Membagi Kasih di NUSANTARA
Perayaan bertajuk “Semalam Bersama Kerukunan Keluarga Nusantara” telah berlangsung dengan meriah di gedung Night of Colombus, Iselin New Jersey. Acara yang digelar dalam rangka tutup tahun sekaligus perayaan ulang tahun ke 2 Kerukunan Keluarga Nusantara pada Bulan Januari ini ternyata di banjiri hadirin dari berbagai kalangan dan gereja serta etnik.
Acara yang dikemas dengan sangat apik ini dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Ibu Thilda Wungkar,Mth dan keseluruhan rangkaian ibadah tersebut mengangkat tema yang merupakan motto KK.Nusantara yaitu “Love is Identity of Christianity”. Liturgis dibawakan oleh Bpk Youke Setlight dan Ibu Meity Peleh.
Dalam renungannya Pdt.Thilda menegaskan bahwa Kasih yang seharusnya di terapkan manusia adalah tidak semudah dengan ketika kita mengucapkannya, tidak segampang apa yang ada di pikiran kita. Pdt.Thilda mengatakan bahwa kita harus mencontoh Kristus dalam menjalankan Kasih yang sesungguhnya, yang rela berkorban dan tulus. Kasih yang tidak menuntut balas.
Setelah ibadah maka KK.Nusantara menyajikan berbagai pertunjukkan kesenian daerah berupa taria-tarian yang di bawakan secara baik oleh anak-anak PERMIAS dan oleh ibu-ibu KK.Nusantara (Lina, Ivonne, Meity) yang tampil membawakan “Sajojo”, permainan angklung oleh anak-anak gereja Advent (FISDA), lagu daerah oleh KKN, dll. Ketua Panitia, Bapak Tommy Lintang dalam sambutannya menegaskan bahwa, acara ini tidak semata-mata diadakan untuk bersenang-senang, tapi diantaranya yang paling penting adalah untuk lebih memperkenalkan kebudayaan kita di Nusantara sesuai tujuan dasar pelaksanaan acara ini dan upaya penggalangan dana untuk membantu anak-anak asuh/putus sekolah KK.Nusantara di Irian Jaya dan Kalimantan.
Turut memberikan sambutan Ketua KK.Nusantara Bapak Ronald Setlight yang menjelaskan secara historis awal mula berdirinya KK.Nusantara yang telah di daftarkan di State of New Jersey tanggal 2 Desember 2003 yang lalu dan utk sementara berlokasi di 35 Sunrise Edison NJ. Beliau mengatakan bahwa diusiannya yang ke 2 ini, kiranya KK.Nusantara bisa semakin menjadi berkat bagi banyak orang, menjadi sarana pemersatu antar denominasi yang ada dan dengan demikian juga semakin menipiskan berbagai bentuk kesenjangan yang ada. Bapak Ronald menjelaskan juga berbagai tujuan dan program kerja kedepan sesuai dengan AD/ART yang ada. Beliau tampil dengan memakai pakaian adat daerah Bali.
Pada acara tersebut sebagian pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Nusantara yang berjumlah sekitar 80-an anggota sebagian mengenakan pakaian biru sebagai lambannya organisasi ini dan sebagiannya lagi mengenakan pakaian daerah, para ibu-ibu mengenakan kebaya tradisional dan modern.
Acara ini turut dihadiri Gembala/Pendeta dan pimpinan Gereja antara lain; Gereja Advent “Liberty” Staten Island pimpinan Pendeta Hengky Hermanus, Presbyterian Metuchen Indonesian Fellowship dengan pendetanya Olga Assa Rumengan, GPDI “Beth Eden” dengan gembalanya Pdt.Awuy serta GPI NY dengan pendetanya Pdt, Thilda Wungkar. Sedangkan dari organisasi sosial-kemasyarakatan terlihat turut hadir, Ketua Rukun Tondano Bpk.Eddy Mingkid, Pengurus Kawanua, Ketua Maesa NY, Ibu Maya Manusama, Pengurus Perwakrin serta wakil Konjen RI di NY.
Sebelum acara makan bersama, Mich yang menjadi MC pada saat itu membawakan puisi berjudul “Kasih di Nusantara” dan menjelaskan sedikit tentang dana yang terkumpul saat itu adalah sepenuhnnya untuk keperluan anak-anak asuh KK.Nusantara. Karena seperti telah diketahui bahwa 2 program social-kemanusiaan yang rutin dilaksanakan tiap tahun oleh organisasi ini adalah 1. Anjangsana.Natal Bersama/ Memberi makan para orang tua di Panti Jompo yang kali ini mengambil tempat di Panti Jompo “Tree Manor Ingerman” Rahway, NJ. 2. Menyantuni anak-anak putus sekolah di Indonesia. Melalui WVI (Wahana Visi Indonesia)/ World Vision-nya Indonesia, KKN berupaya membantu usaha-usaha yang sedang dilaksanakan melalui program pengembangan masyarakat ADP Pantai Kasuari dan ADP Maro serta diKalimantan Barat melalui ADP Singkawang.
