dalam bahasa Inggris untuk setiap suara yang keluar dari mulut binatang.
Contohnya begini, orang yang berbicara terlalu cepat dan tak jelas apa yang dibicarakan atau dikatakannya, maka orang itu sering dijuluki berbicara gibberish. Nah, kalau binatang, apa sih yang suaranya suka gibber (mericau)? Tentu saja monkey. Monyet itu mengeluarkan suara gibber atau juga chatter (mengoceh). Jadi sesama monyet juga sering chat lho.
Para burung hantu (owls) yang kalau di Minahasa dikenal sebagai burung Manguni mengeluarkan suara scream (memekik) sambil screech (menciut-ciut). Makanya hati-hati kalau di antara kita ada yang suka darah tinggi dan doyan ber-scream ria ketika lagi bertengkar dengan suami, istri, atau dengan siapa saja, periksa diri jangan-jangan masih punya kekerabatan sama burung hantu tuh.
Thursday, October 6, 2011
Bahasa Inggris yang Keliru
English: Gampang Keliru, Kelirunya Gampang.
Ketika kita berbicara dengan penutur asli atau English speaking people, kadang-kadang lidah kita mesti digesek-gesek atau digasak-gasak dulu. Kenapa ya? Karena meskipun katanya sudah benar kalau lafalnya keliru mereka bisa menangkapnya lain. Banyak kegagalan kita berkomunikasi dengan mereka justru disebabkan karena pronunciation yang keliru.
Banyak sekali contoh kesalahan mengucap atau melafalkan kata dalam bahasa Inggris, sebut saja beberapa diantaranya: Ketika kita mengucapkan kata said maka pastikan untuk melafalkan huruf “d” dengan jelas, jangan sampai ketukar dengan huruf “t”, karena di telinga mereka kata yang kita ucapkan akan terdengar sebagai set. Arinya sudah pasti jauh berbeda. Atau ketika mengucapkan kata Loose dan Lose. Pastikan untuk mengucapkan huruf “s” pada kata Loose dengan bunyi yang halus. Nah, untuk kata Lose huruf “s”nya diucapkan dengan tekanan lebih berat, seakan-akan berbunyi “z”. Dua huruf “o” berurutan juga dibaca “u”.
Masih banyak kata-kata lainnya yang terkadang kalau salah ucap membuat yang menangkapnya bisa keliru juga. Memang lidah kita kadang kaku melafalkan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Ada beberapa pembiasaan yang semestinya kita lakukan kalau memang ingin pengucapan kita tepat. Misalnya pengucapan kata yang ada “th”nya. North, South, Then, Fifth dan lainnya. Th pada kata-kata seperti itu harus jelas terdengar. Bukan hanya huruf “T”nya doang, atau juga kadang menjadi “zen” pada kata then.
Tuesday, October 4, 2011
Hati-hati Mengartikan Bahasa Asing.
“Melakukan kekeliruan itu manusiawi.”
“Menunjukkan kepada seseorang bahwa ia keliru adalah hal biasa, namun menyadarkannya akan kebenaran itu adalah luar biasa.”—John Locke.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki saya di Amerika, saya benar-benar terhenyak dan tersadar. Ternyata apa yang selama ini saya kuasai dan yang saya yakini yaitu bahwa kemampuan berbahasa Inggris saya sudah lebih dari cukup, paling tidak di atas rata-rata. Excellent dan mendekati ‘perfect’, ternyata nothing. Semakin saya merasa bahwa saya mengerti dan tahu banyak, semakin sadar saya bahwa lebih banyak yang saya tidak (belum) tahu dan paham.
Pertanyaan pertama yang pernah diajukan teman saya orang Amerika adalah: “Coba kamu sebutkan kalimat pendek dalam Bahasa Inggris yang di dalamnya terkandung semua abjad, A—Z.” Jelas saya bingung. Tak bisa dan tak siap ditodong seperti itu. Tiga hari berlalu, belum sanggup saya membuat kalimat pendek berisi semua abjad. Ia pun memberi tahu saya satu contoh sederhana yang di dalamnya terkandung semua abjad misalnya “A quick brown fox jumps over the lazy dog.” Seekor musang coklat yang gesit melompat di atas anjing yang malas.
Tuesday, May 31, 2011
Kendala Bahasa Inggris dan American Slang
Kalau suatu saat punya kesempatan jalan-jalan ke Amerika, atau berbicara dengan native speaker asal Amerika jangan sampai salah mengartikan apa yang mereka ucapkan. Kebanyakan orang Amerika kota sering menggunakan slang atau juga kata-kata plesetan yang bukan ungkapan resmi. Bahkan ada kata-kata yang sama sekali tidak akan ditemukan di kamus.
Banyak kisah unik ketika berbicara dengan mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang padat atau pun juga mereka yang tinggal di desa yang sangat terpencil. Dialek juga kadang terasa membingungkan, orang selatan menyebut kata “park” dengan mereka yang dari utara Amerika sangat berbeda terdengarnya. Sengaunya kadang membingungkan para pendatang yang tidak terbiasa mendengarnya. Jangankan pendatang (turis), yang penduduk asli Amerika saja kadang bingung. Misalnya cara bicara orang dari provinsi (state) Rhode Island (RI) dan Texas untuk kata-kata tertentu sulit dimengerti oleh mereka yang tinggal misalnya di New York dan NJ.
Subscribe to:
Posts (Atom)






