Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts

Friday, April 12, 2013

"Intermezo"

--- Bila hari-harimu sudah diberkati Tuhan, bagikanlah kebahagiaan itu terhadap sesamamu --- Michael Sendow


Tuhan tidak pernah memberikan berkat yang tanggung-tanggung, sekali Ia merancang sesuatu padamu, Ia akan merancang yang terbaik....


Bijaksanalah menata hari esok, dan juga bijaksanalah dalam menatap kemungkinan-kemungkinan hari esok. Kesuksesan Anda hanya ditentukan oleh kebulatan, keseriusan, dan kemampuan Anda sendiri, bukan orang lain...

Jangan pernah membiarkan dirimu terperosok, sebab akan begitu sulit untuk menraik diri keluar dari lumpur dosa yang sama...
-Mich-

Saturday, January 26, 2013

Berbagai Peradaban Dunia yang Paling Mengerikan


Peradaban Dunia yang Paling Mengerikan

Kita semua tahu bahwa dalam sejarah peradaban manusia selalu saja ada kekejian dan kekejaman. Bahkan pembunuhan sudah ada sejak jamanya manusia pertama tiba di bumi. Namun yang mengerikan, dan begitu menyesakkan dada, ada beberapa di antara mereka menjadikan kekejaman sebagai bagian dari budaya turun temurun.

Celtic memiliki reputasi besar sebagai pemburu kepala, dan terkenal untuk meletakkan kepala korban di kereta mereka, dan ada juga yang meletakkannya di depan rumah mereka. Mereka hampir selalu memotong kepala musuh dalam pertempuran dan meletakkannya ke leher kuda mereka untuk dibawa pulang. Barang rampasan bernoda darah mereka serahkan ke pembantu mereka dan menyanyikan lagu kemenangan, lantas mereka memaku kepala musuh di atas rumah mereka, sama seperti halnya pemburu yang memasang kepala hewan buruan.

Bagaimana dengan suku Maori? Mereka ini adalah pemukim pertama Selandia Baru. Mereka sudah tiba di sana berabad-abad sebelum orang Eropa. Budaya mereka sebelum ke era modern awal menjadi terkenal karena mempraktekkan kanibalisme selama peperangan. Menurut catatn sejarah, pada bulan Oktober 1809 sebuah kapal narapidana Eropa diserang oleh sekelompok besar prajurit Maori, ini dilakukan sebagai tindakan balas dendam atas penganiayaan anak seorang kepala suku. Maori membunuh sebagian besar orang yang ada di dalamnya, dan membawa korban mati maupun yang hidup. Hanya sedikit yang bisa selamat, yang bisa menemukan tempat persembunyian di dalam tiang kapal, melihat dengan kepala sendiri bagaimana kawan-kawan mereka satu kapal mereka dimakan suku Maori semalaman.

Saturday, June 23, 2012

Cintai Budayamu, Hargai Budaya Orang Lain



 
Sejak kita dilahirkan sampai rambut kita beruban, kita sudah diperhadapkan dengan budaya. Kita bersinggungan dan bahkan hidup dalam lingkungan budaya tertentu. Budaya apa pun yang melingkupi setiap gerak langkah kita, haruslah kita hargai dan posisikan sebagai mana mestinya.
Sebagai buah dari enkulturasi, maka kita menjadi orang yang berbudaya. Hal itu tentu saja baik, namun serempak ada bahayanya bahwa kita hanya mengenal budaya kita sendiri dan buta terhadap budaya lain.

Menurut seorang filsuf terkenal bernama Aristoteles, demokrasi timbul dari ide yang mengatakan bahwa semua manusia yang dalam hal tertentu memiliki persamaan, sesungguhnya pada hakikatnya memang sama. Karena semua manusia sama-sama bebas maka semua manusia secara mutlak memiliki kesamaan hak. Nah, saya lalu berpikir apa kesamaan hak yang paling hakiki? Jawabannya adalah bahwa mereka berhak memilih. Apapun pilihan mereka itu adalah hak mereka yang harus kita hormati. Oleh sebab itu pula, apapun budaya yang melingkupi seseorang yang sudah dipilihnya, patut dan semestinya kita hormati. Sebagaimana mereka menghormati budaya kita. Atau adap istiadat yang kita anut. Kalau kita hendak memaksakan budaya kita supaya diikuti orang lain, itu berarti serempak kita sementara menolak keberagaman dan diversity kita sebagai suatu bangsa yang besar. Padahal di negeri sebesar Nusantara ini, multicultural dan diversity adalah sebuah keniscayaan.

Keragaman budaya atau “cultural diversity” di Indonesia adalah suatu kenyataan. Dan kenyataan ini tidak mesti dan tidak boleh kita tolak. Tapi memang pada satu sisi kenyataan itu bisa menjadi potensi yang teramat bagus. Potensi yang tidak berkesudahan kalau kita mampu mengelolanya, tapi di sisi lain dapat memunculkan konflik. Kenapa? Ya, kalau kita tidak mampu mengatur dan saling menghargai keberagaman budaya yang ada, dapat saja memicu suatu konflik. Kita harus memiliki apa yang saya istilahkan sebagai “multicultural management” dan “multicultural understanding.”