Akhirnya, alangkah baiknya dan alangkah indahnya bila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Di akhir acara ada ajakan yang terlontar bagi para hadirin, sudahkan kita mambagi kasih bagi sesame kita ? Sebab bukan dengan berteriak lantang maka Kasih itu akan mewujud, tapi manakala Kasih itu dinyatakan lewat tindakan, ketika perbuatan Kasih itu dirasakan dan dialami oleh sesama kita !
Bagi yang ingin mengetahui lebih jelas program-program kemanusiaan tersebut dan atau hendak memberikan sumbangan silahkan menghubungi pengurus melalui e-mail : kknusantara@yahoo.com atau arviman2000@yahoo.com dan michusa2000@yahoo.com
Sie.acara/red.
~Michael Sendow~2006
Blog ini berisikan, cerita-cerita Michael, baik berupa catatan perjalanan, opini-opini maupun bentuk-bentuk tulisan lainnya. Juga dalam Blog ini tidak lupa disertakan tampilan-tampilan foto, dimana melalui foto tersebut tertuang maksud si tukang foto. Sebab kadang kala melalui foto, isi cerita lebih nyata untuk dimengerti dan dihayati.As long as you are still alive, you are capable of changing and growing. You can do anything you want to do, be anything you want to be. Cheers...
Friday, January 21, 2011
Pemasaran Kualitas Jasa
PEMASARAN KUALITAS JASA
Michael E Sendow
Marketing is satisfying needs profitably
(Philip Kotler)
Quality is all of which are defined by consumers
(Richard A.D Aveni)
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. (Philip Kotler)
Salah satu cara utama membedakan sebuah perusahaan jasa adalah memberikan jasa dengan kualitas lebih tinggi dan memuaskan dari pesaing secara konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi ekspektasi kualitas jasa pelanggan sasaran. Ekspektasi pelanggan dibentuk oleh pelanggan lalunya, pembicaraan dari mulut ke mulut dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan jasa. Pelanggan memilih penyedia jasa berdasarkan kriteria ini, dan setelah menerima jasa itu, mereka membandingkan jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan.
Pemasaran jasa tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal dan interaktif. Pemasran eksternal menggambarkan pemasaran normal yang dilakukan perusahaan untuk menyiapkan, menetapkan harga, mendistribusikan dan mempromosikan jasa itu kepelanggan.
Pemasaran Internal menggambarkan pekerjaan yang dilakukan perusahaan untuk melatih dan memotivasi karyawan agar melayani pelanggan dengan baik. Kontribusi yang paling berharga yang dapat dilakukan oleh departemen pemasaran adalah menjadi “luar biasa pandai dalam menggerakkan semua orang dalam organisasi untuk mempraktekkan pemasaran”.
Pemasaran Interaktif menggambarkan keahlian karyawan dalam melayani para klien. Klien menilai kualitas jasa tidak hanya dari kualitas teknis, tetapi kualitas fungsionalnya. Jadi penyedia jasa atau professional lainnya harus memberi sentuhan tinggi dan juga teknik yang tinggi.
Perusahaan yang memberikan nilai lewat kedekatan pelanggan selalu membangun ikatan dengan para pelanggan seperti ikatan yang terjadi diantara lingkungan tetangga yang baik.
Perubahan-perubahan yang dekat dengan pelanggan tidak memberikan apa yang dikehendaki oleh pelanggan tertentu. Perusahaan yang intim dengan pelanggan serta berusaha keras untuk mengenal orang-orang yang dilayani serta jasa-jasa yang dibutuhkan maka dia akan secara kontinyu menyesuaikan jasa-jasanya dan melakukan hal ini dengan harga-harga yang masuk akal. Proposisinya adalah “Kami memperhatikan anda dan semua kebutuhan anda”. “Kami memberi anda solusi terbaik” karenanya tidak mengherankan jika asset terbesar perusahaan yang intim dengan pelanggan adalah kesetiaan pelanggan
Menjual jasa dapat memakai formula yang saya (kami) simpulkan sebagai CHEAT ! (bukan terjemahan dari kata baruci yah)
C H E A T adalah Credibility, Honesty, Empathy, Around dan Tangibles.
* Credibility meliputi knowledge, skill, experience, expertise dan passion.
* Honesty erat hubungannya dengan rasa aman dan nyaman karena adanya ‘tingkat kejujuran yang tinggi’ kalau perlu above average !
* Empathy merupakan syarat untuk adanya kepedulian (peduli), memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan.
