Ini adalah cerita paling sederhana di dunia, kisah Daud dan Batsyeba: Pria melihat wanita, pria tidur dengan wanita, wanitanya hamil. Setiap tahun berita skandal menyiarkan variasi modern dari tema yang sama. Ganti sang politisi-atau penginjil-dengan raja, dan ratu kecantikan dengan Batsyeba. Apanya yang baru ?
Skandal itu sendiri tidak terlalu mengejutkan bagi bangsa Israel yang menjadi rakyatnya Daud. Seperti kebanyakan orang, mereka memaklumi fakta bahwa orang ditampuk kekuasaan yang membuat aturan seringkali tidak mau merepotkan diri untuk mengikuti aturan yang dibuatnya itu. Banyak pemimpin sejarah telah mengikuti jalur ini. Bangsa Romawi punya istilah untuk perilaku demikian yaitu : Rex Lex - Raja dalah Hukum dan bukannya Lex Rex - Hukum adalah Raja.
Kehamilan Batsyeba sedikit banyak merumitkan masalah. Jaman sekarang, pemimpin yang diperhadapkan seperti posisi Daud bisa menghancurkan barang bukti dengan aborsi. Daud pada waktu itu punya rencana lain untuk menutupinya. Dimulai dengan usaha cerdik untuk menipu, membuat suami Batsyeba tampak seperti ayah-anak itu. Namun kesetiaan Uria pada tugasnya harusnya membuat raja Daud malu. Apa yang terjadi kemudian adalah kasus klasik " Satu kejahatan membawa pada kejahatan lainnya ". Pada akhirnya Daud orang yang dikasihi Tuhan itu, melanggar perintah ke 6,7,9 dan 10. Untuk kesetiannya, si prajurit bernama Uria itu justru mendapat upah pembunuhan terencana, dan banyak orang Israel lainnya menjadi korban bersamanya.
Kisah ini menunjukkan Daud dalam sisi yang paling Machiavellian : Sedingin besi, kejam, jahat dalam penggunaan kekuasaan. Kendati demikian, tidak satu kata protes pun muncul. Apa yang diinginkan raja didapatkan raja, tidak ada pertanyaan diajukan.
Setelah masa berkabung, Batsyeba pindah ke istana dan Daud menikahinya. Pada saat itu seharusnya banyak orang yang sudah (dapat) menduga apa yang telah terjadi -para pelayan sudah pasti tahu sejak awal- tetapi dalam cerita itu tidak dilaporkan sama sekali ada orang yang menunjukkan rasa tidak suka. Kisah perzinahan Daud bisa saja berakhir disini, dan mungkin bisa demikian, jika bukan karena kalimat terakhir dipenutup pasal. Bunyinya hanya, " Tetapi hal yang dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN."
Blog ini berisikan, cerita-cerita Michael, baik berupa catatan perjalanan, opini-opini maupun bentuk-bentuk tulisan lainnya. Juga dalam Blog ini tidak lupa disertakan tampilan-tampilan foto, dimana melalui foto tersebut tertuang maksud si tukang foto. Sebab kadang kala melalui foto, isi cerita lebih nyata untuk dimengerti dan dihayati.As long as you are still alive, you are capable of changing and growing. You can do anything you want to do, be anything you want to be. Cheers...
Showing posts with label Daud. Show all posts
Showing posts with label Daud. Show all posts
Saturday, May 10, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)