* Around mengartikan selalu berada dekat dengan pelanggan dan siap membantunya dengan sikap senang hati.
* Tangibles meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil dan media komunikasi.
Ada hal yang perlu diingat juga yaitu pendekatan costumer service pada prinsipnya dapat dilakukan melalui dua hal. Pertama, pemberdayaan pengalaman pelanggan, misalnya saja dengan meneliti “The moments of truth” pelanggan yang mengoptimalkan pengalaman positif pelanggan pada saat penting tersebut. Kedua, memberi keyakinan pada pelanggan tentang kelangsungan service yang pernah dirasakan melalui komitmen dan kerja kelompok karyawan didalam organisasi.
Perusahaan tidak boleh terlalu keras mendesak produktivitas sehingga mengurangi kualitas yang diinginkan. Beberapa langkah produktivitas adalah dengan standarisasi kualitas, meningkatkan kepuasan pelanggan. Langkah produktivitas lain membawa terlalu banyak standarisasi dan merampas pelanggan dengan pelayanan tersendiri.
PENUTUP
- Pemasaran kualitas jasa merupakan sinergi pemasaran internal dan eksternal secara konsisten untuk selalu memuaskan pelanggan dengan menguntungkan.
- Ancaman: “Pengetahuan yang berubah menjadi ketidaktahuan”
- Visi untuk memuaskan pelanggan dengan membangun peningkatan terhadap unsur-unsur CHEAT (Credibility, Honesty, Empathy, Around, Tangibles). Secara berkelanjutan dan berkesinambungan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. ***
MS ( Concentrate in HR Management & Marketing Management).
Michael E Sendow
Marketing is satisfying needs profitably
(Philip Kotler)
Quality is all of which are defined by consumers
(Richard A.D Aveni)
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. (Philip Kotler)
Salah satu cara utama membedakan sebuah perusahaan jasa adalah memberikan jasa dengan kualitas lebih tinggi dan memuaskan dari pesaing secara konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi ekspektasi kualitas jasa pelanggan sasaran. Ekspektasi pelanggan dibentuk oleh pelanggan lalunya, pembicaraan dari mulut ke mulut dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan jasa. Pelanggan memilih penyedia jasa berdasarkan kriteria ini, dan setelah menerima jasa itu, mereka membandingkan jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan.
Pemasaran jasa tidak hanya membutuhkan pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal dan interaktif. Pemasran eksternal menggambarkan pemasaran normal yang dilakukan perusahaan untuk menyiapkan, menetapkan harga, mendistribusikan dan mempromosikan jasa itu kepelanggan.
Pemasaran Internal menggambarkan pekerjaan yang dilakukan perusahaan untuk melatih dan memotivasi karyawan agar melayani pelanggan dengan baik. Kontribusi yang paling berharga yang dapat dilakukan oleh departemen pemasaran adalah menjadi “luar biasa pandai dalam menggerakkan semua orang dalam organisasi untuk mempraktekkan pemasaran”.
Pemasaran Interaktif menggambarkan keahlian karyawan dalam melayani para klien. Klien menilai kualitas jasa tidak hanya dari kualitas teknis, tetapi kualitas fungsionalnya. Jadi penyedia jasa atau professional lainnya harus memberi sentuhan tinggi dan juga teknik yang tinggi.
Perusahaan yang memberikan nilai lewat kedekatan pelanggan selalu membangun ikatan dengan para pelanggan seperti ikatan yang terjadi diantara lingkungan tetangga yang baik.
Perubahan-perubahan yang dekat dengan pelanggan tidak memberikan apa yang dikehendaki oleh pelanggan tertentu. Perusahaan yang intim dengan pelanggan serta berusaha keras untuk mengenal orang-orang yang dilayani serta jasa-jasa yang dibutuhkan maka dia akan secara kontinyu menyesuaikan jasa-jasanya dan melakukan hal ini dengan harga-harga yang masuk akal. Proposisinya adalah “Kami memperhatikan anda dan semua kebutuhan anda”. “Kami memberi anda solusi terbaik” karenanya tidak mengherankan jika asset terbesar perusahaan yang intim dengan pelanggan adalah kesetiaan pelanggan
Menjual jasa dapat memakai formula yang saya (kami) simpulkan sebagai CHEAT ! (bukan terjemahan dari kata baruci yah)
C H E A T adalah Credibility, Honesty, Empathy, Around dan Tangibles.
* Credibility meliputi knowledge, skill, experience, expertise dan passion.
* Honesty erat hubungannya dengan rasa aman dan nyaman karena adanya ‘tingkat kejujuran yang tinggi’ kalau perlu above average !
* Empathy merupakan syarat untuk adanya kepedulian (peduli), memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan.
* Around mengartikan selalu berada dekat dengan pelanggan dan siap membantunya dengan sikap senang hati.
* Tangibles meliputi penampilan fasilitas fisik, peralatan, personil dan media komunikasi.
Ada hal yang perlu diingat juga yaitu pendekatan costumer service pada prinsipnya dapat dilakukan melalui dua hal. Pertama, pemberdayaan pengalaman pelanggan, misalnya saja dengan meneliti “The moments of truth” pelanggan yang mengoptimalkan pengalaman positif pelanggan pada saat penting tersebut. Kedua, memberi keyakinan pada pelanggan tentang kelangsungan service yang pernah dirasakan melalui komitmen dan kerja kelompok karyawan didalam organisasi.
Perusahaan tidak boleh terlalu keras mendesak produktivitas sehingga mengurangi kualitas yang diinginkan. Beberapa langkah produktivitas adalah dengan standarisasi kualitas, meningkatkan kepuasan pelanggan. Langkah produktivitas lain membawa terlalu banyak standarisasi dan merampas pelanggan dengan pelayanan tersendiri.
PENUTUP
- Pemasaran kualitas jasa merupakan sinergi pemasaran internal dan eksternal secara konsisten untuk selalu memuaskan pelanggan dengan menguntungkan.
- Ancaman: “Pengetahuan yang berubah menjadi ketidaktahuan”
- Visi untuk memuaskan pelanggan dengan membangun peningkatan terhadap unsur-unsur CHEAT (Credibility, Honesty, Empathy, Around, Tangibles). Secara berkelanjutan dan berkesinambungan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. ***
MS ( Concentrate in HR Management & Marketing Management).
Friday, October 22, 2010
If you love animation, arts ilustration, comics....Here it is!
Interests: Animation, Comics, Anime, and East Asian Mythology.
http://paperfiasco.deviantart.com/
http://paperfiasco.deviantart.com/
Wednesday, August 12, 2009
God's Way...
If you are a Christian, God has a specific and definite plan for your life. He works in a way that is different from what you may have been taught about the way He does things, and you must choose to carry out His plans rather than pursue your own. The choice is always up to you; He won't force you to obey Him. Be very choosy about the people with whom you become close friends; they can influence you for either good or bad.
The more you get to know God, the more you will see that He always has your best interest at heart in whatever He tells you to do. It may not be the plan you had in mind, but if you follow Him, you will look back and see how much better His path has been for your life than the path you might have chosen without His guidance.
The more you get to know God, the more you will see that He always has your best interest at heart in whatever He tells you to do. It may not be the plan you had in mind, but if you follow Him, you will look back and see how much better His path has been for your life than the path you might have chosen without His guidance.
Sunday, February 1, 2009
A Wild And Crazy Language...
English is the most widely used language in the history of our planet. One in every 7 humans can speak it. More than half of the world's books and 3 quarters of international mail is in English. Of all the languages,it has the largest vocabulary - perhaps as many as 2 MILLION words. Nonetheless, let's face it - English is a crazy language. There is no egg in eggplant nor ham in hamburger; neither apple nor pine in pineapple. English muffins weren't invented in England or French fries in France. Sweetmeats are candies while sweetbreads, which aren't sweet, are meat.
We take English for granted. But if we explore its paradoxes, we find that quicksand can work slowly, boxing rings are square and a guinea pig is neither from Guinea nor is it a pig.
And why is it that writers write but fingers don't fing, grocers don't groce and hammers don't ham? If the plural of tooth is teeth, why isn't the plural of booth beeth? One goose, 2 geese. So one moose, 2 meese? One index, 2 indices?
Doesn't it seem crazy that you can make amends but not one amend, that you comb thru annals of history but not a single annal? If you have a bunch of odds and ends and get rid of all but one of them, what do you call it?
If teachers taught, why didn't preacher praught? If a vegetarian eats vegetables, what does a humanitarian eat? If you wrote a letter, perhaps you bote your tongue?
Sometimes I think all the English speakers should be committed to an asylum for the verbally insane. In what language do people recite at a play and play at a recital? Ship by truck and send cargo by ship? Have noses that run and feet that smell?
How can a slim chance and a fat chance be the same, while a wise man and wise guy are opposites? How can overlook and oversee be opposites, while quite a lot and quite a few are alike? How can the weather be hot as hell one day and cold as hell another?
Have you noticed that we talk about certain things only when they are absent? Have you ever seen a horseful carriage or a strapful gown? Met a sung hero or experienced requited love? Have you ever run into someone who was combobulated, gruntled, ruly or peccable? And where are all those people who ARE spring chickens or who would ACTUALLY hurt a fly?
You have to marvel at the unique lunacy of a language in which your house can burn up as it burns down, in which you fill in a form by filling it out and in which an alarm clock goes off by going on.
English was invented by people, not computers, and it reflects the creativity of the human race (which, of course, isn't a race at all). That is why, when the stars are out, they are visible, but when the lights are out, they are invisible. And why, when I wind up my watch, I start it, but when I wind up this essay, I end it.
We take English for granted. But if we explore its paradoxes, we find that quicksand can work slowly, boxing rings are square and a guinea pig is neither from Guinea nor is it a pig.
And why is it that writers write but fingers don't fing, grocers don't groce and hammers don't ham? If the plural of tooth is teeth, why isn't the plural of booth beeth? One goose, 2 geese. So one moose, 2 meese? One index, 2 indices?
Doesn't it seem crazy that you can make amends but not one amend, that you comb thru annals of history but not a single annal? If you have a bunch of odds and ends and get rid of all but one of them, what do you call it?
If teachers taught, why didn't preacher praught? If a vegetarian eats vegetables, what does a humanitarian eat? If you wrote a letter, perhaps you bote your tongue?
Sometimes I think all the English speakers should be committed to an asylum for the verbally insane. In what language do people recite at a play and play at a recital? Ship by truck and send cargo by ship? Have noses that run and feet that smell?
How can a slim chance and a fat chance be the same, while a wise man and wise guy are opposites? How can overlook and oversee be opposites, while quite a lot and quite a few are alike? How can the weather be hot as hell one day and cold as hell another?
Have you noticed that we talk about certain things only when they are absent? Have you ever seen a horseful carriage or a strapful gown? Met a sung hero or experienced requited love? Have you ever run into someone who was combobulated, gruntled, ruly or peccable? And where are all those people who ARE spring chickens or who would ACTUALLY hurt a fly?
You have to marvel at the unique lunacy of a language in which your house can burn up as it burns down, in which you fill in a form by filling it out and in which an alarm clock goes off by going on.
English was invented by people, not computers, and it reflects the creativity of the human race (which, of course, isn't a race at all). That is why, when the stars are out, they are visible, but when the lights are out, they are invisible. And why, when I wind up my watch, I start it, but when I wind up this essay, I end it.
| Weblån |
Sunday, January 25, 2009
A Poem....
Today is the first day of tomorrow.
Gas is on the rise.
Bombs exploding; a soldier dies.
People screaming; crying a world of tears,
Sorrow stream of disastrous fears.
Could it be?
Their raging sound of victory,
Or their savage like thirst of vengeance?
Soldier will fight,
This poem I write,
The war rages on into the night.
With pride and the hope of freedom we fight.
For a better day and a graceful night,
Love thy enemy with all thy might.
Life full of emotion,
Heart full of pain,
The race for justice, freedom, and happiness
Is all we have to gain.
Look with the hope to the potential of each new day
For today is all we truly have.
Gas is on the rise.
Bombs exploding; a soldier dies.
People screaming; crying a world of tears,
Sorrow stream of disastrous fears.
Could it be?
Their raging sound of victory,
Or their savage like thirst of vengeance?
Soldier will fight,
This poem I write,
The war rages on into the night.
With pride and the hope of freedom we fight.
For a better day and a graceful night,
Love thy enemy with all thy might.
Life full of emotion,
Heart full of pain,
The race for justice, freedom, and happiness
Is all we have to gain.
Look with the hope to the potential of each new day
For today is all we truly have.
Sunday, December 14, 2008
~Kasih~

Cinta Kasih itu indah……
Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas.Dan inti pekerjaan nya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.
Para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: MEMBERI. Terus memberi dan memberi. Dan selamanya begitu!. Menerima? mungkin, atau bisa juga pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga. Itu juga yang membedakan para pecinta sejati dengan para pecinta palsu.
Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah ...........apa yang kamu berikan padanya untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik..............
Maka kamu adalah air...!
Maka kamu adalah matahari....!
Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahaya mu.
Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan KEPERCAYAAN. Bukan hanya itu. Rencana memberi terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung pada siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Di Minahasa terkenal dengan istilah " Sitou Timou Tumoutou" Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. Tiba- tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang yang hilang tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang...........!
Dengan memberi, berarti kita membagi KASIH dengan mereka. Dengan orang orang yang kita Kasihi.
Commonly, people make new resolutions for the upcoming year…
as for me, making new resolutions not always happened during those periods
new resolutions could come every day, every seconds, every time we wish
to make us a better person, just don't make new resolutions only at that moment above
just review your daily attitude, what you have done during the day, then make one to improve your sel to make a better person than the day before….....................
Salam KasihNya.
Tuesday, December 9, 2008
N A T A L

Ada semacam kecenderungan bahwa perayaan Natal seringkali dipandang oleh Gereja Kristen dan umatnya sebagai sebuah momen bagi keluarga. Perayaan Natal dibayangkan sebagai sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap anggota keluarga untuk berkumpul (kembali) dalam sebuah kesatuan yang mesra. Di Indonesia, momen demikian serupa dengan perayaan Idul Fitri. Pada hari bahagia itulah, semua anggota keluarga merasa dipersatukan (kembali) sebagai sebuah keluarga besar. Oleh Holywood, momen itu ditampilkan sedemikian indahnya dalam berbagai film yang mampu menguras air mata sehingga citra dari perayaan Natal selalu berhubungan dengan sebuah momen yang bertuah, sebuah momen yang selalu memiliki keajaibannya masing-masing, termasuk Santa Claus yang masuk ke dalam cerobong asap untuk mengirimkan sebuah boneka Teddy Bear untuk seorang gadis kecil.
Memang tidak dapat disangkal bila perayaan Natal dalam masyarakat modern ini dikaitkan dengan keluarga. Entah dari mana dan sejak kapan pemahaman ini bermula. Sejak tradisi kandang Natal diperkenalkan oleh Santo Fransiskus Asisi, misalnya, kehidupan keluarga sudah menjadi satu tema yang sangat favorit di kalangan umat. Meskipun tema ini sebenarnya boleh dikatakan melenceng dari maksud awal pendirian kandang Natal itu, tema mengenai keluarga inilah yang dapat diterima secara membumi oleh masyarakat pada waktu itu. Sementara itu, tema yang menyangkut kesederhanaan dan kemiskinan bayi Yesus sebagai tema yang digagas oleh Santo Fransiskus Asisi, dipandang terlalu tinggi secara teologis dan terlalu remeh secara sosial.

Namun, dalam Injil Lukas dan Matius, Keluarga Nazareth sebagai model dari keluarga Kristen justru digambarkan sebagai keluarga yang selalu berhadapan dengan keprihatinan dan kepahitan hidup. Kisah Yosep dan Maria yang harus pergi ke Yerusalem untuk mengikuti sensus adalah gambaran dari keterasingan manusia. Mereka berdua ditolak dan bahkan diharamkan oleh masyarakat Israel karena Maria telah mengandung bayi sebelum mereka menikah secara resmi. Apakah pengalaman yang pahit demikian tetap mampu dipergunakan sebagai model dari perayaan Natal yang cenderung gegap-gempita? Apakah pengalaman getir yang dialami oleh keluarga Nazareth itu mampu membuat umat semakin memahami pesan Natal yang sesungguhnya? Bisa jadi, kita akan sangat kecewa karena Keluarga Kudus yang menjadi model perayaan Natal sepanjang abad sebenarnya adalah keluarga yang nelangsa, keluarga yang sangat prihatin. Namun, hal demikian sama sekali tidak dapat disalahkan. Konteks masyarakat dan lingkungan yang dihadapi oleh Yosep, Maria, dan bayi Yesus pada saat itu memang sangat tidak menguntungkan. Mereka terjepit di antara kemunafikan, penjajahan, dan kebiadaban. Habitat seperti ini mungkin dapat disandingkan dengan kondisi pertempuran yang terus-menerus memakan korban dalam sebuah negara. Di sinilah Yesus ditempatkan oleh BapaNya. Ia dilahirkan dalam masyarakat yang sakit parah.
Lalu, bagaimana dengan habitat yang sedang didiami oleh keluarga modern pada masa kini? Apakah proses pembentukan manusia selama berabad-abad telah menghasilkan berbagai keluarga yang tangguh dalam menghadapi segala halangan dan rintangan? Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan retoris itu karena kehidupan keluarga mengalami revolusi. Terjadi berbagai kompleksitas dalam perubahan itu. Salah satunya adalah tersebarnya kebudayaan Barat melalui media massa. Cinta romantik ideal gaya Barat, misalnya, telah menjadi gaya hidup masyarakat yang dahulu sangat tradisional. Faktor lain adalah perkembangan pemerintah yang semakin terpusat. Kehidupan orang mulai dipengaruhi oleh keterlibatan mereka dalam sistem politik nasional. Bahkan, pemerintah melakukan berbagai usaha aktif untuk mengubah cara berperilaku tradisional. Sebagai contoh, di beberapa negara Asia, karena masalah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dengan cepat, pemerintah secara bertahap memperkenalkan program yang mempromosikan keluarga yang lebih kecil, penggunaan kontrasepsi, penyuluhan reproduksi, dan pembangunan berbagai klinik kesehatan di daerah-daerah terpencil. Itukah habitus baru yang dimaksud?
Pada masa ini, ada berbagai cara hidup altenatif yang mulai merebak dalam memaknai kehidupan keluarga dan pernikahan. Tidak dapat disangkal bahwa cara hidup alternatif seperti kumpul kebo (cohabitation), pernikahan gay, atau single parent sebenarnya bukanlah berita yang menggembirakan bagi kehidupan keluarga di masa depan. Kendati begitu, hal demikian dapat dipahami. Bahwa dalam keluarga tradisional berbagai peristiwa gelap dapat terjadi, telah diketahui dan dipahami bersama. Ada semacam sisi gelap dalam keluarga tradisional yang mulai ditentang dan dipertanyakan secara kritis seperti perceraian, pelecehan seksual terhadap anak, dan kekerasan dalam rumah tangga. Orang modern mengalami bahwa rumah (home) sama sekali sudah tidak lagi dimaknai sebagai tempat hati kita berada, home is where the heart in. Namun, orang bisa bilang, home is where the hurt in. Rumah adalah tempat rasa sakit berada. Adagium home sweet home telah runtuh, digantikan tomb sweet tomb. Akankah demikian? Selamat hari Natal!
Friday, November 28, 2008
Faith

Faith - Astrid Savitri **
Someone asked Gandhi ‘If there is only one God, then why there isn’t only one religion?”. Gandhi answered ‘A tree has million leaves, but they are all rooted in one tree”. Probably Gandhi’s argument is not exactly right, but I know that whoever lived in India and grown up within its history and experience will understand how such a dialog could take place. For hundred years India has witnessed the beauty of mankind spiritual journey. At the same time India has also seen how million people got a license to kill other people on behalf of their religion.
What did God design in all of this? What could have been His will? The answers are like the numbers of stars in the sky, but one thing for sure; God is not cursing us by giving us various religions and faiths, yet it is a utopia to say that the world is a happy place because of them.
Few years ago a Methodist minister, Wesley Arirajah - author of ‘The Bible and People of Other Faiths’ – taught religion subject at a university in Sri Lanka. One day when his class discussed Hindu ceremonies topics, a student said that he knows nothing about the ceremonies because he does not worships any Hindu’s god. The teacher asked ‘Do you think that Hindu god is different to Christian god? In fact, how many gods are there in the world? Is there a room for one Christian god, one Hindu god and one Islamic god?’ To Arirajah the answer is directing to a pure monotheism; there is only one god. In his book he wrote that the Bible starts with Genesis – the creation of cosmos, not the creation of Christian, Church or land of Israel. Therefore God should be a god of all people and faithful, not a tribal God. Christian should allow God to be God, and should not own God as its own private property because people don’t own God; it is God who owns us and the whole of creation.
Arirajah book is inspiring indeed. And there was a rumor that in early 90s the Protestant group Eka Dharma Putra wanted to translate the book but Christian church group in Jakarta disagreed. I can imagine how difficult it would be for liberal religious thinking to develop Indonesia from any religious group. Many Islamic faithful are suspicious of Nurcolish Majid’s ideas and uneasy with Abdurrahman Wahid’s opinions, as well as many Catholics get tense reading the late YB Mangunwijaya analysis’ or Brouwer’s naughty columns.
As opposed to anger and suspicion, Gandhi is not heard forever. The reaction of diversirty of religions is not always the same reaction of widen spiritual arena. Nevertheless in spiritual essence, faith is fervent and daring, not based on anxiety of losing an absolute truth. But what to say, today we live with too much anxiety. Even Gandhi was shot dead by a Hindu fanatic who was worried that Gandhi is showing too much sympathy towards the Muslims. In his last moments, as the blood flowed from his chest, Mahatma Gandhi could only whisper ‘O, Ram’ – Oh, God - the God of people who feel loss when brotherhood is killed by hate.
http://www.astridsavitri.blogspot.com/
Saturday, September 13, 2008
Tempat paling laris untuk bunuh diri...?

Di tahun 2004, seorang pembuat film bernama Eric Steel meluangkan waktu hampir sepanjang tahun itu untuk membuat film San Fransisco Golden Gate Bridge. Yang menarik perhatian dia dan menjadi tujuan utamanya adalah untuk "menangkap" gambar-gambar dari orang orang yang bunuh diri.
Apa yang di dapat Steel, seperti sudah bisa diduga, adalah sangat sukses : Jembatan tersebut telah menjadi tempat untuk sekurang-kurangnya 1300 orang dalam mengakhiri jiwa mereka sendiri. Tempat bunuh diri terlaris dalam sejarah Amerika, dan sangat mungkin dalam sejarah dunia, sejak jembatan tersebut dibuka pada tahun 1937. Biaya pembangunan jembatan tersebut tidak kurang dari 35 juta USD.
(rata-rata satu orang per dua minggu). Angka sesungguhnya mungkin malah lebih tinggi dari itu-kalau dihitung mereka yang jasadnya tidak ditemukan- kebanyakan mereka yang bunuh diri pada malam hari.
Steel membuat film documentary berjudul "The Bridge" ia juga menyertakan interview terhadap beberapa teman dan keluarga dari beberapa yang bunuh diri dan tertangkap kameranya. Film yang dibuat Steel juga banyak menggali tentang apa yang menyebabkan jembatan tersebut menjadi tempat terpopuler dan menjadi tempat faforit untuk bunuh diri.
Ada sesuatu yang tidak tersentuh film ini, yaitu yang menjadi perdebatan panjang atas pertanyaan ini : Apa kira-kira -jika ada- yang seharusnya di buat dengan maksud mempersulit orang untuk lompat dari atas jembatan itu....?
Tempat pejalan kaki di sepanjang jembatan itu tetap menunjukan sesuatu yang oroginal. Tidak ada perubahan, pagar pengaman yang cuma beberapa meter tersebut membuat orang dengan mudahnya panjat dan terjun bebas kebawah. Jarak dari jembatan tersebut ke dasarnya minta ampun tingginya...
Dalam documentary Steel, dapat dilihat betapa susahnya bagi mereka yang "bergulat" dengan keputusan mereka untuk bunuh diri. Terlihat orang-orang yang berjalan bolak-balik bermenit-menit bahkan jam sebelum akhirnya menemukan keberanian diri untuk melompat dan mengakhiri perjuangan hidup di dunia nyata ini.
Sekitar 1 dari 50 yang lompat tersebut selamat. Steel berhasil mewawancarai satu dari beberapa yang selamat tersebut. Seorang anak muda yang sangat depresi bilang keputusannya untuk bunuh diri adalah dikarenakan stress dan depresi yang amat sangat. Anak muda itu melanjutkan sedetik setelah ia lompat dari jembatan tersebut, secepat itu pulalah ia menyesali tindakannya bunuh diri (Tad Friend, ditahun 2003 menulis artikel di New Yorker, menulis kisah dari beberapa mereka yang selamat dari percobaan bunuh diri itu yang kurang lebih sama dengan sensasi perasaan yang dirasakan anak muda tersebut). Penyesalan memang selalu terjadi dibelakang...?
Ada beberapa penelitian tentang percobaan bunuh diri yang menyatakan bahwa " suicide attempts are often impulsive acts, anda people who can be, as it were, talked down from the ledge rarely go on to kill themselves later " Ada juga sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1978 terhadap mereka yang berhasil menggagalkan niat mereka untuk bunuh diri dari atas jembatan, dan hasilnya, bahwa beberapa tahun kemudian hampir semua mereka tetap hidup atau meninggal karena penyebab yang wajar, misalnya sakit, dll.
Apa yang menyebabkan the Golden Gate Bridge menjadi tempat bunuh diri yang sangat berbahaya adalah dikarenakan secara nyata tempat tersebut sama sekali tidak mengundang rasa takut bagi mereka yang akan bunuh diri. Jembatan tersebut juga menyediakan "sesuatu" yang menurut seorang penulis buku dikatakan sebagai "fatal grandeur" yang menarik minat bagi mereka yang akan bunuh diri secara emosional, mereka yang ingin bunuh diri secara "nyaman". Sehingga banyak yang mengistilahkannya sebagai "beautiful death" atau bahkan "romantic death".
Tapi rupa-rupanya issue-issue bunuh diri dari jembatan tersebut saat ini telah menarik perhatian beberapa departement. Issue ini telah masuk dalam list new urgency, dimana beberapa waktu yang lalu aparat setempat telah menyiapkan beberapa rencana kedepan untuk menjadikan jembatan tersebut less suicide-friendly .
Jembatan tersebut dibangun dengan design yang memungkin ratusan orang bunuh diri, yang seharusnya tidak terjadi apabila ada perasaan takut dan ngeri bagi mereka yang sekiranya coba-coba bunuh diri ditempat itu.
Adakah cara lain untuk mengurangi percobaan bunuh diri, bagi mereka yang prihatin akan hal ini...?
Artikel yang ditulis oleh Tad Friend ketika membuat sebuah tulisan tentang fenomena bunuh diri dari atas jembatan Golden Gate tersebut diakhiri dengan cerita ini :
Ada seorang dokter yang selama bertahun-tahun gagal membuat "penghalang" bagi mereka yang akan bunuh diri dari jembatan tersebut suatu ketika mengunjungi apartement sesorang yang baru saja lompat bunuh diri dari atas jembatan Golden Gate itu. Dokter itu menemukan catatan kecil, yang berbunyi demikian : " Saya akan berjalan ke jembatan itu. Jika ada satu saja orang yang tersenyum padaku dalam perjalanan, saya tidak akan lompat dari atas jembatan itu ".
Subscribe to:
Posts (Atom)